Archive Page 2

Assalamu’alaikum wr wb,,, :D

10 September 2009,,jam 07.30-09.00 WIB,,Ruang Seminar 3,,,Ged C lantai 3,,,

Alhamdulillah,,,alhamdulillah,,,alhamdulillah,,,

kata-kata yang banyak saya ulang setelah selesai ‘berbincang-bincang’ dengan dosen penguji. Jangan tanya perasaan saya ketika melewati masa-masa persidangan. Bener-bener lempeng-lempeng aja dari awal mpe akhir. Gak ada sensasi sama sekali. Berhadapan dengan 2 master GIS (salah satunya dari Klaten pula) plus ditambah 1 master industri,,,woalah lagi-lagi 4WI memberikan cahaya-Nya untuk hamba-Nya yang bodoh ini,,Thanx to U, My Lord,,

Kalo dipikir-pikir sejak saya dari awal mengerjakan TA sampe akhirnya saya berhasil lulus dari persidangan saya telah merepotkan banyak orang. Lembar kata pengantar di Tugas Akhir saya yang cuma dibatasi sampe 2 lembar thok tidak akan sanggup menampung nama orang-orang yang telah ikut memberikan andil selama proses pengerjaan TA. Biar jasa-jasa mereka tetap terkenang sampe akhir hayat,,maka saya tulis nama kalian di ‘rumah digital’ ini..

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Jazakumullah Khoiron Katsiron

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

#) Sie Support and Motivation
–> My parents,,,benar-benar sumber motivasi yang kuat biar cepet lulus,,,padahal kuliah kan nikmat,,,heuheu,,,
–> My lovely brother,,,tempat melepas segala gundah gulana, kegilaan, kepenatan, keluh kesah selama berkutat dengan TA,,
–> Depe, Xely, Mail,,dan AccessNet crew laennya,,,masih teringat kata-kata “hidup mulia ato mati syahid”,,,hayo-hayo sing rung lulus gek ndang lulus,,, :D
–> Heny Kur-kur,,QQ chunbyun,,,meskipun kalian nun jauh disono,,tapi kata-kata penghiburan kalian tetap sampai ke bandung,,,hehe..
–> Kalo divisi ini emang amat sangat banyak sekali,,,satu kata semangat saja sungguh sangat berarti…

#)Sie Bimbingan
–> Siska,,,partner bimbingan sejak dari pembuatan proposal,,,meskipun pada akhirnya dirimu meninggalkan aku sendirian karena dirimu lulus duluan tapi aku ikhlas Sis,,,
–> Depe,,,tugasnya janjian dengan pembimbing,,forward sms,,bimbingan bareng deh kita,,, :D
–> Mbak Lafi,,,konsultan bimbingan dari awal golek judul sampe akhir,,

#)Sie Application
–> Mas Sanjie plus mbak Syarach,,,file-filenya sangat membantu sekali..
–> Kuni Kun-cung,,sumber inspirasi…jadi nemu rumus buat perhitungannya,,,good job Sist..
–> Na”,,,my error handler…mantep,,cuma lewat email bisa langsung tau salahnya,,,ck,..ck…ck…
–> si Budi, si Bay, si Petruk,,,master-master php tempat bertanya kalo ada yang gak ngerti,,,berhubung semuanya ngerti basa jawa saya cuma mau bilang ‘matur nuwun’ bersedia meluangkan waktunya menjawab pertanyaan-pertanyaan saya yang sepele…

#) Sie pem-Book-an
–> Eny,,Nadiya…walah printernya manntap jaya kramat jati tenan kie,,,lancar puoolll,,,tengkyu so much my prends,,
–> Uwix,,,abstraksi inggris gak akan jadi tanpa bantuannya,,,-enak tho Wix Silverquin’e-..
–> penjual kertas, tinta, klip,,Tukang njilid,,tukang fotokopi…meskipun harus keluar banyak duit tapi tetep terima kasih wis,,,tanpa kalian buku juga gak akan jadi,,,:D

#) Sie per-Sidang-an
–> Gunawan,,Deny…wadhuh matur nuwun sanget mas-mas,,kalo gak ada kalian infocus gak akan nyala dan sidang bisa ditunda,,*halah,,berlek…
–> Depe, Xely…saksi sejarah…
–> Mas Aji,,,lumayan ada orang yang bisa di suruh translate slide sidang,,,

#)Sie Pasca sidang
–> Lady,,,partner in administration…terima kasih atas kerjasamanya selama ini…
–> Deny,,,walah,,lagi-lagi Den,,matur nuwun,,cover cd, pdf, dkk tak akan jadi tanpa bantuanmu..sori telah membuat ban motor lebih aus,,,debu nambah banyak nempel di benper motor,,,bensin habis,,,

Think,,think,,,think,,,ada yang kurang gak yah??
Banyak nie kayaknya yang belum kesebut,,,yah,,maafkan daku yang pelupa jika memang ada yang terselip namanya,,

Otak pun gak akan berfungsi baik kalo gak dirangsang sama alunan nada pas ngerjain TA,,,
Lagu-lagu yang nongkrong di playlist selama TA :
1. Sedekah-nya Opick
2. Cahaya-nya The Fikr
3. KAHJ-nya The Fikr
4. Florence~ost Kanon
5. Last Regret~ost Kanon
6. Reflectia~ost True Tears
7. dkk,,,
1,2,3 tetep nongkrong mpe sekarang di playlist..4,5,6 berhubung lagi ramadhan saya juga puasa ndengerin lagu2 jahiliyah maka untuk saat ini sudah dihapus dari playlist..Semakin mendekati masa-masa pendaftaran saya lebih sering dengerin murotal,,terbukti lebih mampu menenangkan hati dan pikiran,,,Adem,,

