Rubuh

Pertahanannya rubuh juga. Kembali dihisapnya si kepala merah itu. Asap kembali mengepul dari mulutnya. Setelah beberapa lama bertahan, karena tekanan yang mungkin tidak dapat dibilang kecil, ia kembali pada kebiasaan lamanya. Merokok.

Itu ceritanya..
Ini ceritaku..

Pertahananku rubuh juga. Kembali sepotong kabel membawa bit-bit suara mengalir dari player menuju ke telinga. Suara itu pun kembali terdengar. Setelah cukup lama bertahan, aku kembali pada kebiasaan lamaku. Musik.
Sel abu-abu itu masih belum bisa benar-benar berpisah dari beat-beatnya. Fokus itu masih belum bisa didapat jika tidak ada dentuman suara yang mampu meredam dan mengumpulkan pikiran-pikiran random itu pada satu titik.

Kembali teringat ketika ayat mengenai haramnya khamr turun, terbayang bagaimana mereka mulai membuang semua simpanan khamr mereka. Yang memegang gelas berisi khamr seketika mencampakkan gelas-gelas tersebut. Yang terlanjur menegaknya, mati-matian memuntahkannya. Mereka melakukannya seraya berkata,
“Kami telah berhenti duhai Tuhan, kami telah berhenti….!!” (tafsir Ibnu Katsir)

Kembali teringat ketika perintah hijab diturunkan. Segeralah para wanitanya mencari kain apa saja yang dapat dipakai untuk menutup kepala mereka. Tak ada keberatan dari para wanita tersebut apakah khimar tersebut akan mengurangi kecantikan mereka atau tidak. Sami’na wa atho’na…kami dengar dan kami taat…totalitas..

Semua nasihat itu selalu terngiang-ngiang seolah selalu mengingatkan tapi apa daya, tidak mudah mengubah suatu kebiasaan. Kini aku pun mulai mengerti satu pertanyaan yang selalu berulang kutanyakan
“Kenapa seseorang itu paham tapi tidak menjalankan??”
Hati-hati menilai seseorang, siapa tahu mereka yang kau sangka buruk sebenarnya sedang berusaha sekuat tenaga mengubah dirinya. Melawan nikmatnya nafsu kebiasaan yang sudah lama berakar…

Saat seperti ini pun aku bertanya pada diri sendiri,
“Iman, sebenarnya sudah seberapa kuat kau bercokol di hati??”

“Musik dan Qur’an itu bagaikan air dan minyak, tak akan pernah bisa menyatu dalam satu wadah. Semoga Allah mudahkan…”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s