Mencintai Karena Allah-Part 2

“Cinta itu hanya bagi yang sudah menikah” ujar ustadz Syatori ketika menjawab pertanyaan dari salah seorang jama’ahnya yang tidak lain tidak bukan adalah teman yang duduk di sebelah kanan saya pas, yang berhasil dikompori ikut kajian ini 😀

Beberapa saat sebelumnya..
“Nuri, tanda-tanda cinta karena Allah itu apa ya??” tanya beliau setengah berbisik pas sesi tanya jawab
“Eh, gak tau. Nanya aja sama si bapak” jawabku bengong. Lha ini kajian tafsir, yang ditanyain masalah apa -__-
“Tapi malu ih Nuri” lanjutnya
“Tanya aja. Kan tinggal tulis di kertas trus kasih ke depan. Gak ada yang tahu itu pertanyaan punya siapa” jawabku

Sampai akhirnya sampailah kertasnya dibuka sama ustadz syatori, dan berikut lanjutan jawabannya
“Tanda-tanda itu hanya kita sendiri yang bisa menilai. Orang lain tidak bisa menilainya.” lanjut beliau

Beberapa bulan sebelumnya..
“Jadi gimana, udah dapet emailnya??” tanyaku pada si beliau
“Udah Nuri. Aku syok Nuri bacanya” jawabnya
“Apa emang isinya??” tanyaku lagi
“Masak si om ngirimin syair-syair lebay. Kan aku requestnya minta CV. Sms-smsnya juga sama lebaynya..” sahut beliau heboh
“Eh..” aku hanya tertegun
“Bukan begitu caranya kalo memang mau menjaga…” aku berkata lirih
“Trus, kamu jawabnya gimana??” tanyaku lanjut
“Bilang aja gak suka sama caranya..” jawabnya

Ya, memang ini proses ta’aruf. Ya, memang untuk seterusnya hubungan ini akan berlanjut. Ya, memang ada niatan untuk melangkah ke arah yang lebih serius. Tapi ini masih proses. Belum ada label halal.
Ya, memang si ikhwan nya lulusan Mesir. Ya, memang si ikhwan sering menjadi pembicara kajian. Ya, memang si ikhwan sudah sangat matang karena memang selisih umurnya sangat lah panjang, 10 tahun. Tapi ini masih proses. Belum ada jaminan halal.
Ya, memang ilmu saya masih sangatlah minim dibanding ilmu beliau. Apalah arti seseorang yang cuma belajar agama di waktu luangnya dibanding beliau yang khusus mencurahkan waktunya mendalami ajaran agama. Tapi, ada pemahaman yang berbeda disini. Pemahaman yang selama ini saya anggap benar bertentangan dengan pemahaman beliau, seseorang yang kapasitasnya sudah menjadi pembicara majelis ilmu. Apakah pemahaman saya selama ini salah??

Tak ada jaminan semua akan berakhir sesuai apa yang kita rencanakan. Ada yang lebih dekat dari semua rencana kita yang jauh ke depan. Kematian. Tak ada jaminan kita ataupun dia calon kita akan tetap hidup sampai saat halal itu tiba. Tak ada yang tahu skenario seperti apa yang Allah sediakan untuk kita.

Ya, wanita tetaplah wanita. Teman saya, yang saya tahu bukan seorang yang gampang terlena, pun pada akhirnya menyerah juga. Komunikasi yang terlalu intens dengan dalih berbagai alasan pembenaran menggoyahkan benteng pertahanannya. May Allah protect their hearts..

Pertanyaan yang sama terulang kembali, apakah pemahaman saya salah selama ini??
Think.. 1,2,3..
Jawabannya masih sama, tidak..saya masih memegang ideaslisme saya erat. Setidaknya saya tidak sendirian. Pemilik salah satu blog favorit saya ini pun berpendapat yang sama. Penjelasan beliau bisa lebih jelas 🙂

Teman saya yang lain jika membaca postingan ini pasti akan berkata,
“Ah Mbak, kamu gak pernah tahu rasanya jatuh cinta sih Mbak..”
Meskipun pada akhirnya ketika ia memulai proses ta’aruf ia malah berkata,
“Mbak, saat ini hatiku sangat fluktuatif. Jadi aku lebih banyak butuh nasihat dari orang yang lebih jernih hati dan pikirannya. Agar aku tak pernah salah langkah”
Sepertinya dia salah minta bantuan, hati ini pun masih teramat kotor -___-

Dan belum lama ini…
“Nuri, sepertinya jadi ketergantungan ni sama si om. Untung kita jauhan, gak kebayang kalo deket gimana jadinya ya??” beliau berkata tiba-tiba
Aku hanya terdiam..
Hening..
Yang paling dikhawatirkan pun terjadi sudah..

“Maksiat yang sudah tak lagi terasa nikmat pun, masih tetap sulit untuk dihilangkan karena sudah menjadi kebiasaan”
Sepintas yang terdengar dari kajian via radio pagi ini..
Semoga Allah jaga hati-hati kita selalu..

“There’s nothing wrong with the love, it depends how you handle it”

Allahummaghfirli..
Wallahu’alam..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s