Ada kalanya otak akan jenuh juga kalo kelamaan ngerjain TA,,maka saya nyambi nonton film juga,,hehe…*makanya kagak slese-slese,,
1. True Tears (completed)
2. Kanon (completed)
3. Bloody Monday (1 episode doank…lanjut hbs ramadhan,,)
4. Clannad (1-17,,sisanya nyusul juga abis lebaran)
semua film di-donlot dari ftp://10.14.200.141

Whuaahhh,,,,berakhir juga skripsi,,thesis sudah menunggu di depan mata,,,hayah…
Akhirnya,,bisaaa,,,,

Baca buku sebanyak-banyaknya,,,Ngoprek sepuas-puasnya,,,Bertualang sejauh-jauhnya,,,Yuupii


Assalamua’alaikum wr wb,,, :D

Begitulah kehidupan ini, kau tidak pernah berhak bertanya atas keputusan Tuhan. Kita mengenal kehidupan demokratis, kebebasan memilih, kebebasan keinginan, diajarkan langsung oleh-Nya melalui kitab suci, tapi ironisnya justru tidak ada kata demokratis, tidak ada kesempatan memilih dengan takdir-Nya. Kau tidak berhak protes. Tidak sama sekali…

Setiap kali kau protes, maka seseorang akan mengingatkan bahwa Tuhan Maha Adil. Yaaa,,,Tuhan Maha Adil. Karena kita terlalu bebal maka kita-lah yang tidak tahu dimana letak keadilan-Nya, tidak tahu apa maksud-Nya….Kalau kita tidak pernah mengerti, itu jelas karena kita terlalu tolol, bukan berarti Tuhan tidak adil, Tuhan selalu benar…

Subhanallah,,,mantap….

Buku Tere Liye kedua yang saya baca setelah ‘Hapalan Shalat Delisa’. Dan lagi-lagi kisahnya membuat hati ini bergetar ketika membacanya. Buku yang saya ambil ngasal dari rak buku di salah satu kios di Palasari yang slese dalam waktu 5 jam yang akan diserahkan pada perpustakaan IT Telkom sebagai salah satu syarat biar bisa dapat ijazah–Jadi berat mo ngasih ke perpus– :(

Kisahnya agak sedikit flashback. Awal baca saya salah menebak ceritanya,,,

Melati,,,seorang anak berumur 6 tahun yang karena sesuatu kejadian menjadikan dia buta dan tuli..

Karang,,,pemuda yatim piatu yang sangat menyayangi anak-anak dan karena suatu ‘tragedi’ kehidupannya mulai berubah menjadi ‘menyedihkan’..

Hampa, kosong, gelap, sepi, sendiri…itulah yang dirasakan Melati. Telinganya yang tak dapat mendengar, matanya yang tak dapat melihat,,otomatis membuat mulutnya yang tak dapat berbicara pula. Akses bagi Melati untuk berhubungan dan mengenal dunia benar-benar tertutup. Sampai akhirnya datanglah Karang yang dengan kemampuannya untuk bisa memahami anak-anak berusaha membuka akses komunikasi Melati.

Membaca kisah ini saya teringat dengan kisah Nabi Musa dan Nabi khidir. Nabi Khidir melakukan tindakan-tindakan yang tidak dapat dipahami oleh Nabi Musa. Se-tidak masuk akal perbuatan Nabi Khidir tersebut ternyata di dalamnya terdapat hikmah yang sedemikian besar. Demikian juga dengan Karang,,dia berusaha mengajarkan dan mengenalkan dunia pada Melati dengan caranya sendiri. Tindakan-tindakan yang dilakukannya dari luar tampak begitu kasar dan keras serta tidak akan dimengerti oleh orang lain, tapi apa yang dilakukannya membuahkan hasil,,terciptalah akses bagi Melati untuk berkomunikasi dengan dunia luar

Ada satu lagi yang saya tangkap dari kisah ini. Perhitungan dan janji 4WI itu pasti tepat,,Seluruh rangkaian kehidupan yang kita jalani sudah diatur sedemikian rupa oleh 4WI,,

“Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan,,,”
Jangan pernah berhenti berharap akan keajaiban-keajaiban yang suatu saat akan diberikan 4WI untuk kita,,,karena janji 4WI itu benar,,

=Kisah ini diilhami dari cerita Hellen Keller=


Assalamu’alaikum,,, :D

“The Power of Words” ada gak sih istilah kayak gitu?? Yah, sudahlah, itu mah gak penting. Yang penting saya sudah merasakan sebuah kekuatan dari rangkaian kata-kata. Renungan ini saya dapat dari sebuah buku dan sampai saat ini masih menempel di dinding kamar saya. Nah, sekarang saya mau membaginya dengan kalian :)

*Sebuah Renungan*

Dahulu aku telah dapat merasakan adanya Allah, tetapi sekarang aku dapat melihat-Nya,,

