Assalamua’alaikum wr wb,,, :D

Maaf Yah,,Hemm,,sudah lama tidak menulis tausyiah. Terlalu konsen sama Tugas Akhir yang entah kapan akan benar-benar berakhir. Sebuah cerita pendek yang benar-benar pendek tapi sarat makna, Insya 4WI, bagi yang mau mengambil hikmah.

=========================================================================

Suatu hari dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.

Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU. Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya,

“Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas PASIR, dan sekarang kamu menulis di BATU?”

Temannya sambil tersenyum menjawab,

“Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita agar tidak bisa hilang tertiup angin.”

=========================================================================

Kalau cuma membaca memang mudah yah, tapi mungkin jika kita mengalaminya sendiri akan sangat sulit untuk mengucapkan sebuah kata “MAAF”. Rasa sakit terutama sakit hati yang dialami seakan tidak cukup diobati hanya dengan kata “maaf”.

Satu hal yang bisa kita lakukan untuk mempermudah mengucapkan kata “maaf” adalah ber-husnudhon alias berbaik sangka pada saudara kita sendiri. Kita coba untuk melihat dari sudut pandang saudara yang telah menyakiti kita. Mungkin saja dia hanya bermaksud bercanda tapi kita sendiri yang berlebihan dalam menanggapi. Atau dia lagi dalam kondisi yang ‘full of problem’. Atau jangan-jangan kita sendiri yang telah tanpa sengaja menyakiti saudara kita terlebih dahulu hingga dia bermaksud ‘membalas dendam’. Yah,,ada banyak alasan yang bisa kita gunakan untuk ber-husnudhon pada saudara kita. Intinya sebenarnya pada keikhlasan dan kelapangan hati kita..

Jika kita memang benar-benar berat memaafkan orang lain, cukup serahkan ‘rasa sakit hati’ kita pada 4WI, yang pasti mengetahui bagaimana berat dan sakitnya rasa sakit yang kita alami. Trus, coba aja baca doa ini:

“Ya Allah, balaslah kebaikan siapapun yang telah diberikannya kepada kami dengan balasan yang jauh dari yang mereka bayangkan. Ya Allah, ampuni kesalahan-kesalahan saudara-saudara kami yang pernah menyakiti hati kami.”

Rasulullah SAW said :

“Tiga hal di antara akhlak ahli surga adalah memaafkan orang yang telah menganiayamu, memberi kepada orang yang mengharamkanmu, dan berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk kepadamu”.

Terakhir:

Saya mohon maaf sebesar-besarnya pada siapapun yang merasa telah saya sakiti. Maaf jika selama ini telah bersifat terlalu egois. Maaf jika belum dapat memberi bantuan ketika teman-teman membutuhkan bantuan. Maaf jika ada perkataan yang ‘nyeplos’ dan menusuk tajam ke dalam hati kalian. Dan saya mohon jangan pernah kalian adukan pada 4WI SWT rasa sakit hati yang pernah saya buat pada kalian,,,saya tidak akan sanggup menahan beban yang teramat berat tersebut,,,Oke,,(^^)b

.:: Ashiif Jiddan Saudara-Saudaraku :D ::.



4 Responses to “Maafkan Saya Teman,,,”  

  1. Dimaafin..^^

  2. 2 Isnaini

    :)
    Jazakillah Mbak,,

  3. awas nggak wisuda bareng oktober, nggak akan ku maafkan dirimu !!


Leave a Reply