Politik??

Assalamua’alaikum wr wb,,, 😀

Si Ozi meletakkan laptopnya dan duduk di sebelah kananku. Sambil menunggu pesanan skripsinya yang belum datang dia tonton anime yang dia download setiap hari di laptopnya. Perhatianku teralihkan sebentar sebelum akhirnya aku kembali menekuni tugasku.

“Ini ni Mbak kasusnya ketua MK yang ketangkep basah korupsi 3 M,” kata si Ozi dengan logat padangnya.
“Eh..”
Perhatianku kembali teralihkan. Aku melihat ke arah laptopnya. Sejak kapan topik di laptopnya berubah..
“He’em,,tadi sempat liat sekilas judul beritanya di twitter tapi gak baca isinya..” kataku, yang sejujurnya sudah tidak tertarik dengan berita politik..
“Kok bisa ya mereka dengan tenang menjadi ‘pencuri’? Apa yang ada di pikiran mereka? tenangkah hati mereka? Mereka tidak bisa merasakan kehidupan rakyat kecil ya? Pernahkah mereka melihat kondisi masyarakat di ‘bawah’? Jikalau tidak melihat langsung setidaknya beberapa stasiun TV sudah ada yang menampilkan profil-profil kehidupan mereka. Atau kah karena mereka sudah berlangganan TV kabel sehingga tidak ada waktu lagi melihat TV lokal? Aku tidak mengerti..”
“Kita bisa ngomong gitu karena kita gak punya kesempatan untuk ngelakuin mbak. Coba jika kita ada dalam sistem yang penuh kesempatan bertindak korupsi..” sambung si Ozi.

Noted.
Dia benar. Sistem..
Apa yang akan kulakukan jika terdampar dalam suatu sistem kotor seperti itu?
Eto, wakaranai..

Selama ini lingkungan kerjaku cukup kondusif. Atasan yang mengedepankan kejujuran, partner kerja yang mungkin sedikit usil tapi masih berada dalam batas toleransi, paling banter hanya korupsi waktu..ya, mungkin ini seperti sistem di kantorku yang masih banyak pekerjanya yang korupsi waktu. Pada awal masuk masih bisa sedikit disiplin. Istirahat 10 menit dari 10.30 – 10.40, istirahat siang dari 12.30 – 13.10, sampai akhirnya tanpa sadar sedikit demi sedikit waktu istirahat bertambah dengan sendirinya. Dari 10 menit menjadi 30 menit karena sistem. Ada kesempatan untuk melakukan dan tidak ada punishment. Mau menghilangkan budaya korupsi ini (setidaknya untuk diri sendiri) bahkan sampai keluar perusahaan juga masih belum terlaksana. Dengan dalih, asal pekerjaan selesai biarkan aku melakukan apa yang aku mau, toh aku juga kadang (meskipun jarang) merelakan waktu istirahat untuk mengerjakan deadline tugas. Toh sering juga cuma nganggur di dalam office karena pekerjaan sudah beres.
Apakah kasus ini bisa dijadikan perbandingan?
Pada awal masuk idealisme masih tinggi. Masih menolak beberapa tawaran suap yang masuk. Ternyata sistem berkata lain, mulai terlihat susahnya jadi seorang idealis di tempat ini. Gegara tidak mau menerima suap, semua urusan dipersulit. Akhirnya jebol juga pertahanan. Dengan dalih….maaf aku tidak tahu dengan dalih apa mereka menerima suap atau melakukan korupsi. Aku tidak bisa merasakan perasaan mereka ketika melakukan korupsi uang negara. Korupsi waktu di perusahaan asal job desk selesai, akibatnya tidak terlalu besar. Korupsi uang negara, akibatnya…

Sudahlah, daripada terus menggugat tanpa bertindak apapun untuk memperbaikinya, lebih baik aku melakukan sesuatu yang lain di bidang yang aku bisa meskipun sedikit..
“Daripada terus mencela kegelapan lebih baik menyalakan cahaya”, begitu pernyataan yang sering terdengar..

Politik memang lebih menarik daripada ekonomi, tapi saya tidak menemukan logika disana. Logika sains dan teknologi lebih mudah dicerna kurasa…

Eh, tapi benarkah sistem adalah sebabnya. Kenapa hanya menyalahkan sistem? Toh masih ada juga segelintir orang yang masih bisa bertahan dalam sistem yang kotor. Dan mereka tidak terekspos tentunya. Bukankah media lebih menyukai sesuatu yang ekstrim ?? Bodo ah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s