Dahulu aku selalu memanggil-Nya dan kini aku benar-benar mendengar-Nya,,

Dahulu aku takut kepada-Nya, selalu aku gentar, tetapi kini aku sungguh-sungguh mencintai-Nya,,

Dahulu aku menyeru-Nya, tetapi kini aku dapat melihat-Nya di sampingku, dibelakangku, bahkan dimana-mana,,

Dahulu aku selalu memohon pertolongan-Nya dengan menyebut ’Ya Robbi’, tetapi kini bila aku berucap ’Yaa Rabbi’, maka itu aku lakukan semat-mata karena aku mensyukuri segala nikmat-Nya dan kala aku bertahmid kepada-Nya,,

Kini aku telah dibiasakan Allah SWT untuk dapat melihat-Nya dengan lebih terang disaat keadaan gelap, daripada di waktu keadaan terang,,

Di dalam gua aku dapat melihat Allah SWT lebih jelas daripada sebuah puncak gunung yang tinggi,,

Bagiku, di saat kekalahan, Allah SWT dapat terlihat lebih jelas jika dibandingkan dengan apa yang dapat kusaksikan pada saat kemenangan berada di dalam genggamanku,,

Pada saat setiap kali aku harus menghadapi ujian dan cobaan, maka aku merasakan kelembutan tangan Allah SWT menjulur menyentuh hatiku, mengisinya dengan lebih lagi keimanan, melengkapi serta lebih menyempurnakan lagi keimanan yang selama ini memang telah bersemayam di dada,,

Kini aku menyadari dan benar-benar merasakan bahwa keimanan sungguh-sungguh merupakan suatu kenikmatan yang menimbulkan rasa kebahagiaan yang mendalam,,

Hanya Allah SWT-lah yang semata-mata kita pergunakan sebagai tali tempat kita bergantung, layaknya tali parasut yang digenggam seseorang yang terjun di angkasa lepas, perlahan-lahan menuju ke pendaratan yang mulus di atas hamparan rumput yang hijau,,

Kekuatan Allah SWT semata yang telah kita pergunakan sebagai tongkat dan perisai yang kita pakai mendaki batu-batu terjal serta kerikil-kerikil tajam zaman,,

Kodrat Allah SWT adalah layaknya roket yang meluncur tegar menembus seluruh lapisan awan keputusasaan serta angin penghalang yang senantiasa merintangi,,

Pengalaman telah pula mengajarkan kepada kita bahwa keimanan yang utuh dan kukuh adalah senjata rahasia yang ampuh dalam kehidupan yang mampu :
Merubah keragu-raguan menjadi tekad yang bulat
Merubah kelemahan menjadi kekuatan
Merubah kegelisahan menjadi kemantapan
Merubah kegagalan menjadi keberhasilan

Berapa kali aku merasa jatuh terjerembab, lalu ditolong. Tak terhitung banyaknya aku sudah menyerah pasrah lalu aku ditolong,,

Dan berapa kali pula aku merasa telah kalah tapi kemudian mendapat bantuan dan dimenangkan,,

Pada saat aku merasa sendirian tanpa seorang kawanpun juga serta tanpa seorang penolongpun maka aku menuju dan menengadahkan wajahku kepada Allah SWT. Dan akupun tidak lagi sendiri. Kini di sampingku banyak…banyak…banyak…Dialah Allah Ar-Rahman..

*Finish*

Get the sense of it??

Yah, tiap individu mempunyai sikap yang berbeda dalam memaknai sesuatu. Bagi saya rangkaian kata-kata tersebut telah membangkitkan rasa optimisme saya ketika sedang “down”.

Yuup…

‘Cause 4WI will always with me.. :D

Hasbunallah wa ni’mal wakiil, nikmal maula wa ni’mal nasirr


Assalamua’alaikum wr wb,,, :D

Maaf Yah,,Hemm,,sudah lama tidak menulis tausyiah. Terlalu konsen sama Tugas Akhir yang entah kapan akan benar-benar berakhir. Sebuah cerita pendek yang benar-benar pendek tapi sarat makna, Insya 4WI, bagi yang mau mengambil hikmah.

=========================================================================

Suatu hari dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.

Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU. Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya,

“Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas PASIR, dan sekarang kamu menulis di BATU?”

Temannya sambil tersenyum menjawab,

“Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita agar tidak bisa hilang tertiup angin.”

=========================================================================

Kalau cuma membaca memang mudah yah, tapi mungkin jika kita mengalaminya sendiri akan sangat sulit untuk mengucapkan sebuah kata “MAAF”. Rasa sakit terutama sakit hati yang dialami seakan tidak cukup diobati hanya dengan kata “maaf”.

Satu hal yang bisa kita lakukan untuk mempermudah mengucapkan kata “maaf” adalah ber-husnudhon alias berbaik sangka pada saudara kita sendiri. Kita coba untuk melihat dari sudut pandang saudara yang telah menyakiti kita. Mungkin saja dia hanya bermaksud bercanda tapi kita sendiri yang berlebihan dalam menanggapi. Atau dia lagi dalam kondisi yang ‘full of problem’. Atau jangan-jangan kita sendiri yang telah tanpa sengaja menyakiti saudara kita terlebih dahulu hingga dia bermaksud ‘membalas dendam’. Yah,,ada banyak alasan yang bisa kita gunakan untuk ber-husnudhon pada saudara kita. Intinya sebenarnya pada keikhlasan dan kelapangan hati kita..

