Titik 6.2

Jakal km 6.2

Aku melewatinya. Empat orang yang berdiri di trotoar yang dialih fungsi menjadi warung makan yang sedang tutup lapak dengan terpal biru memayungi beberapa deret meja dan kursi. Sekitar 3 meter di depan mereka, aku berhenti. Mengeluarkan bang andro dari dalam tas. Membuka aplikasi maps, mengetikkan nama sebuah gang dan mulai mencernanya.

Suara itu mulai terdengar. Suara aneh. Serak dan keras, seperti monster. Itu yang pertama kali terlintas di pikiran. Aku menoleh ke belakang. Tersentak melihat seorang laki-laki tinggi besar menonjok-nonjok kepala seorang anak perempuan seusia anak SMP. Adeknya, mungkin, karena wajahnya mirip. Keduanya beradu mulut. Kencang. Tak peduli dengan sekitar. Seorang lagi, wanita dewasa mencoba menengahi. Seorang lagi, seorang ibu paruh baya yang ringkih, hanya bisa melihat.

Continue reading

Dampak Buruk Menjauh Dari Majelis Ilmu

Menjauh dari majelis ilmu dan pertemuan dengan para ikhwah serta menjauh dari kunjungan-kunjungan da’wah dapat mengeraskan hati.

Al Hasan al Bashri berkata,
“Sahabat-sahabat kami lebih mahal daripada keluarga kami. Keluarga kami mengingatkan kami kepada dunia sedangkan sahabat-sahabat kami mengingatkan kami kepada akhirat.”

Usahakan untuk selalu hadir di majelis ilmu atau minimal dua majelis ilmu dalam sepekan di masjid. Jika kita masih beranggapan bahwa mendengar kaset (atau radio) saja sudah cukup, maka kita telah keliru dalam berpikir. Sungguh, kita sangatlah butuh hadir di masjid. Ketika kita duduk di majelis ilmu dalam masjid, para malaikat akan mengelilingi, sakinah (ketenangan) akan menaungi, rahmat akan turun kepada dan Allah akan memuji di hadapan para malaikatNya.

Demi Allah, ini sesuatu yang lain dari yang lain.

Oleh karena itu, kita dapati kebanyakan mereka yang tergelincir adalah mereka yang melalaikan majelis ilmu. Maka, rutinlah hadir di majelis ilmu, jagalah, dan ikuti jadwal-jadwalnya setiap pekan. Niscaya kita dapati semangat keimanan yang baru. Jika disana terdapat kekurangan, maka akan segera membaik atau bila terdapat retak pasti tertutupi, insya Allah.

Rahasianya, ketika engkau hadir di majelis-majelis ilmu, keimananmu akan meningkat.

Kamu dulu selalu menyertai para masyaaikh di awal iltizam, lalu salah seorang sahabat kami absen.
Syaikh bertanya tentangnya, mereka berkata,
“Ia sedang asyik membaca sebuah kitab sehingga tidak bisa datang.”
Syaikh berkata,
“Kabarkan kepadanya, bahwa pertemuanmu dengan sahabat-sahabatmu akan menambah keimanan dalam hatimu lebih banyak daripada engkau membaca kitab seorang diri.

Memang benar, hadir di majelis-majelis ilmu untuk mencari berkah, barangkali ada salah seorang hadirin yang mustajab doanya. Apabila ia mengaminkan doa syaikh, niscaya akan dikabulkan doa dan Allah akan merahmati seluruh hadirin. Dengan begitu, engkau akan memperoleh kemenangan yang besar.

Dalam hadits disebutkan,
“Mereka adalah satu kaum yang tidak akan rugi orang-orang yang bermajelis dengan mereka.” (muttafaqun ‘alihi)

Oleh karena itu, salah seorang sahabat Nabi berkata kepada temannya,
“Bergabunglah bersama kami, kita meningkatkan iman sesaat.”

Kemudian, apa yang engkau kerjakan jika engkau tidak hadir??
Kesibukan-kesibukan dunia, ambisi-ambisi rendahan, bisikan-bisikan setan!

Masjid adalah rumah bagi setiap orang yang bertaqwa, masjidlah tempat kembali kaum mu’minin. Kembalilah ke masjid, hadirilah halaqah ilmu. Berlindunglah kepada Allah niscaya Allah akan melindungimu. Janganlah berpaling, karena Allah akan berpaling darimu.

