Menyiapkan Diri Menjadi Ahlul Qur’an

Assalamu’alaikum Wr Wb.. 🙂

Semoga Allah memilih kita, anak kita, pasangan kita sebagai ahlul qur’an.
Agar Allah memilih kita dan keluarga sebagai ahlul qur’an maka kita bisa mengambil ibroh dari awal surat Al Baqarah. Bagaimana kita mengambil pelajaran dan motivasi dari Al Qur’an, apakah motivasi membacanya, menghapalnya, memperjuangkannya sehingga Allah memilih kita menjadi ahlul qur’an??

Al Baqarah: 1 Alif Lam Miim,,
Apakah kita tertarik dengan Al Qur’an?? Sejauh mana kita tertarik dengan Al Qur’an??
Ini harus dievaluasi. Sudahkah setiap hari kita membaca Al Qur’an?? Sudahkah setiap bulan kita khatam Al Qur’an?? Kalau jawabannya belum maka kita belum tertarik dengan Al Qur’an. Jika kita sudah tertarik dengan Al Qur’an maka kita pasti bisa mengatasi semua kondisi jiwa yang menghalangi kita untuk berinteraksi dengan Al Qur’an. Tidak peduli ketika kita sudah mengantuk, capek, dll.
Alif Lam Miim merupakan huruf muqottoah dan tafsir yang paling kuat terhadap huruf muqottoah itu tidak ada yang definitif maka disebut huruf-huruf muqottoah yaitu huruf-huruf yang terputus.
Dari Imam Azhari, bahwa sesungguhnya huruf-huruf muqottoah itu untuk menunjukkan keistimewaan Al Qur’an sehingga kaum Quraisy saat itu terpukau dengan Al Qur’an dan kemukjizatannya. Pada umumnya surat-surat yang diawali dengan huruf-huruf muqottoah dilanjutkan dengan keistimewaan Al Qur’an. Jadi untuk bisa menjadi ahlul qur’an maka kita harus membangun ketertarikan yang kuat dengan Al Qur’an.
Kalo kita tertarik dengan Al Qur’an hanya pada saat bulan Ramadhan saja atau tertarik dengan Al Qur’an hanya setelah mendengar taujih maka itu hanyalah ketertarikan yang temporal. Ketertarikan sejati itu jika selalu ingin bersama Al Qur’an dan itu bisa dibangun dengan interaksi yang intens dengan Al Qur’an.
Al Qur’an semakin banyak dibaca akan semakin membuat kita tertarik dengannya. Ada yang tertarik dengan Al Qur’an karena mukjizat kaligrafinya, ada yang tertarik karena pemahaman yang dieproleh dari Al Qur’an, jika kita sudah tertarik dengan Al Qur’an maka akan memudahkan kita dalam beramal.
Cobalah kita cari dari Al Qur’an mana yang paling membuat kita tertarik??
Setiap orang selalu merasa punya kendala, yang kuliah sibuk dengan tugas-tugas kuliah, yang kerja sibuk dengan pekerjaannya, yang sudah berkeluarga susah mengatur waktu. Ketika kita tidak ada ketertarikan dengan Al Qur’an maka akan mudah sekali kita dikalahkan dengan tugas-tugas dunia yang tiada habisnya.
Lupa setelah menghapal itu bukanlah kendala karena itu sudah kenyataan hidup seperti makan berkali-kali maka akan lapar lagi. Ketika kita menghapal dan lupa ya kita hapalkan lagi, lupa lag haoal lagi seperti baju kita jika kotor akan kita cuci, kotor cuci lagi.

Al Baqarah: 2 Dzalikal kitabu la raiba fihi hudal lil muttaqin
Bangunlah keyakinan pada Al Qur’an, tidak ada keraguan padanya, Al Qur’an adalah suatu keniscayaan. Kalau kita meyakini Al Qur’an maka kita akan termasuk golongan orang-orang yang beruntung. Yakinlah bahwa orang-orang yang bersama Al Qur’an akan selalu ditolong oleh Allah. Yakinlah bahwa Al Qur’an akan menjadi petunjuk bagi orang yang bertakwa. Ketika kita hapal Al Qur’an maka Allah akan anugerahkan mahkota kehormatan pada kedua orang tua kita. Yakinlah akan hal itu!!
Tidak ada keraguan padanya. Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Al Baqarah: 3 Alladzina yu’minuna bil goibi wa yukimunasholata wa mimmarozaqenahumyumfikum
Kita harus tahu rincian mengenai hal-hal gaib misalnya apa yang terjadi saat hari kiamat (At Takwir), bagaimana neraka dan rinciannya. Itu akan membuat kita semakin yakin terhadap Al Qur’an. Kita perlu mengetahui juga urusan-urusan gaib yang dijelaskan Rasulullah SAW, misalnya saat Rasulullah menjelaskan tentang keadaan manusia ketika dikumpulkan di padang mahsyar yang panas dan keringatnya akan menenggelamkannya. Tenggelam sampai kaki, tenggelam sampai hidung, tergantung pada amalnya. Ketika kita memakai akal untuk memahami hal-hal gaib mungkin kita tidak akan bisa percaya. Tapi itulah iman kepada yang ghoib. Kita sekarang tidak melihat surga tapi kita yakin akan keberadaannya. Kita tidak pernah bertemu dengan Rasulullah, tidak pernah bertemu Allah tapi kita yakin untuk terus meminta surga dan pertemuan denganNya. Hal ini bisa terwujud jika kita rutin bersama Al Qur’an.
Yukimunassolah, harus ditunjukkan dengan banyak melakukan sholat wajib dan sunah.
Wamimmarozaqenahumyumfikum, berinfak adalah bukti bahwa kita percaya pada yang ghoib. Betapapun uang itu sangat kita cintai tapi kita tetap mau mengeluarkannya karena kita yakin akan janjiNya. Yang selalu berinfak, dalam hatinya akan selalu ada proses mensucikan diri. Semakin sering berinfak maka akan semakin suci dirinya.

Kesimpulan, agar tertarik dengan Al Qur’an maka belajarlah dari awal surah Al Baqarah. Awal surah Al Baqarah bisa menjaga kita dari golongan kaum kafirin dan munafiqin yang dijabarkan pada Al Baqarah halaman kedua.
Semoga kita semua termasuk ke dalam Ahli Qur’an..aamiin..

Ust. Abdul Aziz Abdul Rouf
Nurul Ashri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s