Jika kita memang benar-benar berat memaafkan orang lain, cukup serahkan ‘rasa sakit hati’ kita pada 4WI, yang pasti mengetahui bagaimana berat dan sakitnya rasa sakit yang kita alami. Trus, coba aja baca doa ini:

“Ya Allah, balaslah kebaikan siapapun yang telah diberikannya kepada kami dengan balasan yang jauh dari yang mereka bayangkan. Ya Allah, ampuni kesalahan-kesalahan saudara-saudara kami yang pernah menyakiti hati kami.”

Rasulullah SAW said :

“Tiga hal di antara akhlak ahli surga adalah memaafkan orang yang telah menganiayamu, memberi kepada orang yang mengharamkanmu, dan berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk kepadamu”.

Terakhir:

Saya mohon maaf sebesar-besarnya pada siapapun yang merasa telah saya sakiti. Maaf jika selama ini telah bersifat terlalu egois. Maaf jika belum dapat memberi bantuan ketika teman-teman membutuhkan bantuan. Maaf jika ada perkataan yang ‘nyeplos’ dan menusuk tajam ke dalam hati kalian. Dan saya mohon jangan pernah kalian adukan pada 4WI SWT rasa sakit hati yang pernah saya buat pada kalian,,,saya tidak akan sanggup menahan beban yang teramat berat tersebut,,,Oke,,(^^)b

.:: Ashiif Jiddan Saudara-Saudaraku :D ::.


Hemm,,sepertinya ada yang kurang dari postingan-postingan kemaren. Kurang,,
Assalamu’alaikum wr wb… :D
Insya 4WI mulai postingan ini akan selalu dimulai dengan kalimat diatas..

Siang ini,,seperti biasa kalo dah mentok ngerjain TA gak nemu-nemu langsung pelampiasan ke facebook. Nge-junk,,,kebiasaan buruk..
Lagi asik-asiknya ngasih komen,,tiba-tiba..muncul kalimat peringatan,,
“silakan login untuk bisa menuliskan komen” (aslinya sie pake basa inggris, yah karena kasihan ntar yang baca tulisan ini gak ngerti, saya berbaik hati mengartikan lah ya :D ),,
Hemm,,,saya jadi heran. Kok bisa??Ya udah, supaya bisa login saya logout dulu. Nah,,begitu login lagi muncul tulisan kayak di gambar ini nie…

======================================================================

======================================================================

tuing-tuing,,,tambah gak ngerti aja awak ini..
Selidik sana selidik sini ternyata account facebook saya sudah Di-DISABLED..
Weleh,,yo wis tho ya…
Begitu baca-baca di FAQ-nya (inggris semua bo’..) ada solusi supaya saya mengirim email ke disabled@facebook.com…
“Whuihh,,,pake bahasa apa nie” *pikir saya*
Bahasa inggris 2 aja cuma dapet B. Ya sudah lah, dengan berbekal bahasa inggris seadanya saya kirim email ke alamat diatas.
Setelah itu saya coba tanya-tanya ke teman-teman yang lain. Sapa tahu ada yang pernah mengalami kejadian sejenis ato tahu cara ngatasinya. Bukannya ngasih jawaban malah awak ini dikira melakukan perbuatan anarkis,,karena menyalahi peraturan yang ada di fesbuk..tampang polos gini berbuat anarkis???diragukan… :)
Akhirnya via blog saya mendapat jawaban dari seorang teman yang mempunyai pengalaman yang sama,,

Pertanyaan saya :
“Arief…
blog-mu kie kok ra tau mbok update tho..:D
eh arif meh takon kie..
account facebookmu wingi ke block kan yah??
trus carane balekke piye??
account facebook-ku di-disabled ik…
sangkyu teman..”

Jawaban teman saya :
“hallo mbak,,
aq pindah blog,,
blog sing lawas nggateli,,lemot abis,,makane pindah aq,
hahahhaa
tinggal kirim ae email komplain,misuh2 yen perlu neng
disable@facebook.com”

Heuheu,,ternyata emang solusinya cuma kirim email ke disable@facebook.com. Gak ding ada satu lagi,,buat account fb baru,,*males,,*
Pas nyari-nyari gambar buat ‘hiasan’ di dinding blog, saya dapet informasi ternyata emang banyak juga yah yang account FB-nya kena block. Dan alasanya juga macem-macem. Ada yang karena kebanyakan add friends, nge-add friends yang gak dikenal,,dsb..woalah fb-fb,,

Hemm,,kurasa diriku menemukan hikmah dibalik di-disable-nya account facebook Isnaini Nuri. Sepertinya 4WI ingin mengingatkan kalo diriku dah banyak melakukan perbuatan sia-sia..Ngejunk terlalu banyak emang gak baik buat kesehatan.. :D *gara-gara anak lab nie jadi doyan nge-junk gak jelas..*,,
Whuah,,4WI emang perhatian sama diriku ini,,, :D
Tapi yang disayangkan, gara-gara gak bisa buka FB jadi gak bisa kasih tausyiah lagi nie..huff,,padahal status di fb tu bisa jadi sarana yang efektif buat merecoki para fesbuker yang lain..selain itu tausyiah jadi gratis juga gak perlu pake sms,,hehe..Bisa dapet ceramah dari yang lain juga,,
Trus gak bisa lagi jadi muadzah di fesbuk…haha,,,
Dan yang pasti kalo lagi kangen rumah gak bisa chat sama kakak tercinta,, :(

