Fake or Real??

Assalamua’alaikum wr wb,,, ๐Ÿ˜€

Seorang pemuda mulai membunyikan gitarnya dan suaranya mulai menyesuaikan dengan irama yang keluar dari alat musiknya. Tak berapa lama kemudian dia menghentikan lagunya dan mulai mengedarkan wadah untuk menampung ‘hasil’ dari ‘pekerjaan’ mereka. Saat-saat seperti itu selalu terbesit di pikiran
“Kasih atau tahan?”
Suara ‘kasih’ berkata
“Udah kasih aja, bukankah Rasulullah selalu memberi jika ada yang meminta..”
Suara ‘tahan’ berkata
“Apa kau tahu apa yang akan dia lakukan dengan setiap uang yang kau berikan? Kemana dia belanjakan uang itu? Untuk rokok yang ia hisap? Untuk makan?
Apa kau tahu kalo uang hasil ‘pekerjaan’ mereka bisa melebihi gaji yang kau peroleh selama sebulan?
Apa kau ingin terus-menerus mengajari mereka untuk meminta-minta dengan memberi mereka terus menerus?
Tidak tahukah kau kalo mereka bisa mengajarkan ‘ilmu’ mereka ini pada teman mereka yang lain jika mereka merasa keenakan dengan ‘kerja’ mereka saat ini?
Kumpulkan saja uangmu dan berikan pada lembaga filantrofi. Setidaknya uangmu akan digunakan untuk kepentingan yang lebih produktif dan tepat sasaran.”

Hufftt…wakarimasen..

Yang menjadi perbedaan antara kondisi saat ini dengan kondisi pada masa Rasulullah adalah zaman sekarang penuh dengan konspirasi. Zaman Rasulullah, mereka yang meminta adalah mereka yang benar-benar membutuhkan. Yang terjadi saat ini, meminta telah dijadikan suatu pekerjaan. Seorang peminta-minta dalam satu bulan bisa mendapat ‘penghasilan’ sebesar 4-5 juta rupiah. Dengan sebuah rumah mewah dan mobil yang entah kapan bisa didapat oleh seorang buruh seperti saya ini :mrgreen:

Yah, kita tidak bisa mengeneralisir semua peminta-minta dengan kondisi demikian. Sangat mungkin sekali banyak dari mereka yang benar-benar membutuhkan uang untuk hidup dan tidak ada jalan lain yang bisa mereka lakukan selain meminta-minta. Saya maklum untuk anak kecil dan orang tua yang sudah renta. Tapi kalo untuk yang usia produktif..ehhmm
Seorang pengamen di daerah depok (ato jakarta ya..) mempergunakan uang hasil ngamennya untuk pergi ke warnet. Belajar membuat web dan multimedia. Perlahan-lahan dia mulai kembangkan dan sampai saat ini sudah berhasil menjadi pengusaha web dan multimedia. Itu adalah salah satu contoh seorang pengamen yang mau mempergunakan akal dan hatinya. Hatinya meronta untuk tidak terus-menerus meminta belas kasihan orang lain, akalnya berpikir bagaimana untuk memenuhi kata hatinya.

Percayakah anda jika bayi yang seringkali mereka ajak untuk ‘bekerja’ itu benar-benar anak mereka?
Harga sewa seorang bayi untuk sehari adalah 30 ribu..
Percayakah anda jika anak-anak yang beraktivitas di jalanan itu murni ‘bekerja’ atas dan untuk mereka sendiri atau ada suatu ‘organisasi’ tertentu yang berusaha memanfaatkan mereka?
Sekelompok anak-anak dikoordinir oleh seorang ‘cukong’ dan mereka hanya tinggal menunggu uang hasil ‘pekerjaan’ anak-anak tersebut..

Jadi menurut anda apa yang seharusnya kita lakukan kalo ada yang meminta-minta?

Advertisements

4 comments on “Fake or Real??

  1. Sempat mengalami perasaan seperti ini juga. Apalagi di Jakarta, setiap keluar kantor pasti ada aja orang-orang yg model begini. Ngga’ usah jalan keluar aja, kadang kita yang disamperin.

    Tapi kemudian, aku belajar dari ibunya temenku. Jd, dia punya warung di rumah. Setiap ada yg minta-minta, langsung dikasih. Ada pengamen, dikasih. Kadang dari jauh kalau udah kedengeran suara gitar pengamennya, langsung ditungguin di depan. Aku mikirnya, emang itu beneran peminta-minta???

    Ternyata, pemikiran ibunya temenku sederhana. Kalau dia mampu ya dikasih. Perkara dia bohong apa engga’, itu nanti jd tanggungjawab yang minta-minta. Akhire, aku mulai belajar dr ibunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s