Mother’s Day???

Assalamua’alaikum wr wb,,, 😀

Hari Ibu 22 Desember, sudah lewat memang kalo mo ngomongin Hari Ibu. Saya jadi agak penasaran dengan Hari Ibu setelah baca artikel yang ada di Era Muslim. Karena itu saya coba searching wa gugling di search engine favorit Mbah Google. Saya buka artikel-artikel yang ada di 3 halaman pertama google dengan keyword ‘asal usul hari ibu’ dan ‘hari ibu dalam pandangan islam’ (mpe pedes rek mata yang buat baca :D).

Hari Ibu mempunyai sejarah yang berbeda untuk setiap negara dan tanggal pelaksanaannya pun berbeda.

  • Lambert (dalam wiki tidak dijelaskan lebih lanjut siapa lambert. Mungkin Andrew Lambert, seorang ahli sejarah dari Inggris) menduga munculnya Hari Ibu berasal dari pemujaan yang dilakukan oleh orang-orang Yunani kuno kepada dewi Rhea, istri Dewa Kronus dan ibu para dewa dalam mitologi Yunani, dengan menyelenggarakan festival Cybele. Festival ini diadakan di Roma dari tanggal 15-18 Maret. Orang-orang Roma kuno juga mempunyai hari libur lain, Matronalia, yang didedikasikan untuk Juno, dimana ibu-ibu biasanya diberi hadiah pada hari ini.

  • Di Inggris dan Irlandia, Hari Ibu disebut dengan istilah Mothering Sunday yang jatuh pada minggu keempat bulan Lent, tepatnya 3 minggu sebelum hari Paskah. Kebiasaan ini dianggap berasal dari kunjungan tahunan ibu-ibu ke gereja abad ke 16, yang dipercayai bahwa pada hari itu juga para ibu-ibu itu harus bersatu bersama anak-anak mereka.

  • Di Amerika perayaan Hari Ibu (disebut Mother’s Day) jatuh pada minggu kedua bulan mei, karena pada tanggal itu pada tahun 1870 aktivis sosial Julia Ward Howe mencanangkan pentingnya perempuan bersatu melawan perang saudara.

  • Negara Afrika mengadopsi konsep Hari Ibu dari tradisi orang-orang Inggris.

  • Di Bangladesh, Hari Ibu diselenggarakan pada minggu kedua bulan Mei. Beberapa ibu diberi Ratnagarwa Ma Award yang ditujukan untuk mengakui seorang ibu dan peran penting yang mereka mainkan di masyarakat Bangladesh. Ibu-ibu diberi penghargaan untuk peran mereka yang patut ditiru dalam mengasuh anak-anak mereka. Televisi mengadakan program spesial dan surat kabar mempublikasikan fitur-fitur spesial untuk manandai Hari Ibu. Kartu ucapan, bunga, dan hadiah-hadiah yang khusus diperuntukkan untuk ibu-ibu menjadi barang-barang yang banyak dicari di toko-toko dan supermarket.

  • Itu hanyalah contoh kecil sejarah dan perayaan dari Hari Ibu. Vietnam, Rumania, Iran, Lebanon, Thailand, Nepal, Mexico, India, Jepang, Bolivia, Kanada semua mempunyai tanggal pelaksanaan dan sejarah Hari Ibu yang berbeda-beda.

    Sedangkan untuk Indonesia sendiri Hari Ibu dirayakan pada tanggal 22 desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional. Sejarah Hari Ibu di Indonesia diawali dari pertemuan para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan di tahun 1928 (tahun yang sama dengan Sumpah Pemuda). Tanggal 22 Desember 1928 organisasi-organisasi perempuan (didirikan tahun 1912 yang diilhami oleh para pahlawan wanita abad-19 seperti Cut Nyak Dien, Cut Mutiah, R.A Kartini,dkk) mengadakan kongres pertamanya di Yogyakarta dan membentuk Kongres Perempuan yang dikenal sebagai Kongres Wanita indonesia (Kowani), kongres-kongres selanjutnya diadakan di Jakarta dan Bandung.

    Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.

    Dalam artikel yang saya temukan ini disebutkan bahwa perayaan Syar’i dalam Islam hanya ada 3 yaitu Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, dan hari raya mingguan yaitu hari Jum’at. Melihat dari asal usulnya memang sudah jelas kalo Hari Ibu bukan berasal dari Islam. Seperti April Mop, Hari Bumi, Hari Valentine, Tahun Baru Masehi, dll. Ada juga sebagian ulama yang membolehkan perayaan Hari Ibu seperti artikel ini.

    “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)’. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

    Wallahu’alam, whatever, bagi saya setiap hari adalah hari ibu. Tidak perlu menunggu Hari Ibu untuk menyatakan rasa sayang kita pada ibu kita. Tidak perlu menunggu Hari Ibu tiba untuk memberi beliau hadiah. Tidak perlu menunggu Hari Ibu untuk merayakan Hari Ibu karena setiap hari kita sudah merayakannya dengan mendoakannya (yang merupakan sebuah kado indah untuk ibu kita). Tidak perlu menunggu hari Ibu tiba untuk mengucapkan ‘I Love u Mom,,’

    **************************************************************************************************

    Same question everyday in my head
    “What can i do for u, Mom???”
    For now, only prayer that i can give to u. Hope someday i’ll make u proud.
    I consign u to Our Lord, Mom. Only to 4WI i give back all the reward and hope.
    I love u coz 4WI,,,Ibuuuu,,, 🙂
    Rabbighfirli wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shaghiira

    Advertisements

    4 comments on “Mother’s Day???

    1. Nuri..mizz u.. this is my first visit to your blog..

      Mother is always be a special figure in our life..Happy mother’s day.. (uda lewat ya..):P

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s