Untung konsultasi TA via fesbuk sudah berakhir untuk sementara… :D

Yahh,,sekarang tinggal nunggu aja. Apakah account FB Isnaini Nuri bisa balik lagi. Tadi baca-baca forum sih ada juga yang accountnya gak bisa di-enable lagi. Ada yang 2 minggu baru bisa aktif, ada jug yang cuma 2 hari bisa aktif lagi…

Splashy,,,splashy..
Berarti tinggal winamp yang menemaniku mengerjakan TA..kalo mentok,,hemm,,bisa nonton film yang masih mendekam di memori kompi, ato baca buku, ato blog walking, ato malah nulis di bloh ajah,,ato baca Qur’an..*hapalan juga blom nambah2*…
Oh iyah,,,kan ada 4WI juga yang selalu menemaniku mengerjakan TA yah…always,,, n__n

=Thanks to 4WI=


Sebenarnya postingan ke-2 untuk kategori AccessNet adalah profil-profil crew-nya. Tapi berhubung blom mendapat semua foto anak-anak gokil tersebut one by one yah kapan-kapan aja lah ya. Sekalian aja nanti perkenalan crew-crew baru AccessNet :D
Dua orang crew AccessNet yang “bisul” nya dah meletus yaitu :

1. Nur Alma Manggiasih, S.T.
AlmaWaktu: 21 Juli 2009 pukul 13.00 WIB,,
Result :A dengan nilai pencapaian 83 (mantap rek,,).
Konsumsi: Mantap juga,,:D
Kalo menurut saya sidangnya si Alma ini termasuk lancar..adem banget dah sidangnya (dilihat dari sisi penonton sie, gak tau si Alma-nya gimana rasanya). Si Alma ngejawabnya juga lancar aja.

2. Muhamad Syarifuddin Soekarno, S.T.

Kak UdinWaktu: 23 Juli 2009 pukul 09.00 WIB..
Result :A dengan nilai pencapaian 83 juga..
Konsumsi: berlimpah ruah,, :D
Kalo Kak Udin sidangnya sepi. Yang nonton cuma daku sama xely, oh ya ditengah2 acara sidang si gegi dateng. Dan hasilnya konsumsi berlimpah..haha…
Lebih serem sidangnya Kak Udin daripada Alma. Meskipun gak terlalu tegang2 banget. Hasil sidang memuaskan tapi revisinya mengerikan… :D
Nah ini asyiknya. Begitu sidang Kak Udin selesai langsung malamnya kita go out makan-makan..

Hal yang patut disayangkan dari kedua sidang tersebut adalah :
saya lupa mendokumentasikan setiap kejadian tersebut. Jadinya,,foto2nya saya ambil dari yang ada di memori kompi saya aja. Sayang banget yah,,, :(

Nah, setelah dihitung-hitung saya nonton sidang TE sebanyak 4 kali, sidang TI baru sekali, sedang sidang IF babar blas…
TA lebih berhubungan sama IF…
Kuliah pastinya di Teknik Industri…
Jadi kesimpulannya,,,campur aduk gak jelas…

Dan, the last, saya mau mengucapkan selamat pada Alma dan Kak Udin,,,

“Semoga semua ilmu yang telah didapat selama ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat. Selamat bertualang di kehidupan yang tentunya lebih keras daripada kehidupan kampus biru. Lanjutkan perjuangan kalian Gan,,
hemm,,sepertinya ada yang terlupa,,doakan saya secepatnya menyusul yah,,, :) >- …mupeng nih..”

Oh ya, sepertinya ada satu lagi yang sidang,,
Mas Gun yak,,tapi karena saya gak nonton jadi no cerita..
Maaf ya mas,, :) Tapi kayaknya lancar-lancar aja yah Mas…

=================================================================
“dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.”(Al Najm:39)
=================================================================


rat_typing_in_academic_gownPerkembangan Tugas Akhir Isnaini Nurisusilawati NIM 112050003..
Yang sudah dihasilkan (Alhamdulillah) :
1. Peta sudah berhasil dimunculkan di web
2. Query memunculkan nama-nama industri dalam suatu kecamatan beres..
Yang mesti dikerjakan :
1. Query menentukan kawasan sentra industri potensial
2. Halaman login admin dan tampilan admin..

Yosh…(^-^)/
Mesti berusaha lebih keras lagi. Sudah beberapa hari mampet ngerjain. Gak ada ide sama sekali. Bingung harus mulai darimana. Alhamdulillah, hari ini sepertinya 4WI menyadarkanku banyak hal. Berapa banyak waktu yang sudah kuhabiskan untuk hal yang sia-sia. Telepon dari rumah kembali mengingatkan untuk segera menyelesaikan amanah yang sudah mereka berikan..
Aku tahu doa-doa mereka akan selalu mengalir untukku. Dan aku tak ingin menyia-nyiakan doa mereka..
Ramadhan sebentar lagi..setidaknya pulang mudik lebaran kali ini aku ingin bisa berkata..
“Ibu..Nuri lulus..”
*dan kubisa melihat senyum mereka mengembang*
Amin..

Hwuahh,,,
sepertinya otak ini memang perlu diaktifkan lagi..sudah terlalu lama otak ini tertidur..

