Q.S Al Baqarah: 30-33

Assalamua’alaikum wr wb,,, 😀

Kenapa Allah harus menciptakan manusia, bumi, dan alam semesta jika pada akhirnya kita semua akan kembali kepadaNya?
Untuk apa manusia dikarunia kehendak, harapan, dan cita-cita jika pada akhirnya semua berjalan sesuai dengan kehendakNya?

Pernah terlintas mempunyai pertanyaan seperti pertanyaan yang menghantui saya selama ini?

Berikut beberapa hal yang saya temukan ketika membaca tafsir Fi-Zhilalil Qur’an~Sayyid Qutb, Kita mencoba kembali ke masa ketika Allah mempunyai rencana untuk menciptakan Adam.

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi…” (Q.S Al Baqarah: 30)

Itulah kehendak mutlak Allah. Dia telah menyerahkan mandat kepada manusia untuk menjadi seorang khalifah. Menggali berbagai sumber daya, potensi, kekayaan dan bahan-bahan mentah yang ada di dalam bumi, dan mendayagunakan semua itu-dengan izin Allah- dalam tugas besar yang telah diserahkan Allah kepada manusia.
Jadi manusia telah dikaruniai berbagai potensi yang terpendam dan berbagai sumber daya yang tersimpan sebagai bekal yang memadai di muka bumi ini, disamping dibekali berbagai potensi yang dapat merealisasikan kehendak Ilahi.
Jadi, itulah posisi yang sangat agung, posisi manusia di dalam sistem alam wujud di muka bumi yang luas ini. Suatu kehormatan yang dikehendaki oleh Penciptanya Yang Maha Mulia.

“..Mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi ini orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah padahal kali senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’..” (QS Al Baqarah: 30)

Malaikat dengan ilham ketajaman pandangannya bisa mengungkapkan sebagian fitrah makhluk manusia ini. Mereka bisa memprediksi bahwa manusia akan melakukan kerusakan dan pertumpahan darah di muka bumi.
Kemudian mereka menganggap bahwa tasbih dengan memuji Allah dan mensucikan-Nya adalah merupakan satu-satunya tujuan utama bagi penciptaan. Sedangkan tujuan itu telah terwujudkan dengan keberadaan mereka yang bertasbih memuji Allah, mensucikanNya dan menyembahNya tanpa henti.
Mereka tidak mengerti hikmah kehendak Ilahi dalam pengelolaan bumi dan pemakmurannya, dalam penumbuhan kehidupan dan pemakmurannya, dalam realisasi kehendak Pencipta dan hukum-hukum alam dalam mengembangkan, meningkatkan dan merombaknya melalui tangan khalifah Allah di bumiNya. Khalifah yang kadang melakukan kerusakan dan pertumpahan darah ini agar dari balik keburukannya yang parsial dan tampak itu terwujud kebaikan yang lebih besar dan lebih menyeluruh.

Kebaikan pertumbuhan dan peningkatan secara terus-menerus. Kebaikan gerakan merombak dan membangun. Kebaikan upaya yang tidak pernah putus, eksplorasi yang tidak kenal henti, perubahan dan pengembangan di dalam kerajaan raya ini.

“Tuhan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’ Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: ‘Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar.’ Mereka menjawab: ‘Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.’ Allah berfirman: ‘Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.’ Maka setelah diberitahu kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: ‘Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.'” (QS Al Baqarah: 30-33)

Sesungguhnya ini adalah wujud penghormatan tertinggi kepada makhluk yang kadang melakukan kerusakan dan kadang melakukan pertumpahan darah di muka bumi ini tetapi ia dikaruniai berbagai rahasia yang dapat membuatnya mengungguli malaikat. Ia telah dikaruniai rahasia pengetahuan sebagaimana dikaruniai rahasia kehendak bebas untuk menentukan pilihan jalan. Sesungguhnya tabiatnya yang ganda, kemampuannya untuk mengendalikan kehendaknya di dalam menentukan jalannya dan kesiapannya untuk mengemban amanah hidayah kepada Allah melalui upayanya yang khas. Semua itu merupakan rahasia pemuliaannya.

Apakah semua penjelasan tersebut telah menjawah pertanyaan di awal?
Tidak 100% mungkin karena akan selalu ada pertanyaan susulan ketika kita berusaha mencari sebuah jawaban (life is always about searching, ne? 🙂 ). Tapi setidaknya kita tahu apa yang harus kita lakukan di bumi Allah ini. Memakmurkannya…
Mari kerahkan semua ilmu yang kita punya atas kehendakNya untuk memakmurkan bumiNya.. 🙂
Untuk pertanyaan yang belum bisa terjawab ada saatnya ketika Allah berkenan menambah ilmuNya pada hambaNya yang bodoh ini atau menutupnya erat-erat untuk kebaikan kita semua. Karena bagaimanapun Allah yang paling berhak untuk bertindak…Allah Yang Maha Tahu..

“Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai.” (Al Anbiya: 23)

Wallahu’alam…

Advertisements

One comment on “Q.S Al Baqarah: 30-33

  1. Pingback: Sebatas Muhasabah | Setitik Cahaya di Rimba Raya Dunia Digital

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s