[Catatan Jalanan] Batas

“Baca. Jangan hanya pakai logika sendiri.” kata si babe dosen tiap kali datang bimbingan tanpa bekal bacaan dan hanya mengandalkan logika sempit untuk menyelesaikan masalah.

Ada teori-teori yang sudah teruji kebenarannya yang dapat kita jadikan patokan untuk menemukan sebuah jawaban. Ada dasar untuk memproses setiap informasi yang kita terima. Ada acuan untuk menentukan apakah jalan yang kita pilih ini salah atau benar. Carilah informasi sebanyak-banyaknya dan bijaklah dalam memprosesnya…

Begitu pula dalam kehidupan. Carilah ilmu, pengalaman, pemikiran sebanyak-banyaknya. Proseslah dengan cara yang bijak. Pakailah pedoman kehidupan yang sudah terjamin kebenaran mutlaknya. Al Qur’an, hadits, dan ijma’ ulama. Tanpa batas kita hanya akan bermain dengan akal dan hati yang belum sepenuhnya bersih dari hawa nafsu.

Untuk menyambung dari tulisan sebelumnya agar tidak terjadi kesalahan penafsiran. Bebas berpikir itu bagus tapi tetap harus ada pembatas untuk setiap sesuatu. Jangan berpikir terlalu sempit dan jangan berpikir terlalu bebas. Bukankah Islam lebih menyukai keseimbangan??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s