“..Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri..”(QS Ar Ra’adu :11)

Go Nuri GO…!!!


33Judul Buku : PANDUAN MENGGUNAKAN MAPSERVER
Pengarang : Ruslan Nuryadin, Ir
Harga : Rp 50.000

Tengkyu so much buat buku ini. Teramat sangat membantu sekali ketika mengerjakan Tugas Akhir.
Isi buku ini antara lain :
1. Pengenalan MapServer
2. Pengetahuan tentang peta digital
3. Instalasi MapServer di windows dan bermacam-macam distro linux (fedora, slackware, debian)
4. Konfigurasi MapServer (struktur file MAP dan file template dan penggunaan MapLab)
5. MapServer sebagai program CGI (Common Gateway Interface)
6. Pengembangan aplikasi berbasis MapServer (pemrograman dengan PHP/MapScript, Instalasi Chameleon, penggunaan framework Chameleon)
Buku ini juga disertai dengan CD yang berisi bundel ms4w serta file-file yang digunakan sebagai contoh untuk pembelajaran MapServer.
Buku ini termasuk lengkap, hanya sayangnya belum ada tutorial untuk penggunaan databasenya.
Yah, sapa tau besok saya bisa merancang buku yang lebih komplit lagi,,hehe,,
Yang mau belajar MapServer, sok aja pake buku ini. Insya 4WI bermanfaat…


Zaydanhehe,,
Maaf ya mas, status facebookmu tak jadiin judul.

Telah lahir dengan selamat seorang putra dengan nama “Muhammad Zaydan Tirta Setyabudi”. Akhirnya, keponakan pertama lahir juga. Sayang mpe sekarang blum bisa liat plus gendong plus nguyel-uyel *maafkan mbak mu ini ya Dek,,*.
Aku hanya bisa berharap dan berdoa dari Bandung untuk keponakanku yang ada di Klaten sono :
“Ya 4WI jadikan Muhammad Zaydan Tirta Setyabudi seeorang anak yang berbakti kepada-Mu, bisa menjadi penyejuk mata bagi kedua orang tuanya, serta termasuk anggota mujahid-Mu. Amin..”
Pesanku padamu yo Nak Zidan..
“Jangan jadi kayak Bapakmu yo Nak..Buandel’e puol..niru Tantene wae,,*blaik,,tante. Jadi merasa tua..:D*”

“Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar’.” (QS Lukman:13)

Hwoaa,,,pengen cepet pulang..!!!
Kuingin mencium,,memeluk,,menggendong dan meng-uyel2mu, adikku…

Arti nama:(sayang ku tak ada kesempatan urun jeneng)
Muhammad__biar berakhlak seperti Nabi Muhammad
Zaydan__ kelebihan
Tirta__air
Setyabudi__jenenge bapake,,:D
.::seperti air yang berlimpah yang akan selalu memberikan kesegaran dan kesejukan pada yang lain::.

*kethoke nek ndak salah sie*


Sumpah kalo yang ini 100% copas dari blog http://akmal.multiply.com/journal/item/736 karena dirasa emang patut untuk disebarluaskan,,,:)

assalaamu’alaikum wr. wb.

Di abad informasi ini, berita dari New York bisa sampai di Indonesia jauh lebih cepat daripada pesawat yang paling cepat sekalipun. Seorang istri ditampar suaminya, sejam berikutnya ribuan orang sudah baca curhatnya. Barangkali itulah sebabnya pihak manajemen RS Omni begitu khawatir pada tulisan Ibu Prita. Internet memang membuat batasan-batasan geografis menjadi tidak relevan.

Kecepatan menjadi kata kunci dalam segala hal. Bermunculanlah situs-situs berita yang mengandalkan kecepatan. Tentu mereka tak perlu bilang bahwa pada level tertentu, kecepatan bisa mengorbankan akurasi. It’s bad marketing, of course. That’s why it’s never been said. Tapi kenyataan itu terjadi berulang kali. Dan kenyataannya, seperti yang berulang kali ditunjukkan dalam tulisan-tulisan Sirikit Syah, seorang pakar jurnalistik, menuntut tanggung jawab media atas pemberitaan yang dilakukannya sangat mudah. Belum apa-apa sudah dituduh memasung kebebasan berbicara. Tapi menyatakan pendapat dan mewartakan kebohongan adalah dua hal yang sangat berbeda.

Maka kecepatan pun menjadi kata kunci bagi para konsumen berita. Pokoknya asal cepat. Semua ingin jadi yang paling pertama tahu, entah kenapa. Maka jatah siaran infotainment pun diperbanyak, mulai dari pagi, siang, sore, malam, dan konon tengah malam pun ada. Semua ingin cepat-cepat mengetahui, apakah artis A jadi cerai atau tidak, apakah artis B sedang cari jodoh atau masih betah sendiri, atau ingin tahu detil cerita tentang kejutan di acara ulang tahunnya artis C. Tidak masalah beritanya penting atau tidak, yang penting jadi yang pertama mendengarnya. Pada titik ini, akurasi berita sudah hilang sama sekali dari prioritas.

I think about these kinds of things a lot. Kadang jadi masalah sepele, kadang rumit juga, bahkan adakalanya menjadi gawat. Berbeda dengan pola pikir liberal murni yang membatasi hidup pada seputar dirinya saja, kita sebagai Muslim punya tuntutan untuk berpikir sebagai satu tubuh yang saling menunjang. Oleh karena itu, respon terhadap berita yang mungkin mengganggu stabilitas tubuh ini mesti ditanggapi dengan serius. Saya akan menggelar sebuah studi kasus untuk mempermudah kita memahaminya.

