Inspiring Sista (2)

Assalamua’alaikum wr wb,,, 😀

Banyak yang bisa menjadi sumber inspirasi di bangunan kotak berbentuk persegi panjang ini. Tidak usah terlalu jauh, di depanku agak ke kiri teman satu divisi berhasil telak menamparku yang sering menggerutu dengan kondisi pekerjaan. Umurnya hampir sama denganku hanya selisih bulan (saya masih menang rekor termuda :D). Suaminya bekerja di Jakarta Kota daerah sekitar Glodok. Anaknya perempuan dengan umur yang hampir sama dengan ponakanku, 4-tahunan.
Beliau dengan suami awalnya tinggal di daerah sekitar Bekasi yang menjadi titik tengah antara Jakarta dan Cikarang. Sedangkan putri mereka dititipkan di rumah neneknya di Bogor. Tapi karena tidak betah harus berpisah dengan putri mereka jadilah satu keluarga pindah ke Bogor.
Terbayang jauhnya jarak antara Bogor-Cikarang yang harus beliau tempuh setiap hari. Sebelum subuh beliau sudah harus berangkat dari rumah menuju stasiun. Sholat subuh di stasiun dan harus lanjut mengejar jemputan. Itu aktivitas ketika berangkat kerja. Lebih capek lagi aktivitas pulang kerja. Jam setengah 5 teng keluar office naek jemputan dan berharap jalan lancar agar bisa segera bertemu putri tercintanya. Yang paling mengesalkan tentu ketika lagi apes ketemu sama si macet. Sampai rumah bisa cukup larut.

Pernah suatu kali aku bertanya padanya
“Mbak, gak capek ya pulang pergi tiap hari jauh gitu?”
“Gak dong Dek, aku kan selalu semangat..” jawabnya dengan tertawa
“Kerenn,,,,”

Aku bayangkan diriku yang masih berkawan dengan kasur ketika beliau sudah mulai menapakkan kakinya keluar rumah. Aku yang sudah bisa membereskan kamar ketika beliau masih berkutat dengan kemacetan tol Cikarang di sore hari. Aku yang seharusnya lebih bisa bersyukur karena tidak harus bergulat dengan jarak dan waktu yang panjang untuk bisa sampai ke tempat kerja. Aku yang seharusnya merasa malu membandingkan keadaanku dengan keadaannya.
Benar-benar disini aku belajar untuk selalu bersyukur atas semua pemberianNya. Agak terlambat mungkin mengingat apa yang dulu sudah aku lakukan dengan semua keluhanku selama berada di negeri kotak itu. Tapi terlambat selalu lebih baik daripada tidak ada kemajuan sama sekali.
Thanks My Lord for open my heart…
Bunda Billa, semoga ketemu lagi sudah bisa punya mobil merah impian Billa 😀

Jadi kapan Billa dan Idun bisa ketemuan ?? :mrgreen:

Advertisements
By Isnaini Posted in Moment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s