Pendefinisan Masalah

“Ada begitu banyak masalah di dunia ini tapi kenapa seolah-olah begitu sulit mengambil salah satunya dan menjadikannya judul penelitian??”, kicauan yang ku tulis di twitter.
Salah seorang teman balas menjawab
“Bukan sulit tapi ketidakmampuan untuk mengidentifikasi. Kurangnya pengetahuan akan hal tersebut”

Benar juga sih…
Harus banyak membaca jurnal penelitian sebelumnya untuk akhirnya dengan bebas kita bisa mengumumkan judul penelitian kita. Novelty, state the art, needs, dan kawan-kawanya yang harus terpenuhi supaya tidak terjadi pemecahan masalah yang berulang atau penelitian yang tidak tepat sasaran.

Dari dulu selalu terpikir dengan banyaknya penelitian yang sudah dilakukan orang-orang di negara ini, mulai dari pembuatan skripsi, tesis, disertasi, paper, jurnal dan karya ilmiah yang lain. Tapi sepertinya sebagian besar hanya masuk ke perpustakaan sebagai syarat kelulusan saja. Melihat masalah yang masih begitu banyak di masyarakat, saya sempat skeptis dan bertanya pada dosen saya mengenai kontribusi penelitian apa saja yang sudah diberikan para peneliti Indonesia terhadap masalah yang ada di masyarakat terutama kawasan sekitar kampus.

Masih teringat jelas pesan Bapak di telepon dulu ketika masih di Bandung dan masih belum menemukan judul Tugas Akhir,
“Sudah Dek, cari judul apa saja. Yang penting mudah dan cepet lulus. Cuma syarat aja kan..”
“Oke…”
Itu jawabku dulu di masa itu. Dan memang hasilnya skripsi cuma masuk perpustakaan daerah, perpustakaan kampus, dan meja belajar saya. Tapi untuk kali ini saya ingin membuat target yang berbeda. Membuat suatu penelitian yang benar-benar bermanfaat baik itu untuk ilmu pengetahuan maupun untuk masyarakat. That’s my wish that I always ask to YOU…
Tidak ada yang menghalangi niatan tersebut selain I don’t really have a confidence to do that
Apalagi sampai sekarang masih belum tahu mau fokus ke masalah apa. Terlalu banyak yang diminati di dunia ini (choose one: generalist or specialist??)…
Sustainability, humanitarian, IKM…belum lagi dosen pembimbing yang tidak sesuai tema penelitian awal. Dan pun ketika ditanya tema tesis cuma menjawab
“Sudah, kamu belajar dulu aja mata kuliah yang sekarang diambil. Nanti mikir tesisnya setelah ngambil mata kuliahnya aja. Di luar negeri juga begitu kok sistemnya.”
Sementara anak bimbing dosen lain sudah mulai bergerak…
Hyakk…I am left behind, as always…
Gak ding, masih ada satu lagi partner kelas yang dapat si babe dosen ini
“Toss bang Hadi
Resiko dapat dosen senior yang sudah mempunyai banyak paten penelitian..

Kurang dari 3 minggu untuk kembali menghadap babe dosen dan belum ada bahan diskusi. Target baca paper gagal. Terlalu banyak buku lain yang ingin saya selesaikan,,,ahahaha
Sudahlah, let’s back to campus..
One day one paper…yoshhh
Jangan lupa juga one day one ayatnya… 🙂

Kepikiran posting ini gara-gara si mbulek ngungkit-ngungkit soal tesis -____-
Okelah,,,posting pertama soal tesis…progress selanjutnya nyusul…
Secepatnya ya, ya Allah,,,onegai…Agustus 2015 FINISH…Amiin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s