Aniki

Bila ditanya siapa nama yang sering disebut dalam doa secara lengkap, akan saya jawab,
“Big bro”
Yes, he is the one that I am worrying the most. Meskipun kita hanya 2 bersaudara, tapi sebenar-benarnya benar saya tak benar-benar mengerti bagaimana dia sebenarnya. Aneh?? gak juga. Banyak kasus seperti ini kan (ngalibi). Mungkin, karena kita punya sifat yang sama. Sama-sama tak bisa mengekspresikan perasaan dan lebih suka memendam semua masalah sendirian. Jadi, tak banyak komunikasi. Ya, semua ini karena dna yang diturunkan si babeh (cari kambing hitam). Jadilah kita triumvirat introvert. Bersyukurlah emak orangnya over extrovert. Penyeimbang…

Sejak kecil, saya selalu ditolaknya. Mau maen bareng, ditolak. Sekolah bareng, ditolak. Hikss..nasib punya abang yang cuma selisih dua tahun. Gak bisa ngemong ><. Sampai saat ini pun saya masih punya impian punya abang yang buanyaakk. Setidaknya abang yang paling besar bisa jadi tempat sandaran #DayDreaming. Satu sekolah cuma pas SD, setelah itu, pisah. Akang gak mau se-SMP sama adeknya dan orang tua pun nyuruh saya sekolah ke kota. Beruntung, saya menemukan banyak mbak-mbak baik hati diluar sana..hikss. Thanks Lord, you give me a lot of 'big sisters'.

“Mbak, kenapa mau sama si mas??” tanyaku pada istri akang, 2 tahun lalu ketika sama-sama menunggunya yang terkapar di kamar sebuah rumah sakit.
“Yah, meskipun orangnya hitam tapi hatinya kan putih..” jawab si mbak sambil tersenyum
Wheeww…tepuk tangan. Kirain karena bosen dikejar terus sejak SMP Mbak #upss
Saat si akang sakit itulah, saya tersadar. I know nothing about him. (kemana aja Nur? ngerantau -__- )
Si Mbak sering bercerita sifat-sifat si akang yang bikin saya cuma bengong dan berkata,
“Mosok Mbak??”
Ada sifatnya yang berbeda ketika di rumah dan di luar rumah.

Satu hal yang membuat amazing ketika menunggui si abang yang saat itu sedang sakit adalah banyaknya teman-teman rekan kerjanya yang rela datang dari daerah nun jauh di gunung kidul sana, semanu, sampe ke klaten. Saking banyaknya, saya sampai tergeser sejauh 2 kamar.
“Kesini naek apa Pak?” tanyaku pada salah satu anggota grup semanu itu
“Carter bus Mbak..” jawab beliau
Aku hanya mengangguk-angguk.
Satu kaleng biskuit dan satu pak air mineral yang dikeluarkan ludes. Menyisakan remah-remah sampah.
“Sebanyak ini temennya yang datang, kalo gak karena si Mas orangnya baik, gak mungkin kan pada mau datang jauh-jauh.” kata si Mbak sambil tersenyum
Yess..indeed Mbak 🙂

Dan terbukti, dalam setiap kondisi genting, si akang selalu siap diandalkan. Kepentingan sendiri, lupakan. Ya ya ya, seperti itulah prinsipnya. Bisa dibilang, hatinya sehangat mentari. May Allah keep that light in your heart… ><

Dan, dari dulu sampe sekarang, saya cuma selalu menjadi anak kecil di tengah-tengah goliath. But actually, I like it.. 😀
Kapan isoh dewasa nduk??
Kapan-kapan kalo Allah berkenan.. #jawabanUntukSemuaTanyaKapan

Actually, I just want to say,
Arigatone aniki, onee-chan..hontou ni arigato.. #NundukDalemDalem
Without you, I am paralyzed…
Sorry for always being a useless little sister…

And, barakallah fii umrik, aniki…
Semoga Allah tambah keimanan dalam dada dan hati dipenuhi dengan kecintaan kepadaNya.
And, may Allah put barakah in your family life, ameen..

27 Januari 2016
Byeee VIP F
Okaeri otou-san ^^
Otanjoubi omedetou aniki ^-^

Randommm posttt………….Abaikan

Advertisements

4 comments on “Aniki

  1. duh, kok kita senasib ya mbak, dulu waktu kecil saya juga kalo mau ikut main sama kakak pasti di suruh pulang, jadi waktu kecil kayak merasa tersisihkan gitu.
    tapi alhamdulillah, sejak usia SMP sudah bisa akur sama kakak, jadi lebih akrab sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s