Doa adalah Ibadah (Shahih Muslim)

Assalamu’alaikum Wr Wb..

Rasulullah SAW bersabda
“Doa adalah ibadah”
Hadits shahih diriwayatkan oleh Ashhabus Sunan

Faidah Hadits
Hadits ini semakna dengan firman Allah dalam Al Qur’an surat Ghafir ayat 60
“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Doa terbagi menjadi 2:
1. Doa ibadah
Maksud dari doa ibadah adalah pendekatan diri kepada Allah dengan beribadah kepadaNya dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.
2. Doa masalah
Maksud dari doa masalah adalah pendekatan diri kepada Allah dengan meminta agar didatangkan suatu manfaat dan tertolak dari suatu mudhorot.

Kedua doa tersebut saling berkaitan karena di dalamnya terkandung maksud pendekatan diri kepada Allah.
Ibadah hanyalah ditujukan untuk Allah dan tidak boleh ditujukan kepada selainNya. Bila ibadahnya ditujukan kepada selain Allah maka ia telah berbuat syirik besar.
Gambarannya, seseorang yang memalingkan suatu ibadah kepada selain Allah misalnya sujud kepada selain Allah, menyembelih bukan atas nama Allah, dll disertai pengagungan dan pendekatan diri kepada hal-hal yang memalingkan dirinya dari Allah tersebut maka ia telah berbuat syirik. Ibadah disertai rasa pengagungan dan pendekatan diri merupakan kekhususan sifat uluhiyah Allah. Dan perbuatan syirik telah memunculkan adanya tandingan Allah.
Termasuk syirik besar adalah seseorang yang berdoa kepada si mayit atau meminta hal-hal yang tidak bisa dipenuhi kecuali hanya Allah yang mampu mengabulkan misalnya meminta diluaskan rezeki, dimudahkan segala urusan, dijauhkan dari bala bencana, dll. Orang-orang yang melakukan hal-hal tersebut berarti dia yakin bahwa pihak yang diminta tersebut mampu dan memiliki kemampuan untuk mengatur urusan alam semesta. Padahal satu-satunya Dzat yang mencipta, memiliki, dan mengatur alam semesta ini adalah Allah SWT.
Syirik dalam doa termasuk hal-hal yang sering dan banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat. Bahkan bisa digolongkan sebagai sumbernya syirik. Dan selayaknya bagi seorang muslim untuk membentengi dirinya, keluarganya, dan masyarakat di sekitarnya dari bahaya syirik yaitu dengan memahami makna dan hakikat tauhid serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Wallahu’alam

Ust. Ridwan Arifin

Jadi, aplikasi dari hadits tersebut adalah:
Perbanyak berdoa hanya kepada Allah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s