Demise

Seberapapun kompleksnya algoritma kehidupan yang kita buat, seberapapun rumitnya model matematis kehidupan yang kita rancang, pada akhirnya ujungnya sama. Kematian.
Dua pembentuk utama kehidupan akan kembali ke rumahnya masing-masing. Raga, akan kembali ke tanah. Membusuk dan hancur. Ruh, akan kembali ke akhirat. Mengekal.

”tiap-tiap jiwa akan merasakan mati..” [Ali Imran: 185]

Akankah senyum itu ada ketika Pemilik Jiwa memanggilnya kembali pulang ke negeri asalnya??

“Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku adalah umur yang terakhirnya, sebaik-baik amalku adalah amal-amal penutupannya dan sebaik-baik hariku adalah hari saat aku menghadap-Mu.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Ausath)

Auntie’s funeral
Allahumaghfirlaha warhamha wa’afihi wafu’anha. Allahuma la tahrimna ajraha wala taftina ba’daha waghfirlana wallaha. Aamiin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s