[Ramadhan-24] Al-Mulk 10-14

Assalamua’alaikum wr wb,,, 🙂

Al Mulk: 10
“Dan mereka berkata: ‘Sekiranya kami mendengarkan dan memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.'”

Ada 2 hal yang bisa kita lakukan untuk menguatkan keimanan kita

    1. Kemampuan dan kemauan untuk mendengar apa-apa yang datang dari Allah dan apa-apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW
    2. Akal yang bermanfaat untuk memikirkan apa-apa yang datang dari Allah dan apa-apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW

Al-Mulk: 11-12
“Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.”

Termasuk orang-orang yang beruntung adalah mereka yang takut pada Allah meskipun dia sedang sendirian. Ketika seorang manusia sudah takut pada Rabbnya maka Allah akan menjaganya dari siksa api neraka, Allah akan memberinya ganjaran yang besar dalam surga yang penuh kenikmatan abadi, kerajaan yang besar, kelezatan yang terus menerus, semua yang diinginkan, dan yang lebih agung lagi dari seluruh kelezatan surga adalah melihat wajah Allah SWT. Dalam surga yang menjadi batas adalah permintaan dan keinginan. Apapun permintaan dan keinginan kita akan bisa dipenuhi. Sedangkan di dunia yang menjadi batas adalah kemampuan dan ketersediaan. Jikalau kita menginginkan sesuatu tapi jika kita tidak mempunyai kemampuan atau apa yang kita inginkan itu tidak ada maka keinginan kita tidak akan bisa terpenuhi.

Al Mulk: 13-14
“Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Apakah Allah Yang Menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan), dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”

Allah yang menciptakan manusia tidak mungkin tidak mengetahui apa yang diciptakannya. Bukankah pencipta selalu mengetahui segala sesuatu tentang ciptaannya??
Allah Maha Halus, Al Latif, ini berarti 3 hal. Pertama, Allah mengetahui hal-hal yang halus/ghoib/tersembunyi. Kedua, Allah menyampaikan kebaikan kepada hambaNya lewat jalan/arah yang tidak diperhitungkan oleh hambaNya. Dan ketiga, Allah mencicipkan hal-hal yang tidak mengenakkan pada hambaNya untuk memberi kenikmatan kepada hambaNya. Contoh nomor tiga bisa dilihat pada kisah Nabi Yusuf as, Nabi Yunus dari awal cerita diuji dengan berbagai penderitaan mulai dari dimasukkan sumur, menjadi seorang budak, dipenjara sampai akhirnya Nabi Yusuf mendapatkan kemuliaan.

Wallahu’alam..

Ust. Bagus
Nurul Ashri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s