~Dari terjemahan Min Asbaab Al-Futur wa ‘Ilaajuhu karya Muhammad Husain Ya’qub, Pustaka At Tibyan Solo, diterjemahkan oleh Ustadz Abu Ihsan Al Qtsari, MA~

Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim, sesungguhnya para penuntut ilmu akan dimintakan ampunan oleh segala sesuatu hingga ikan-ikan di lautan -Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam-

Raba Sendiri Maknanya

Anak kecil itu tersedu. Boneka beruang kesayangan pemberian ibunya yang tak pernah lepas dari tangannya, diambil ibunya. Setengah paksa. Sehari, dua hari ia mulai melupakannya. Tangisnya terhenti. Bonekanya yang lain masih banyak. Mulailah ia bermain dengannya.

“Boneka beruang Adek…” kata ibunya tetiba sambil menyodorkan boneka beruang yang kemarin telah membuatnya tersedu sedan cukup lama.
Anak kecil itu terpana sejenak menatap bonekanya. Sobekan di telinga boneka sudah tak ada. Ibunya, sudah rapi menjahitnya. Bonekanya sudah tak sekusam sebelumnya. Ibunya, sudah bersih mencucinya.

Sedetik…dua detik…
Dipalingkan wajahnya menatap wajah ibunya. Matanya berbinar, mulutnya terbuka. Berkata,
“Ibu, terima kasihhh…” sembari tersenyum ceria dan memeluk erat bonekanya.
Si ibu hanya tertawa. Mengacak rambut di kepala anaknya.

|-

Pola setiap fragmen kehidupan dari waktu ke waktu tak jauh berbeda. Ada ujian-kesenangan-penyikapan-penerimaan-kesyukuran-kepasrahan-keajaiban. Begitulah dari dulu Dia mengajarkannya, ne Lord…πŸ™‚

~ pagi, berkeliling desa. Matahari mungkin masih tertutup awan. Tapi karenanya, cahaya bulan yang keemasan masih terlihat terang di langit selatan. γγ‚Œγ„γ€‚γ€‚

Khalifah

“Sekarang aku paham Mbak apa yang dimaksud dengan khalifah..” sahutnya setelah bercerita panjang lebar tentang pengalaman kerja pertamanya.
Aku masih diam menatapnya sambil bersandar di dinding kamarnya. Menunggu lanjutan ceritanya.
“Sebagai manusia kita harus terus belajar Mbak..” lanjutnya dengan nada tekan khasnya pada kata ‘belajar’.
“Akal” sahutku tiba-tiba
Same thought, Dear πŸ™‚

Ketika mendengar ceritanya, entah kenapa seketika teringat pada kisah Hayy bin Yaqdzon, si anak rusa. Sebuah kisah filosofis karangan Ibnu Tufail. Seorang cendekia muslim pada zamannya. Kisah seorang anak raja yang dibuang ke sebuah pulau dan akhirnya diasuh oleh seekor rusa. Sebuah kisah yang menginspirasi cerita The Jungle Book dan Tarzan.

Continue reading

Tautan

5:47 AM

Ini, melanggar kebiasaan kan. Harusnya semua ditulis begitu mata terbuka dan melihat cahaya. Seperti biasa. Tapi, perjalanan waktu terkadang mampu mengubah semua. Ada cara pandang yang berbeda. Semua ada prioritasnya. Malam dengan fungsinya, siang dengan fungsinya. Kembali pada fitrah penciptaanNya. Kecelakaan bagi yang melanggarnya.

Tiap etape hidup mengajarkan banyak hal. Bermula dari sebuah panggung sandiwara kecil yang mengajarkan fananya dunia. Ada awal dan akan ada akhir.

Continue reading

Al Qur’an Sebagai Syifa’ (Obat) Hati

Al Maidah 118, sebuah ayat Al Qur’an yang diulang-ulang dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam dalam tahajud beliau. Tahu berapa lama sholat tahajud Rasulullah?
Jika dikira-kira mungkin dimulai dari jam 2 malam sampai selesai menjelang subuh. Lama kan. Pantaslah jika beliau menjadi manusia terlapang sejagad raya πŸ™‚
Sholat selama hampir 2 jam dan hanya satu ayat yang dibaca. Kira-kira berapa banyak ayat ini terbaca??

Begitu pula dengan yang dilakukan istri beliau, ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ketika mendapat fitnah dalam peristiwa Haditsul Ifki. Peristiwa tersebarnya kabar bohong beliau dengan Shofwan Ibn Muatil yang mendapat pemutihan langsung dari Allah.
Yusuf 87, ayat yang beliau radhiallahu ‘anha ulang sepanjang qiyamul lail beliau. Setiap kali beliau ulang, setiap kali itu pulalah beliau menangis.

