Etape..

1.05 AM

Mencoba berhenti sejenak dan meneruskan kebiasaan meskipun terkadang rasa malas mencengkeram..
Tak ada yang bisa dituliskan.
Sirius, canopus, antares, betelgeuse, rigel, dan semua penghuni langit selatan tenggelam tertutup awan..
Tak ada yang bisa disapa.
Ini juga bukan rumah dimana ada tempat tinggi untuk melihat bintang.

Mungkin hidup memang sebuah panggung sandiwara, bukan tempat hidup kita sesungguhnya..
Ada saat Dia, yang menyuruh kita turun ke dunia hina ini, akan memanggil kita ‘pulang’..
Dan, semoga saat itulah yang menjadi seistimewa-istimewanya hari.
Berapa kali harus diulang-ulang, hari spesial itu bukan hari kelahiran atau hari pernikahan apalagi hari kelulusan..
Hari spesial itu akan datang ketika Dia menyuruh pulang dan senyum itu ada.
Senyum paling indah melepas segala kefanaan menuju keabadian..semoga

Maka, wahai jiwa, selama menunggu saat Dia berkata,
“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoiNya..”
Tetaplah seperti Aldebaran yang selalu setia mengikuti Pleiades.

Masih di tempat yang sama seperti saat pertama kali ke kota ini,
15 November 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s