Parameter Sukses Itu…

Tahu kenapa profit bisa menjadi sebuah parameter yang keliru dalam menentukan kesuksesan sebuah produk??
Karena target profit tiap perusahaan tidaklah sama. Ada perbandingan relatif antara produk sukses dan tujuan perusahaan. Produk A yang profitnya lebih tinggi dari produk B, belum tentu dikatakan produknya sukses oleh perusahaan karena target profit yang diinginkan belum tercapai. Produk C yang profitnya lebih rendah dari produk D, belum tentu target suksesnya belum tercapai. Meski profit adalah sebuah alat yang handal untuk mengukur suksesnya sebuah produk, tetap, masih ada bias disana jika ingin menjadikan profit sebagai perbandingan kesuksesan antar produk.

Ada orang-orang yang cukup dengan melayani orang lain dan melihat binar kebahagiaan di mata mereka hingga mereka bisa tersenyum puas.
“Inilah kesuksesan.” kata mereka
Ada orang-orang yang harus mencapai sebuah kedudukan tertentu untuk kemudian bisa berkata,
“Ahh yaa, inilah yang selama ini aku inginkan.”

Ada yang ingin sesukses Kisra Raja Persia, ada pula yang ingin sesukses Rasulullah..

Terlalu bias jika membandingkan sesuatu yang tampak karena kita tak tahu apa yang menjadi patokan tiap orang untuk mencapai suksesnya, kan.

Anasir Dunia Itu…

Harta, kedudukan, prestise, pandangan manusia, dan 1001 anasir dunia lainnya. Jika sedemikian memberatkan kenapa masih di bawa juga??
Bukankah semua akan lebih ringan jika ditinggalkan. Ini semua, tidak relevan dengan seluruh perjalanan menuju tujuan.

Jikalau, dunia ini hanyalah sebuah permainan. Kita tinggal menjadikan dunia itu sebuah bola baseball, pukul sejauh-jauhnya and…yess, home run..!!
Lepaskan bat di tangan. Lalu, berlarilah sekuatnya menuju base. Skor pun tercetak di akhir. Banyak.
Bukankah begitu, seharusnya??

Jika kita terlahir sebagai seorang budak, mempunyai 1 tuan itu lebih menyenangkan. Tak perlu dibuat bingung dengan tuan-tuan yang lain. Cukup berpaling ke sang tuan dan melihat reaksi yang akan ia berikan. Anggukan atau gelengan. Melangkah atau berhenti.
Reaksi yang lain, irrelevant.
Bukankah begitu, seharusnya??

Lalu, kenapa masih harus memberatkan langkah dengan kesemuanya??
Lepaskan, murnikan, sucikan. Untuk Allah saja, semuanya…
Bisa??

“Obey Allah. Live your life. Love yourself. Love others. If people don’t like it, oh well. Just keep going.”

 

Wanita dan Neraka

Hadits riwayat Abdullah bin Umar radhiallahu’anhu, dari rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
“Wahai kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar. Karena aku melihat kalian lebih banyak menjadi penghuni neraka.”

Acak buka Al Qur’an karena sedang bawa makanan dan langsung ditujukanNya ke hadits diatas. Baru sampai bagian itu, udah nyesek.

Sudah dibilang kan, menjadi wanita itu mengerikan. Ada berapa banyak dosa yang bisa ia buat tiap hari meski kadang ia tak menyadari. Ada berapa banyak dosa tiap hari yang akalnya sadar kalo ia salah tetap saja karena perasaan yang tak bisa dikendalikan akhirnya terlakukan.

Terlahir menjadi seorang hawa yang dikatakan makhluk yang lebih mementingkan perasaan daripada akal berarti hanya ada 2 kemungkinan untuk menyeimbangkan:

Yang awal, mengokohkan si akal. Pake logika, Neng. Runtutkan sebab akibatnya. Pake manajemen resikonya. Itung bukan hanya sejauh mata memandang tapi sejauh akhirat terbentang.

Kalau emang kapasitas si akal segitu-gitu juga, kokohkan si hati. Jika memang kaum hawa adalah kaum perasaan, maka tak ada yang lebih harus di manage selain hatinya, kan. Tak usah pake itungan sebab akibat, kalo hatinya bersih sudah kerasa gak enaknya kalo tahu yang dilakuin itu salah kok. Begitu sih yang tertulis di buku.

Comotan tahu goreng kedua lalu lanjut baca haditsnya,

“Seorang wanita yang cerdik diantara mereka bertanya,
‘Wahai Rasulullah, kenapa banyak wanita yang lebih banyak menjadi penghuni neraka??’
Rasulullah menjawab,
‘Kalian banyak mengutuk dan mengingkari kebaikan suami’.”

Jlebb lagi kan. Belum punya suami aja udah ngerasa banyak dosa, gimana kalo beneran punya suami..??

Yah, terlepas ada yang bilang karena pengaruh distribusi normal dimana emang jumlah wanita lebih banyak dari jumlah pria, tapi jelas sekali kan perkataan Rasulullah diatas..