Studi Kasus

Senin malam, 1 Juni 2009 yang lalu. Saya sedang pergi keluar, mencari makan malam. Sampailah pesan singkat itu di ponsel saya. Beginilah kutipannya :

Presiden PKS, Tifatul Sembiring, Majalah Tempo, 7 Juni 2009 : “Apa kalau istrinya berjilbab lalu masalah ekonomi selesai? Apa pendidikan, kesehatan, jadi lebih baik? Soal selembar kain saja kok dirisaukan?”

Begitulah kutipan beritanya. Analisisnya? Tenang, masih ada lanjutannya :

Astaghfirullah! Bagaimana jika pertanyaan itu dilanjutkan : “Apa kalau capresnya shalat, puasa, zakat, dan berhaji lalu masalah ekonomi selesai? Apa pendidikan, kesehatan, jadi lebih baik?” Sama dengan shalat, puasa, zakat dan berhaji, jilbab itu perintah Qur’an. Demi koalisi dengan SBY-Boediono, Tifatul tega mereduksi perintah Qur’an jadi “soal selembar kain”. Astaghfirullah!

Pesan singkat di atas tidak saya ubah sama sekali, kecuali beberapa kata yang sebelumnya disingkat, karena untuk kebutuhan SMS memang biasanya orang melakukan penyingkatan kata. Tapi insya Allah isinya demikian adanya.

Saya cuma geleng-geleng kepala membaca pesan singkat itu. Sayang, pulsa sudah habis untuk menjawabnya.

Keesokan paginya, dari berbagai milis, berita yang sama pun beredar kembali. Ust. Tifatul Sembiring telah melecehkan kewajiban Muslimah untuk mengenakan jilbab, hanya demi koalisi dengan SBY-Boediono. Begitulah cemoohan orang-orang. Penjilat, oportunis, pragmatis, berbagai predikat pun melayang bebas. Muncul pula pertanyaan seputar aqidah ust. Tifatul. Nampaknya inilah titik ekstremnya.

Sebagai penutup kasus, perlu disampaikan pula bahwa pada sore harinya klarifikasi yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul juga. Seseorang meneruskan pesan singkat yang dikirimkan oleh Ust. Tifatul sendiri kepada seorang ustadz lainnya yang meminta klarifikasi. Begini bunyinya (sekali lagi, penulisan saya benahi karena konteksnya berubah, dari format pesan singkat menjadi format blog) :

Antum percaya Tempo atau ana? Antum baca deh artikel yang menyerang PKS di Tempo. Dia tanya, “Apakah PKS menekan SBY agar Bu Ani pakai jilbab?”, saya bilang “bukan!”. Dia tanya, “Apakah Bu Ani berjilbab lantaran alasan politik?”, saya jawab “Nggak tahu, tanya langsung ke orangnya!” “Anda ini rewel banget,” kata saya, “urusan selembar kain diatas kepala wanita, die gak pake kerudung ente ributin, dah pake kerudung diributin juga!”. Itu bahasa saya ke Tempo, yang saya tahu wataknya tidak Islami. Nah, percaya siapa?

Klarifikasi datang, kasus ditutup. Tapi yang ingin saya bicarakan bukan kasusnya, melainkan hal-hal kecil yang seringkali terlupakan di sekitarnya.

Ukhuwwah : Sebuah Uji Konsistensi

Setelah klarifikasi datang, terjadilah arus balik. Mereka yang mencemooh kini harus menghadapi nasib sebagai yang dicemooh balik. Kenapa sembarangan mengambil berita? Mengapa Tempo dianggap lebih tsiqah daripada Ust. Tifatul? Mengapa tidak kembali pada materi-materi ukhuwah yang sudah dipelajarinya bertahun-tahun? Mengapa tidak kembali ke ashalah dakwah yang mendahulukan husnuzhzhan dan tabayyun, sebelum ambil kesimpulan dan mem-forward e-mail dan SMS kesana kemari?

Ada yang berkelit, katanya ini bentuk ukhuwwah juga. Kalau ada yang mengkritik PKS, itu artinya dia sayang pada PKS. Yang mencela sebenarnya tengah mengekspresikan ekspektasinya yang sangat tinggi pada PKS, sehingga urusan jilbab ini menjadi sangat penting baginya.

Alhamdulillaah, rupanya ukhuwwah masih disinggung-singgung. Masih ada yang ingat pada ukhuwwah. Tapi bagaimanapun harus dicek konsistensi ucapan dan perbuatannya.

Allah dan Rasul-Nya menghendaki umat Islam ini menjadi satu keluarga besar. Semuanya harus saling memperlakukan bagai saudara, bahkan dalam analogi yang paling tingginya, bagaikan satu tubuh. Kita cukupkan pada analogi ‘saudara kandung’ saja, agar mudah membayangkannya.

