Seneng Bareng-Dieng

Scene 1
=======
Kamar kos. Sibuk ngutak-atik sesuatu. Suara message wa. Ngambil hape. Mbak Novi.

“Nuri, mau ikut jalan2 ke daerah ketep gak?
Berangkat besok minggu. Gratis, konfirmasi ikut terakhir hari ini jam 3 sore. Klo mau ntar aku daftarin.”

Masih males-malesan. Inget hari ahad sudah ada acara. Mulai ngetik.

“Mbak ikut?
Dari jam berapa sampe jam berapa mbak?
Acaranya siapa mbak?”

Letakin hp. Kembali upyek sama kerjaan.
Tak berapa lama. Suara message. Ambil hp.

“Insya Allah ikut. Dari pagi sampe sore. Pagi berangkat pukul 7, pulang dari sana rencana sekitar jam 2-an gitu. Acara KMPTI, pembubaran gitu. Yang ikut angkatan kita aja. Ikutlah Nuri. Aku kirim fotonya ya.”

Gak perlu nunggu lama. Langsung ketik
“Ikoottt”

Acara hari Ahad, abaikan.

Scene 2
========
Di dalam mobil pertama. Dhanes menyetir mobil. Mas Markus di sampingnya. Di tengah aku dan Mbak Novi. Paling belakang si Febri.

Dhanes: “Mau ganti ke Dieng gak?? Di ketep gak ada apa-apa. Pasti bingung mau ngapain kalo udah sampe sana.”

Upyek diskusi sebentar. Fix mobil pertama setuju ganti tujuan. Tinggal koordinasi sama mobil kedua. Mas Markus kirim message ke Hasan.

Scene 3
========
Mobil kedua isi bensin. Bang Hadi, Ozi, Mega, Wanda, Hasan, dan Gama kasak kusuk diskusi soal pergantian tempat. Gama keluar mobil menuju mobil kedua.

Gama: (melongok ke dalam mobil pertama) “Jadi gimana? Ini udah pada fix mau ganti ke Dieng?? Mbak Novi??”
Mb Novi: “Iya Gam. Ke Dieng aja..”
Gama: “Ya udah kalo pada setuju. Kita manut aja.” (balik lagi ke mobil 2)

Scene 4
========
Berhenti di warung mie ongklok khas wonosobo. Semua pesen mie ongklok kecuali Ozi dan Bang Hadi. Keduanya pesen sate sapi, makanan khas wonosobo yang lain.

Ozi: “Enak mbak mienya??”
Aku: “Ehmm..” (diam.nyengir) “Manis” (stop.no comment.not recommended. eh..)

Scene 5

========

Kebun Teh Tambi

Kebun Teh Tambi

Mobil parkir. Keluar satu persatu menuju kebun teh. Gunung Sindoro di sebelah kanan dan Sumbing di sebelah kiri (kalo gak salah).
Sorak sorai horee begitu sampai pelataran kebun teh yang serba hijau. Semua ambil posisi. Foto hape, camdig, tablet, dan alamak..tongsis sudah siap di tangan. Satu, dua, tiga…menjadi angka favorit saat itu.
Puas. Kembali ke mobil. Lanjut ke destinasi selanjutnya.

Scene 6

========

Welcome to Dieng

Welcome to Dieng

Welcome To Dieng \(^0^)/

Ademm..berasa di bandung 😀

Area pendakian Gunung Prau

Scene 7

========

Candi Arjuna

Candi Arjuna

Keluar mobil langsung pada nyebar cari mushola. Sholat.

Balik ke TKP sendirian. Ketemu Ozi sama Bang Hadi nongkrong di warung sambil makan kentang goreng.

Ozi: “Sini Mbak. Ngicip kentang dulu.”

Berjalan mendekat. Duduk di kursi dekat mereka. Nyomot kentang goreng. Tak berapa lama Ozi dan Bang Hadi pamitan mau sholat. Kentang goreng masih sisa banyak. Lanjut nongkrong sambil ngabisin kentang sekalian ngobrol sama ibu warung.

Aku: “Bu, ini kentang gorengnya gak dikasih bumbu ya Bu?”
Ibu warung: “Enggak neng.” (berasa di sunda. Padahal lupa ibunya nyebut pake sebutan apa..anggep aja ‘neng’)

Mbak Novi datang dari arah mushola. Ikut nongkrong ikut nyomot kentang juga.

Aku: “Kalo carica nya ini manisan atau carica yang masih asli Bu?” (sambil megang bungkus besar carica)
Ibu warung: “Itu manisan semua neng. Isinya sama kayak itu.” (nunjuk manisan carica bijian)
Aku: “Kalo purwaceng nya ini bentuknya apa ya Bu?” (ganti megang satu bungkus besar purwaceng)
Ibu warung: “Itu kayak bubuk susu kemasan itu neng. Satu kemasan satu kali minum. Rasanya juga macem-macem. Ada rasa teh, susu. Kayak begini ni kalo mau lihat.” (Nyari bungkusan yang udah kebuka. Nunjukin isinya)

Carica, purwaceng, kentang…3 makanan khas dieng.

Scene 8
========

Bukit Sikadang

Bukit Sikadang

Saudaranya kawah putih. Masih bagusan kawah putih sih.

Scene 9
=======

Telaga Warna

Telaga Warna

Undakan jalannya berasa di dago pakar.

Scene 10

========

Bukit Pandang

Bukit Pandang

Last destination. The most beautiful among all. Blue sky, green tree, fresh air, high place, beautiful landscape. Berasa dekat dengan langit.. 🙂

Berkabut. Bye sunset. Gak kelihatan.

Scene 11
========
Hasan pindah ke mobil 1. Di dalam mobil yang sudah berjalan.

Hasan: “Yah, berakhir sudahhh..besok kembali mikir tesis..argghh..”

Hening…

Aku kembali khusyuk menonton film di tabletnya Hasan..

=The end=

Dandelion

Dandelion

Jingkrak-jingkrak nemu dandelion di pelataran candi Arjuna. Sekian lama hidup baru sekali nemu dandelion. Potret sana-potret sini.

Hasan: “Ngapain Mbak??” (tetiba nongol)
Aku: “Dandelion Sannn…” (nyengir..nunjuk dandelion)

10 May 2015. Pasti 2013. Dieng. A moment created

Advertisements
By Isnaini Posted in Moment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s