Mencari Ketegasan

“Mbak, mau jogging ya. Ikut dong” teriak si adek kos dari dalam kamarnya
“Hayukk..tak tunggu wis” jawabku sembari membuka pintu keluar
Selang tak berapa lama, keluarlah ia. Minus jilbab.
“Jilbabmu mana non?” tanyaku
“Males Mbak, gak enak pakenya” jawabnya sambil berjalan menuju ke kursi
“Pakailah Put. Ambil dulu sana..” kataku lagi
“Aku gak terlalu suka pake jilbab Mb..” jawabnya santai khas si tomboi
Dan, aku hanya bisa mengutuki diri sendiri. Membiarkan ia melakukan apa yang ia suka. Menahan rasa perih atau entah apa rasanya.
Bodohnya…
As always..

Awal semester, lab simulasi dan komputasi, di tengah perkuliahan,
“Mbak, kita gak boleh pacaran ya Mbak?” tanyanya polos
“Kenapa emang??” tanyaku balik
Berceritalah ia panjang lebar.
“Mbak, masak sekarang kalah Mbak. Dulu 4 tahun lho Mbak, saya berhasil gak pacaran. Dulu saya masih sering gaul sama Mbak-mbak yang berjilbab lebar sih Mb..” ocehnya dengan segala kepolosannya
“Nah itu udah tahu..” jawabku singkat mengira ia sudah paham, tanpa ada follow up
Aku lupa, pemahaman tak selamanya berbanding lurus dengan pengamalan. Hingga pada akhirnya aku pun hanya bisa berkata lirih pada diri sendiri,
“Gomenasai, i can’t save you, my dearly sister”
Bodoh?? Sangat,,

Terkadang kau hanya takut, kepekaanmu akan berkurang. Satu kali pemakluman, dua kali pembenaran, sampai akhirnya kau kebas dan membiarkan seluruh kemungkaran itu mengelilingimu. Melihat saudara-saudaramu satu persatu berjalan menuju jurang. Dan kau hanya bisa terdiam..

Atau mungkin, hatimu memang sudah mati??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s