Syukur = Stagnan ??

Assalamua’alaikum wr wb,,, 😀

Seorang teman pernah berkata, “Tipis sekali perbedaan antara bersyukur dan stagnan. Kadang ketika kita bersyukur seakan-akan kita pasrah dengan keadaan kita yang sekarang dan akhirnya menjadi stagnan tanpa ada perubahan.”

Well, saya kurang setuju dengan pendapat beliau. Bersyukur bukan berarti kita tidak beranjak untuk membuat hidup kita menjadi lebih baik. Bersyukur berarti menerima dengan ikhlas kondisi yang sudah Allah berikan pada saat ini dan memanfaatkan apa yang sudah ada saat ini untuk mendapatkan apa yang belum ada. Di dalam syukur selain pasrah dengan ketetapanNya juga mengandung makna berusaha agar apa yang sudah Allah berikan bisa menjadi sarana bagi kita untuk terus memperbaiki diri agar kondisi menjadi lebih baik sekaligus menyebarkan kebaikan.

Saya selalu terinspirasi dari email farewell salah seorang alumni perusahaan yang telah berhasil lulus dengan cemerlang -meskipun saya juga tidak tahu yang mana orangnya-. Disana beliau menceritakan bagaimana perjuangan beliau untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga beliau yang tentunya tidak mencukupi jika hanya mengandalkan gaji dari perusahaan dan pada akhirnya dengan perjuangan keras sampai rela mengurangi jatah tidur demi mengantarkan pesanan pelanggan, hoplaaa….usaha online beliau akhirnya membesar dan…time to go out. Bye epuson :mrgreen:

Jadi, apa hubungan antara syukur dengan cerita diatas??
Well, yang saya tahu bapak tersebut pasti juga tidak lepas dari yang namanya mengeluh dengan keadaannya. Tapi beliau berhasil memanfaatkan kondisi beliau saat itu hingga akhirnya berhasil lepas menjalankan pekerjaan yang beliau suka. Dengan memanfaatkan gaji beliau sebagai modal awal untuk membuka usaha beliau dan memanfaatkan waktu yang ada untuk mengembangkan usaha beliau hingga pada akhirnya kondisi beliau menjadi jauh lebih baik. Bukan hanya menggerutu di belakang meja tanpa melakukan sesuatu untuk mengubah keadaan. Saya bisa katakan bahwa bapak tersebut telah berhasil mensyukuri apa yang beliau punya saat itu dan rasa syukurnya itu beliau utarakan lewat usaha beliau memanfaatkan apa yang sudah diberikan Allah untuk menuju kehidupan yang lebih baik dan bisa menjadi inspirasi bagi orang lain.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” (QS Ibrahim : 7).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s