Continue reading

Hampir Saja

Buih-buih ombak menggulung segala cita
Membuka lebam berkepanjangan
Tak tahu kapan berkesudahan
Hampir saja
Semua mimpi runtuh bersama buliran peluh
Berhamburan bersama keluh
Tanpa hati yang teguh, mungkin pasrah akan tumbuh
Muram
Tertimbun sekam
Luruh harapan
Maukah kau duduk bersama saya?
Memungut dan merapikan lagi
Reruntuhan mimpi yang berurai
Merangkai harapan dengan sangat hati-hati
Lalu mengibaskan ke segala penjuru bumi

[Asril Novian Alifi, Indonesia Mengajar]

Semua orang menginginkan sebuah jawaban,
“Ya.Tak apa. Semua baik-baik saja.”
Tapi terkadang, jawaban sebaliknya yang terdengar.
Karena itu kan, tercipta sabarπŸ™‚

Fashbir li khuqmi rabbik

Mau Tahu atau Tidak Tahu..??

Bandung, St. Hall, bertahun yang lalu..

Kereta terakhir Jakarta-Bandung. Malam, sekitaran pukul 11-an menghentikan laju rodanya di Stasiun Bandung. Aku berjalan keluar kereta, melewati beberapa jalur kereta menuju pintu keluar utama.

Hingga sampailah pada jalan, ah entahlah apa namanya. Aku lupa. Itu sudah lama. Ingatanku tak pernah berfungsi sempurna. Tengok kiri kanan. Tak terlalu sepi, hanya tak terlihat ada angkot yang bisa kutumpangi untuk bisa sampai ke tujuan. Belum lagi tahu apa yang mesti dilakukan, seorang akang-akang mendekat,

“Cari angkot Teh?? Jam segini mah sudah gak ada angkot kalo disini.” serunya

Aku menengok ke arahnya. Malam itu gelap. Tak kelihatan seperti apa orangnya. Toh, itu juga sudah lama. Aku kan makhluk pelupa.

“Ayo Teh, ikut saya. Saya anter ke tempat yang masih ada angkotnya.” lanjutnya sambil berbalik arah

Aku masih berdiri terbengong menatapnya sambil menggotong ransel besar berisi si lempi yang tak pernah kutinggal kemanapun aku pergi.
Bodohnya kala itu, aku cuma menjawab,
“Eh, iya..”
Lalu mengikuti si Akang berjalan dari belakang.

Continue reading

Allah, selalu penuh dengan kebijaksanaan. Apa yang telah Ia berikan untuk hambaNya, apapun bentuknya, semua untuk kebaikan hambaNya. Lalu, semua kembali ke penerimaan dari hambaNya. Mau lapang atau sempit dada menerima, hasilnya akan sama saja. Lalu, apa gunanya menyempitkan dada?? Hanya akan ada derita sesak di dada di awal penerimaan dan derita di akhir kisah karena murkaNya.

Mintalah bantuanNya dan bermujahadahlah. Lalu ingatlah, ketika kau mampu bermujahadah pun itu karena bantuanNya. Dan ingatlah, ketika kau tak mampu bermujahadah pun, semua karena kasihNya yang ingin agar kau bermuhasabah. Ada terlalu banyak dosa menyelimuti hati yang selama ini kau abaikan, kan…

Dia pernah menjatuhkanmu ke palung terdalam. Palung terdalam, dengan tekanan 1000 kali tekanan dasar laut, telah mampu kau lampaui. Dengan bantuanNya tentu saja. Lalu, bukankah seharusnya kau menjadi semakin kuat??

Jika palung terdalam itu sudah kau tetapkan sebagai batas, bukankah ketika Ia menjatuhkanmu lagi ke palung-palung yang lebih rendah maka seharusnya kau mampu kembali naik ke permukaan??

Dan ingatlah selalu kisah-kisah terbaik umat ini,
Apa doa mereka??
Apa yang mereka lakukan??
Ujian mereka jauhhh lebih berat, dan mereka telah lulus dengan gemilang. Manusia-manusia terbaik pilihanNya..

“Ya Rabbi, sesungguhnya aku telah dicekam madharat, dan Engkaulah Dzat Yang Paling Penyayang di antara semua penyayang.”

“Qadar telah berakhir, dan batas yang ditetapkan telah sempurna, beliaupun berdoa dan Allah Yang Maha Penyayang mengabulkannya.” demikian tafsiran Ibnu Katsir

Sebuah pegangan yang kokoh pun, jika tanganmu melemah, akhirnya akan terlepas dan jatuh juga kan…