Ibumu memanggilmu lembut. Kau, yang tengah asyik dengan duniamu, mendengarnya samar. Acuh.
Ibumu mulai memperkeras suaranya. Kau, yang tengah asyik dengan duniamu, mendengarnya jelas. Menjawab sekilas, masih acuh.
Ibumu mencapai volume tertinggi suaranya dan memanggil namamu lengkap. Kau, yang tengah asyik dengan duniamu, mulai tergopoh-gopoh. Menjawab panggilannya sambil berlari mendekat..

Sama..
Ketika kau sedang lalai, Allah memanggilmu lembut. Kau merasakannya tapi kau mengabaikannya.
Dia perkeras panggilannya agar kau segera sadar dan memenuhi penggilanNya. Lagi-lagi, kau merasakannya lebih keras dari sebelumnya. Dan lagi-lagi, kau hanya berpaling sebentar dan kembali lalai.
Dia berikan panggilan terkerasNya. Kau mendengarnya keras, membuatmu tersentak, jatuh, dan mulai merasakan sakitnya. Dalam kesakitan sangat, kau kembali menghadapNya…

Polanya selalu sama, untukku. Entah untuk kalian..

~Thanks Lord, You still want to call me back..Ya Ghaffur.

Badai akan datang sepertinya. Adakah jalan lain selain menerjangnya untuk bisa sampai ke tempat tujuan??
Mulailah bersikap bijak…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s