X = “Kamu pernah ngerasa begitu stres mbak? Trus apa yang kamu lakukan?”
Y = “Nangis di hadapanNya..”
X = “Akhir-akhir ini rasanya hidupku complicated banget..”
Y = “Hehe..tanda-tanda apa hayo?”
X = “Banyak maksiat”
Y = “Sama..hati gak tenang itu tanda?”
X = “Jauh dari pertolonganNya..”
Y = “Yoo..Kita ini tahu penyebab dan solusi tapi berat menjalani ya..”

Kita tahu ketenangan itu hanya bisa didapatkan dari kedekatan hati denganNya..
Kita tahu ketenangan itu datang ketika kita berinteraksi dengan kalamNya..
Kita tahu ketenangan itu datang ketika kita menjauhi apa yang dilarangNya..
Kita tahu ketenangan itu datang ketika kita hanya bersandar padaNya..

Kita tahu apa penyebab kegersangan hati, kita tahu bagaimana menyejukkannya..
Tapi ada sesuatu yang membuat kita berat melakukannya. Apa??
Mungkin kita seperti bani Israel yang merasa sombong untuk melakukan perintahNya meski tahu kebenaran.
Atau karena kita kalah dengan hawa nafsu kita sendiri??
Atau karena kita sudah terlalu tertipu dengan “nikmatnya” dunia sehingga berat untuk meninggalkannya??

Apapun, mau tidak mau..
Berat atau sangat berat, pemaksaan itu jalan satu-satunya..
Mujahadah……

Tapi itu pun tidak akan berhasil tanpa bantuanNya. Maka minta padaNya, itu selalu menjadi senjata yang paling ampuh.
Tapi meminta saja tidak cukup. Kita harus jujur padaNya..membersihkan niat..
Ikhlas, satu kata yang para salafus salih pun sangat berat mengaplikasikannya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s