Summer in Samben

“Udah 2 bulan gak hujan niki mbak” kata salah seorang tetangga yang datang ke rumahku.
“Owh pantes halaman rumah gak muncul lumutnya” sahutku

Wew, ternyata di desaku sedang musim panas. Summer kalo kata wong londo. Tapi jangan bayangkan panasnya kayak J-Town ya (red:Jakarta). Sepanas-panasnya Samben, udaranya masih tetep seger. Angin masih bertiup kencang. Apalagi kalo pagi. Brr,,adem. Kebiasaan tiap kali di rumah adalah jalan-jalan pagi sama si emak. Whuih,,kalian bisa liat pemandangan yang mengagumkan kalo pagi hari. Kalo mengambil rute ke Timur, kalian bisa melihat gunung Putri Tidur. Entahlah apa nama sebenarnya gunung tersebut. Tapi dulu pas masih kecil teman-teman pada bilang namanya Gunung Putri Tidur karena bentuknya memang mirip seorang wanita yang lagi tidur. Jalanannya lurus dan mulus, di kanan kirinya full of sawah. Jangan bayangkan sawah yang menghijau ya, karena sudah musim panen jadi padi sudah mulai menguning. Musim panas identik dengan pohon yang meranggas. Kalian bisa melihat perpaduan yang sempurna antara gunung, matahari terbit, dan sebatang pohon yang meranggas tertata apik. Sayang gak ada kamera DSLR jadi gak bisa diambil gambarnya. Cukuplah saya ingat di memori saya πŸ˜€
Orang-orang Samben pada terinspirasi sama ayat ini.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At Tahrim: 6)

Maka jangan terkejut kalo kalian berkunjung ke desa kecil ini. Para orang tua berlomba-lomba mengajak anak dan keluarganya pergi sholat berjamaah ke masjid atau langgar (mushola).
‘Mumpung lagi liburan,,’ kata mereka
Kapan lagi bisa berkumpul bareng keluarga kalo gak pas liburan musim panas. Alhamdulillah kumpulnya kumpul barakah πŸ˜€
Para pemuda desa pun tak mau ketinggalan untuk memeriahkan liburan musim panas di Samben. Mereka merancang permainan kreatif untuk anak-anak SD yang lagi liburan sekolah. Biasanya mereka akan membuat acara semacam kemping di lapangan Samben. Lapangan yang biasanya cuma dipakai buat main sepakbola dan konco-konconya selama 3 hari dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi arena berpetualang sekaligus menambah kreativitas anak-anak. Penasaran dengan festival musim panas ini. Silakan lihat sendiri di lapangan Samben. Biasanya acara diadakan minggu kedua liburan sekolah anak-anak. πŸ˜€
Dan yang pasti yang namanya liburan musim panas gak akan lepas dari yang namanya bersih-bersih massal. Waktunya membersihkan lingkungan desa. ‘Gotong royong ngresiki ndeso’ kalo mereka bilang. Semua keluarga keluar untuk bekerja bakti membersihkan jalan, selokan, sungai, dkk. Kalo ada yang tidak ikutan dijamin mereka akan menjadi bahan pembicaraan satu desa. Dalam lingkungan yang kecil berita memang akan cepat menyebar.
Dan sepertinya program Go Green di desa ini cukup berhasil. Saat pengajian rutin di mushola (kalo tidak salah bertepatan dengan Hari Bumi) mereka di beri pengertian tentang pahala bagi mereka yang menanam pohon adalah pahala yang kontinu karena keberadaan pohon yang mereka tanam akan terus memberi kebaikan pada lingkungan sekitar. Bisa dibilang semacam amal jariyah. Simple kan cuma menanam pohon bisa jadi amalan dengan pahala yang tak akan putus. Yeah, semoga program ini bisa diteruskan ke desa-desa yang lain. Dan akan lebih baik lagi kalo berekspansi sampai ke kota.
Dan yang paling membuat saya iri adalah suara anak-anak yang bermain-main dengan riang di jalan depan rumah. Ada yang main di sungai, kejar-kejaran, pacok-pacokan, kadang-kadang ada yang minta ijin buat manjat buah belimbing di depan rumah. Arghh,,they look so free. I want that smile πŸ˜€
Ada yang sudah lupa sama permainan tradisional? Datang aja ke Samben pas liburan musim panas. Anak-anak disini belum terkontaminasi sama komputer dkk. Gobak sodor, betengan, bentik, mancing, lompat tali ada semua disini. Bahkan dulu pernah ada kontingen dari Klaten yang bertandang ke negeri tetangga untuk unjuk kebolehan dalam permainan tradisional. Hebat kan,, πŸ˜€
Yoo,,itu hanya sedikit cerita bagaimana warga desa Samben menghabiskan liburan musim panas mereka. It’s great, isn’t it?
Semoga desa ini dan semua yang tinggal di dalamnya selalu diberi petunjuk, rahmat, dan hidayah dari-Nya. Amiin…

NB: Penulis gak bertanggung jawab kalo pembaca percaya sama cerita ini πŸ˜€

Advertisements
By Isnaini Posted in Story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s