Sunnah Adab Memberikan Minum yang Hampir Hilang

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu..

Dari Abu Qatadah radhiallahu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya orang yang memberikan minum suatu kaum hendaknya yang paling terakhir minum.”
(Hadits shahih riwayat Muslim dan Ahmad)

IMG-20160128-WA0016

Penjelasan Hadits
Hadits ini adalah potongan dari hadits yang panjang tentang pulangnya Rasulullah dan para sahabat dari suatu peperangan. Di dalamnya terdapat petunjuk akhlak yang tinggi yaitu hendaknya orang yang menuangkan minuman untuk suatu kaum, minum paling terakhir setelah semua orang di kaum tersebut mendapatkan bagian minumannya masing-masing. Dan inilah yang dilakukan Rasulullah dan Abu Qatadah, karena ketika itulah Rasulullah yang menuangkan air dari bejana ke gelas dan Abu Qatadah yang memberikan gelasnya kepada para sahabat hingga hanya tersisa Rasulullah dan Abu Qatadah yang belum minum, lalu Abu Qatadah mempersilahkan Rasulullah untuk minum, lalu beliau pun menolak seraya menyampaikan hadits ini dan mempersilakan Abu Qatadah untuk minum terlebih dahulu. Abu Qatadah pun minum terlebih dahulu.

Hendaknya seperti inilah adab orang yang membagikan air minum, susu, atau makanan atau benda-benda lainnya yang dibagikan untuk orang banyak, maka orang yang membagikan hendaknya mengambil bagiannya paling terakhir.

Islam adalah agama yang mulia yang mengajarkan akhlak-akhlak yang mulia dalam pergaulan sesama muslim, di antaranya adalah akhlak itsar yaitu mendahulukan saudaranya sesama muslim. Namun, akhlak ini hanya disunahkan dalam hal-hal yang bersifat duniawi seperti makanan, minuman, harta, dan lainnya. Adapun hal-hal yang sifatnya keutamaan-keutamaan ukhrowi dan ibadah maka akhlak itsar ini tidak disunahkan. Sebagaimana yang ditunjukkan oleh hadits Abu Hurairah,
“Kalau seandainya mereka tahu (pahala) apa yang didapatkan pada shaf pertama niscaya mereka akan mengundi (untuk mendapatkan shaf pertama).” [Muttafaqun ‘alaihi].
Dan ketika perang Khaibar, para sahabat berlomba-lomba mendapatkan bendera kepemimpinan pada perang Khaibar bukan karena cinta jabatan tapi karena sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa yang akan memimpin perang Khaibar adalah orang yang cinta Allah dan Rasulnya dan Allah dan RasulNya pun cinta kepadanya.

Ustadz Varian Lc hafidzahullah

Advertisements

2 comments on “Sunnah Adab Memberikan Minum yang Hampir Hilang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s