[Muwashofat Tarbiyah-6] Mujahadatun Nafsi

Assalamu’alaikum Wr Wb.. 🙂

Mujahadatun Nafsi adalah mampu menahan diri dari segala macam (nafsu) yang tidak disukai Allah, yang dimaksud nafsu disini adalah nafsu yang menuju kepada keinginan melakukan perbuatan dosa (fujur) yang membuat seseorang tenggelam dalam dua hal yakni syubhat dan syahwat. Bukan nafsu yang mengantarkan pada keinginan untuk melakukan ketaatan kepada Allah (taqwa).

Kenapa kita harus melakukan mujahadatun nafsi?

Karena setiap waktu manusia berada dalam bahaya. Bahaya yang sesungguhnya dalam kehidupan dunia ada dua macam yaitu bahaya yang kelihatan seperti kebakaran, banjir, tanah longsor, dsb serta bahaya yang tidak kelihatan seperti maksiat, dosa, dsb (sedemikian tidak kelihatan sehingga mungkin tidak kita rasakan).

Lalu apa definisi sebenarnya dari bahaya? Seseorang yang terjun ke jurang dengan resiko mati apakah bisa disebut bahaya? Seseorang yang terjun ke medan jihad untuk berperang melawan musuh Allah dengan resiko mati juga apakah disebut bahaya? Bahaya hanya dikatakan bahaya jika berkaitan dengan Allah. Tidak ada bahaya kecuali yang membuat kita ‘bermasalah’ dengan Allah.

Miskin itu bahaya tidak? Tergantung! Jika karena kemiskinan itu menjauhkan kita dari Allah maka itu BAHAYA!

Kaya itu bahaya tidak? Tergantung! Jika karena kekayaan itu menjauhkan diri dari Allah maka itu BAHAYA!

Ada 3 tingkatan hidup bermasalah dengan Allah:

Pertama, hidup jauh dari Allah

Indikasi seseorang hidup jauh di Allah diantaranya adalah

– Berat untuk melakukan kebaikan

– Ringan melakukan keburukan

– Tidak merasakan nikmatnya kebaikan

Hidup manusia itu seperti mobile remote control. Semakin dekat dengan si pengontrol maka mobil itu akan lebih kelihatan jika ada bahaya sehingga sang pengontrol dapat mengamankannya. Begitu juga dengan hidup, semakin seseorang jauh dari Allah maka akan semakin jauh pula pengamanan Allah untuknya.

Kedua, hidup terpisah dari Allah

Indikasi seseorang hidup terpisah dari Allah diantaranya adalah

– Mudah guncang, susah tenang

– Hubbusy syahawat (menyenangi yang disukai nafsu)

– Merasakan nikmatnya dosa

Ketiga, hidup terputus dari Allah

Indikasi seseorang hidup terputus dari Allah adalah

– Membenci kebaikan dan ahli kebaikan

– Menyukai keburukan dan ahli keburukan (misalnya, membenci ulama dan menyukai artis)

– Mengajak keburukan dan mengajak kebaikan

Siapakah biang hidup bermasalah dengan Allah? SYETAN..

Tidak ada yang membahayakan hidup manusia di dunia selain SYETAN..

Ada 3 khutuwat (program kerja) syetan yang membahayakan hidup manusia dalam 24 jam

1. Tazyin

Tazyin membuat manusia memandang indah terhadap keburukan. Program ini dibuat syetan untuk manusia yang jauh dari Allah. Syetan layaknya seorang penjual yang menawarkan dagangannya kepada manusia. Bagaimana caranya agar keburukan tersebut laku terjual kepada manusia sehingga dibuatlah keburukan tersebut menjadi sesuatu yang nampak indah. Seseorang yang terkena perangkap ini akan tertarik melakukan dosa tapi masih belum merasakan ‘nikmatnya’ dosa. Seperti seseorang yang mencoba untuk merokok pertama kalinya. Rasanya tidak akan menyenangkan. Contoh dari program tazyin ini misalnya bagaimana membuat gosip itu menjadi sesuatu yang menarik.

2. Taghwiy (sesat)

Taghwiy akan menyesatkan manusia dengan menanamkan rasa senang pada manusia ketika melakukan keburukan. Program ini diperuntukkan untuk manusia yang hidup terpisah dari Allah. Dalam tahap ini manusia tidak akan kapok melakukan keburukan. Seperti seorang perokok berat yang sudah merasakan nikmat rokok yang mengamcam nyawanya. Contoh dari program ini misalnya manusia dibuat nikmat ketika melakukan pacaran.

3. Tasythin (penyetanan)

Tasythin menanamkan jiwa syetan ke dalam hati manusia. Membuat jiwa manusia menjadi jiwa syetan. Program ini diperuntukkan untuk manusia yang hidup putus dari Allah. Program kerja ini membuat timbulnya setan dari kalangan manusia.

Untuk menghindari khutuwat dari syetan termasuk, maka jalankan hadits berikut

“Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu..” [hadits arba’in: 19]

Jagalah Allah dengan cara menjalankan setiap perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.

Bagaimana jika seseorang terlanjur terkena jerat syetan tersebut??

1. Tazyin

Jika seseorang sudah terkena jerat ini yang harus dilakukan adalah TAUBAT sebelum melangkah ke langkah yang lain. Seseorang dalam tahap ini masih bisa merasakan tidak enaknya melakukan keburukan sehingga masih ada keinginan untuk bertaubat. Seorang yang tertarik pada rokok dan akhirnya mencoba merokok merasakan bagaimana tidak nikmatnya merokok sehingga langsung berhenti dan tidak mau melakukannya lagi.

2. Taghwiy

Seseorang yang sudah terkena sampai tahap taghwiy maka sudah tidak bisa disuruh bertaubat. Yang harus dilakukannya adalah MUJAHADAH berpisah dengan dosa-dosa yang disukai. Seorang perokok berat yang sudah merasakan nikmatnya merokok sehingga sulit untuk lepas dari rokok harus bermujahadah untuk berpisah dengan rokok jika tidak ingin berpisah dengan hidupnya.

3. Tasythin

Seseorang dalam tahap ini sudah harus dikenai ‘iqob agar jera. Hal ini sudah masuk ke wewenang ulul ‘amri untuk memberi hukuman sebagai ikhtiar menyadarkan manusia agar tidak lagi menjadi kaki tangan setan. Dengan adanya ‘iqob tersebut mudah-mudahan bisa membuat jera, sehingga mau bertaubat serta bermujahadah.

Ada satu senjata pamungkas untuk menanggal segala khutuwat syetan tersebut yaitu jadilah orang yang MUKHLIS..!!

Syetan tidak akan menjatuhkan seseorang yang selalu ikhlas dalam kehidupannya..

“Ia (iblis ) berkata, ‘Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang terpilih diantara mereka (mukhlisin)'” [Q.S Al Hijr: 39-40]

Wallahu’alam..

Ust. Syatori Abdurrouf

Masjid Mardliyyah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s