Menyimak Kicau Merajut Makna

Salim a Fillah

“..bagai rahib khusyuk di laboratorium
dan atmosfer ilmu, bagai singa tangkas
dan cermat menghadapi persoalan
nyata.”

“Tingginya cita, menyempitkan waktu santaimu. Dalamnya ilmu meluaskan jalan baktimu. ”

“Tabiat ilmu berlelah-lelah. Sebab ia jalan tuk naik ke ketinggian, pendakiannya terjal, udaranya menipis, sesak, dan payah..”

“Jalan teragung meraih ilmu adalah takwa kepada allah, ‘dan bertakwalah kepada allah,dan allah akan mengajarkan ilmu kepada kalian’ {2:282}”

“Apabila allah menghendaki bagi hambaNya kebaikan maka Dia segerakan bagi sang hamba hukuman atas dosanya di dunia. Dan jika allah menghendaki bagi si hamba keburukan,maka allah diam dan biarkan dosanya itu tuk dibalasi siksa di akhirat. (Hadits shahih jami’us shagir no 38)”

“Dunia ini senda gurau dan permainan, maka susah senang, sempit-lapang, semuanya harus berakhir tawa riang, di surga yang lapang.”

“Bersabar mengilmui adalah jihad. Seperti sulaiman memahamkan dawud, al bukhari kembarai ratusan negeri, asy syafi’i menjaga hapalan.”

“Tiada hamba dunia yang dikaruniai nikmat dunia melebihi daud dan sulaiman maka teladanilah kesyukuran mereka hingga menjadi hamba terkasih. Dan tiada yang beroleh bala bencana melebihi ayyub maka teladanilah kesabarannya hingga menjadi hamba tersayang..”

“Tetapi muhammad saw adalah guru dalam adab mulia kepada allah dan sesama manusia, tiada yang dia adukan selain dirinya.”

“Kadang ada jarak yang harus diambil sejenak agar kebersandaran kepada allah semata-bukan hamba-kembali tertegak.”

“Jangan khianati nurani, tiap saat dia bisikkan kebenaran. Mengikutinya kadang jadi jalan tersunyi,tapi dibersamai senyum Illahi.”

“Selama manusia masih hidup diantara sesamanya. Maka kebahagiaan terkadang pergi dan ada kalanya tiba. Orang terbaik lebih suka bersembunyi di balik tabirnya. Tetapi dia tidak pernah alpa memperhatikan kebutuhan manusia. Jangkauan tangannya melampaui sesiapa yang dikenalnya. Disyukurinya segala, maka allah buka pintu bakti untuknya. Begitulah manusia, sebagiannya telah mati tapi kebaikkannya tak terhenti. Sebagiannya masih sentosa, tapi hadirnya yak terasa.”

“Tetapi begitulah iman. Ia tak menjamin tuk selalu berlimpah dan tertawa. Ia hanya hadirkan lembut sapa-Nya di tiap dera yang menimpa.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s