– Allahumma ajirnii minan naar –

~ Random thought sambil makan arem-arem di mix sama tahu goreng, minus cabe..
Allah, baik kan…

Dua idealisme berlawanan jalan, dalam satu diri. Pada akhirnya, harus dipilih salah satu kan. Yang paling menenangkan, yang paling diridhoiNya.

Yang mana??
Tanyakan padaNya…
Karena Dia tahu, mana yang masih banyak terkandung anasir dunia di dalamnya.
Karena Dia tahu, kebaikan yang ada di depan sana.

Karena Dia pun kuasa, untuk membuatmu mampu mengiringkan keduanya.

Tradeoff kehidupan…

Dua hari ini, seruangan dengannya. Seorang difabel dengan karakternya yang selalu terlihat lively. Untuk mengerjakan soal, ia perlu bantuan seorang panitia. Si bapak duduk disampingnya. Ia akan memberitahu si bapak jawabannya, dan si bapak akan melingkarinya di lembar jawaban.
-Seperti Stephen Hawking dengan ALS nya, mungkin.-

Melihat semangatnya, kemudian terpikir,
‘Tak malu kah, dengan semua pemberianNya yang tanpa cacat tapi tak pernah maksimal digunakan. Sedang ia, dengan keterbatasannya, dengan penuh percaya dirinya melangkah menggapai citanya.’

Semua titipanNya ini, akan ditanya penggunaannya. Akankah ia menjadi kebaikan yang mengalir meski jasadnya sudah tak berupa lagi. Atau ia hanya akan terhenti ketika ruh dicabut nanti. Atau ia hanya serupa onggokan yang sudah mati meski ruh masih ada di dalam diri. ??

Lalu, tersadarkanlah satu hal lagi. Masih terlalu seringnya berkutat dengan diri sendiri. Hingga dengan sekeliling pun menjadi kurang peduli. Masih ada banyak berserakan hal diluar diri yang bisa disapu dan dikumpulkan kemudian diproses daur ulang dan diberikan lagi untuk sekitar.

Semoga Allah selalu buka kan, hikmah yang tertutup…
Semoga Allah gerak kan, apa-apa yang belum juga beranjak…

78: 12-16

Tujuh langit yang kokoh dibangunNya. Pada langit terendah, dijadikanNya sebuah pelita yang terang benderang. DiturunkanNya air hujan dari segumpal awan. Air langit menumbuhkan apa-apa yang ada dalam bumi. Biji-bijian, tanam-tanaman, dan kebun-kebun yang rindang.

Bukankah lebih mudah menambah strip vertikal pada tanda (-) hingga menjadi (+) dibanding harus menghapus strip vertikal pada tanda (+) hingga menjadi (-)

#magrib
#soreBerkabut

Deja vu ketika berkutat dengan kertas dan pena di sebuah kamar berjendela kecil di turangga dan kamar nan sempit di meadow green.

Pada akhirnya, kehidupan seluruhnya adalah perjuangan.
Istirahat??
Nanti di surga saja. Itu pun jika kakimu mampu menapaknya. Karena ketakutan terbesar itu dari dulu selalu sama. Apakah ini semua akan berbalas surgaNya??

Asar, Kak~

Asar, Kak~

~ junk over nothing
Hanya, menemukan kembali kesenangan bermain dengan angka dan logika. Kesenangan yang sama sedari mengenal matematika.
Hanya, tak ingin lagi mengecewakan mereka yang menyayangi sepenuh jiwa.
Hanya, pengen balik ngejunk lagi bareng si bloggie karena bosan sama bang tweeto..heu..

Sesungguhnya Aku Bersama HambaKu yang Mengingat dan Bibirnya Menyebut Aku

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu..

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman: Aku bersama dengan hambaKu selama ia mengingatKu dan kedua bibirnya bergerak menyebutkanKu.”
(Hadits shahih riwayat Ibnu Majah, al Hakim, dan Ahmad. Lihat Shahiihul Jaami’ no 1906)

img-20160925-wa0007

Penjelasan Hadits
Dzikir merupakan amalan ibadah yang sangat ringan namun pahalanya sangat besar, sebagaimana Nabi bersabda bahwa ada 2 kalimat yang ringan di lisan namun berat di timbangan amal sholih serta dicintai Allah, yaitu:
-) “subhanallahi wa bi hamdihi”
-) “subhanallahil ‘azhim”

Continue reading

Sebarkan Salam, Beri Makan, dan Jadilah Saudara

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu..

Dari Ibnu Umar radhiallahu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sebarkanlah salam, berilah makan, dan jadilah kalian bersaudara sebagaimana Allah perintahkan.”
(Hadits shahih riwayat Ibnu Majah. Lihat Shahiihul Jaami’ no 1089)

wp-1488297211289.jpeg

Penjelasan Hadits
Islam adalah agama yang memerintahkan kepada para umatnya untuk saling berbuat kebaikan terhadap sesama manusia, sehingga tumbuh rasa cinta dan solidaritas di tengah-tengah mereka. Diantara amal perbuatan kebaikan yang sangat dianjurkan dalam Islam untuk dapat mewujudkan hal tersebut adalah sebagaimana yang disebutkan di dalam sabda Rasulullah di atas, yaitu: Continue reading