2 Tetes Minyak

Assalamua’alaikum wr wb,,, 😀

Dua kali saya membaca kisah ini. Sebuah kisah yang dituturkan oleh Paulo Coelho, seorang penulis novel asal Brazil. Kedua kalinya saya membaca kisah ini, saya baru mendapatkan hikmah yang lebih dalam daripada ketika saya pertama kali membacanya. Bagi yang sudah pernah membaca kisah ini, jangan ragu untuk membacanya lagi siapa tahu bisa mendapat sudut pandang lain daripada ketika membaca pertama kali 🙂

Kelamaan intermezo, sung nyimak ceritanya yang saya kutip dari buku ‘Ide Kecil untuk Perubahan Besar

‘Suatu hari, ada seorang pedagang yang menyuruh anak laki-lakinya untuk mempelajari ilmu tentang rahasia kebahagiaan dari seorang guru yang ilmunya tinggi dan paling bijaksana. Kemudian anak laki-laki itu menempuh perjalanan selama 40 hari. Akhirnya ia sampai di sebuah kerajaan megah yang berdiri diatas puncak sebuah gunung tempat tinggal orang yang dicarinya.

Anak laki-laki tersebut masuk ke sebuah ruangan yang sangat ramai. Disana, si anak melihat para pedagang keluar masuk, sementara segerombolan orang seakan-akan berteriak-teriak menjajakan dagangan masing-masing. Di sisi lain, ada juga kelompok musik yang sedang mendendangkanlagu sangat merdu dan pelbagai jenis hidangan makanan yang paling lezat dari segala penjuru dunia. Sementara itu, sang guru sibuk memberi nasihat dan menjawab pertanyaan orang-orang yang meminta petunjuk padanya. Dan dengan terpaksa, anak tersebut harus bersabar antri selama 2 jam sebelum akhirnya datang juga gilirannya.

Saat tiba gilirannya, dengan penuh perhatian sang guru mendengarkan penjelasan anak tersebut tentang alasan kedatangannya. Hanya saja guru tersebut menanggapi bahwa sekarang, tidak cukup waktunya untuk menguraikan seluruh rahasia di balik setiap kebahagiaan. Walaupun demikian, sang alim yang ilmunya tinggi menyarankan anak tersebut untuk berjalan-jalan mengelilingi kerajaan dan menemuinya lagi setelah 2 jam.

Tidak cuma itu, sang guru juga memberi anak tersebut sebuah sendok dengan 2 tetes minyak di atasnya sambil berkata, “Aku ingin kamu berjalan-jalan sambil memegang sendok ini dan usahakan jangan sampai minyaknya tumpah.”

Anak laki-laki tersebut mulai naik turun tangga dengan kedua matanya tidak terlepas dari sendok yang dipegangnya. Setelah 2 jam, dia kembali menekui sang alim.
“Apakah engkau telah melihat karpet-karpet buatan negeri Persia di kamar makanku? Apakah engkau telah melihat juga taman yang dibuat oleh insinyur pertanianku yang paling pandai? Dan apakah engkau memperhatikan dengan seksama samak kulit yang sangat halus di perpustakaan?” tanya sang guru kepada si anak.

Dengan keadaan gemetar, anak tersebut mengatakan bahwa dia tidak menyaksikan apa-apa. Karena yang ada dalam pikirannya hanyalah 2 tetes minyak yang ada di sendoknya, karena pesan sang guru yang memintanya untuk menjaga minyak tersebut jangan sampai tumpah.

Beberapa saat kemudian, sang guru berkata, “Baiklah. Pergilah sekali lagi untuk melihat benda-benda khususku yang sangat bagus, karena aku tidak pernah mempercayai siapapun orangnya selama belum mengenal rumah yang ditempati.”

Anak laki-laki tersebut meletakkan sendok yang berisi 2 tetes minyak itu, lalu berkeliling sambil memperhatikan berbagai benda sejarah yang unik yang bergantungan pada dinding dan atap kerajaan. Dia juga menyaksikan taman dan anak-anak gunung yang mengelilingi, bunga-bunga yang segar dan harum semerbak di setiap tempat. Usai kembali kepada sang guru, anak itu kemudian bercerita dengan lihai tentang benda-benda yang baru saja disaksikannya.

Ketika sang alim menanyakan tentang 2 tetes minyak yang dititipkan kepadanya, anak itu baru sadar sambil mengalihkan pandangannya ke arah sendok yang sudah tidak berisi 2 tetes minyak lagi.

Saat itulah sang guru berkata
“Satu-satunya nasihat yang bisa aku sampaikan kepadamu adalah bahwa rahasia kebahagiaan adalah engkau dapat menikmati gemerlapnya keindahan dunia tanpa melupakan 2 tetes minyak dalam sendok tersebut.”‘

Kalian tahu apa yang dimaksud 2 tetes minyak dalam kisah di atas ?

Tujuan Hidup dan Impian

Pada awalnya, sang anak teramat sangat berkonsentrasi dengan 2 tetes minyak yang diamanahkan padanya. Dalam kehidupan, sangat sering kita saksikan orang-orang yang sangat serius dalam mengejar impian mereka hingga mengalahkan hak-hak pribadi dan sisi ruhiyahnya. Yang sangat disayangkan adalah, dia tidak bisa menikmati keindahan yang sudah Allah sediakan di sekelilingnya. Sesekali lambatkan ritme kehidupan kita, amati kehidupan di sekeliling kita. Masih banyak yang bisa kita lihat, rasakan, dan diambil pelajaran dari kejadian-kejadian di sekitar kita. Siapa tahu bisa menjadi jalan keluar dalam usaha mencapai tujuan hidup dan impian kita. Ada satu scene dalam anime Dan Detective School yang teringat jelas dalam benak saya ketika Kazuma, si jenius little hacker, kesulitan memecahkan kode yang ditinggalkan korban. Si Kyu berkata ‘Gerakkan sedikit badanmu, jika otakmu terasa buntu. Siapa tahu mendapat petunjuk baru.’ (Kira-kira begitulah intinya). Setelah lama mencoba dan tidak berhasil, karena sikapnya yang sangat keras kepala, akhirnya dia teringat kata-kata si Kyu dan mencoba menggerakkan badannya agar sedikit rileks. Dan blink…tanpa sengaja ketika dia menggerakkan jarinya dengan acak diatas keyboard, muncul jawaban yang ia cari.

Sebaliknya, ketika sang guru menyuruh sang anak untuk menikmati keindahan rumahnya (tanpa ada perintah untuk meninggalkan 2 tetes minyak yang harus sang anak jaga), sang anak begitu terpesona dengan apa yang ia lihat hingga melupakan amanah yang harus ia jaga. Seperti orang-orang yang terpedaya dengan keelokan perhiasan duniawi dan akhirnya terperangkap di dalamnya. Melupakan hakikat kehidupan dan impian-impiannya.

Islam selalu mengajarkan untuk tawazun, hidup secara seimbang. Belajar untuk bidang yang ditekuni sekaligus bisa belajar bidang lain.

Advertisements

One comment on “2 Tetes Minyak

  1. Reblogged this on Catatan Perjalanan Hidup and commented:
    alchemist, dari sana pertama aku menemukan kisah ini.. tapi penuturan mb’ nuri ini yang dikutip dari buku ‘Ide Kecil untuk Perubahan Besar‘ juga sangat dalam maknanya.. memang benar, membaca tidak cukup sekali, walaupun yang kita baca adalah hal yang sama, karna siapa tau pada bacaan kesekianlah kita menemukan hal-hal baru atau memahami hal-hal sputar kehidupan yang tak kalah penting maknanya dalam hidup..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s