Bayangkanlah suatu hari Anda pulang ke rumah, lalu dalam perjalanan disapa oleh seorang penjaga warung yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah Anda. Lalu ia bercerita bahwa adik Anda yang terkenal alim itu diam-diam suka berdua-duaan dengan perempuan yang bukan mahram-nya ketika Anda tidak sedang di rumah. Kemudian dengan perasaan marah, Anda pulang ke rumah. Mendapati adik sedang santai-santai di depan teras, ia langsung didamprat di tempat. “Dasar nggak tahu malu! Ternyata kamu begini ya kelakuannya. Main perempuan seenaknya di rumah. Apa kata tetangga? Bikin malu orang tua aja!!!” Tetangga-tetangga dalam radius 30 meter pun ikut menyimak Anda memarahi adik sendiri.

Lima menit kemudian, lewatlah sang penjaga warung dan berkata : “April Mop!” Sayangnya tidak banyak yang mendengar. Sudah banyak yang kembali ke urusannya masing-masing, dengan menyimpan ‘pengetahuan’ bahwa adik Anda ternyata suka main perempuan.

Beginikah yang namanya saudara? Lebih percaya pada orang lain, daripada adik sendiri? Langsung mempermalukannya di depan umum, dan bukannya mengajaknya bicara dari hati ke hati?

Jawaban Ust. Tifatul di atas sebenarnya cukup untuk membuat hati teriris-iris, kalau memang kita merasa bersaudara. Bagaimana perasaan Anda kalau adik, kakak, anak, atau orang tua Anda bertanya dengan getir, “Kamu percaya pada saya atau pada mereka?” Hilangnya kepercayaan orang adalah salah satu hal yang paling menyakitkan yang bisa terjadi di dalam keluarga. Betapa perihnya hati begitu mengetahui bahwa saudara kita sendiri tidak percaya pada kita. Saya harap mereka yang terlanjur mencemooh Ust. Tifatul (dengan alasan “ukhuwwah”) juga merasakan getirnya jawaban beliau.

Dunia Maya dan Tanggung Jawab Moral

Mari berpikir lebih teknis. Begitu dengar berita miring, Anda langsung kirim e-mail ke berbagai milis, SMS ke handai-taulan, bahkan kalau perlu pasang juga di blog atau di Facebook. Ketika Anda mengirimkan sebuah berita, maka Anda pun telah memicu sebuah reaksi berantai. Katakanlah, dalam waktu 2 jam setelah Anda menyebarluaskan berita itu, sudah 1000 orang yang menerima berita itu dan menganggapnya sebagai berita yang benar. Dari 1000 orang itu, ada yang ikut mencemooh, ada pula yang cuma diam saja dan menyimpan informasinya dalam benak.

Dua jam setelah Anda menyebarluaskan berita, muncullah klarifikasinya. Ternyata itu semua bohong belaka! Kalau bicara tanggung jawab moral, maka Anda punya kewajiban untuk menyebarluaskan klarifikasi itu kepada orang-orang yang sebelumnya telah Anda kirimi berita. Tapi apa bisa?

Ya, Anda bisa kirim lagi e-mail dan SMS ke orang-orang dan milis-milis yang sama. Tapi ada dua masalah. Pertama, berita itu sudah bukan hanya berada di tangan orang-orang yang Anda kirimi berita, karena mereka bisa saja sudah meneruskannya ke orang lain. Anda bisa saja bilang bahwa mereka pun bertanggung jawab untuk menghentikan peredaran berita bohong itu, tapi Anda tetap akan dimintai pertanggungjawabannya, karena Anda-lah yang telah menyebarluaskan berita sejak awal tanpa berpikir panjang siapa yang akan menerima berita tersebut.

Masalah kedua : bisa jadi diantara 1000 orang itu ada yang tidak menerima berita klarifikasinya. Jadi bagi mereka, berita yang dipandang shahih adalah berita yang pertama. Sebab, mereka tidak pakai Outlook atau aplikasi semacamnya. Mereka baca berita miring soal Ust. Tifatul kebetulan ketika sedang online. Ketika klarifikasinya datang, kebetulan mereka sedang tidak online. Kemungkinannya lebih besar lagi kalau Anda posting berita itu di blog. Yang membaca posting pertama bisa jadi tidak membaca posting kedua. Akhirnya mereka pun terus menyebarluaskan berita yang sebenarnya sudah diralat itu. There’s nothing you can do about it! Itulah konsekuensi mengikuti milis dan menulis di blog. Yang menakutkannya, kemungkinan besar Anda masih akan dituntut pertanggungjawabannya kelak.

Siapakah Pendusta Itu ?

Peradaban Islam memiliki perangkat yang lengkap dalam menyikapi informasi. Umat ini semestinya adalah yang paling siap dalam menghadapi era globalisasi, begitulah teorinya. Mulai dari prinsip ukhuwwah, mekanisme husnuzhzhan dan tabayyun, larangan untuk mengatakan apa-apa yang tidak kita paham betul, dan masih banyak lagi prinsip lainnya yang seharusnya memberikan kita kekebalan lebih baik dalam menyikapi fenomena bebas beredarnya informasi di masa kini.

Barangkali ada baiknya jika saya menutup uraian ini dengan sebuah hadits shahih yang nampaknya sangat relevan untuk kita jadikan cermin saat ini :

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda, “Cukuplah bagi orang itu disebut pendusta apabila dia membicarakan setiap (berita) yang dia dengar.” (HR. Muslim)

wassalaamu’alaikum wr. wb.

Jadi, bagaimana pendapat anda??
Asli,,saya bukan kader partai tertentu,,,:)</em