Antara Teknik dan Sastra

“Kalo ada angin bertiup, yang akan dilakukan anak teknik adalah menaksir arah dan kecepatan angin. Beda dengan anak sastra. Mereka bisa menciptakan untaian kata yang menyentuh rasa.” terang babe dosen di kelas asas teknik industri.

Berkesan berkebalikan memang antara teknik dan sastra. Ketika anak teknik diberi sebuah pertanyaan, kemungkinan besar jawabannya pasti simpel. Anak sastra, seribu satu kata mungkin terurai untuk sebuah tanya yang sebenarnya jawabannya cukup sederhana. Yang satu bertumpu pada logika angka, yang satu lebih ke logika kata.

Tapi, tidakkah bisa keduanya disatukan??
Teknik cenderung logis, sistematis, analitis, dan matematis. Sastra pun bisa memenuhi tiga unsur awal ditambah unsur estetis yang menjadikannya terasa indah. Jadi, bedanya mungkin arah kuantitatif dan kualitatif. Pemecahan masalah bisa dilakukan secara matematis dan hasilnya disajikan secara estetis.

Sastra klasik Sherlock Holmes nya Conan Doyle atau Hercule Poirot nya Agatha Christie di dalamnya terkandung trik-trik yang sebenarnya bisa masuk ke teknis matematis. Bagaimana arah keluarnya peluru ketika ditembakkan dari posisi tertentu dengan memperhitungkan kecepatan dan sudut elevasi tertentu, trik penghilangan barang bukti dengan memanfaatkan konsep dasar tuas dan pengungkit, atau mungkin gejala keracunan sianida yang bisa masuk ranah teknik kimia (eh, atau kimia murni??).

Jika kedua karya sastra tersebut terlalu berat, mungkin ada yang lebih ringan seperti Madre nya si Dee. Siapa yang menyangka teknik industri bisa dijelaskan dari sepotong fragmen sastra bergenre drama tersebut. Dan mungkin sebenarnya masih banyak lagi unsur-unsur teknik yang terkadang kaku dan rumit dapat disederhanakan dan diperindah dengan unsur-unsur sastra. Setidaknya masyarakat awam pun dapat lebih mudah mencerna.

Masjid Asy-Syifa
masih menunggu hujan reda dan sebuah amanah yang tertunda…

Advertisements

9 comments on “Antara Teknik dan Sastra

    • iyapp..sepakat ^^
      ambiguitas logika angka lebih kecil drpd logika kata. dulu pernah nulis ini juga.

      sebenarnya yang mau disampaikan, bagaimana membuat hasil studi keteknikan dapat mudah dipahami dan disukai masyarakat awam. hasil riset teknik biasanya sebuah persamaan matematis yang hanya dapat dipahami keindahannya oleh para penikmat persamaan matematika. org awam biasanya melihat matematika sebagai sesuatu yang rumit (apalagi jika ada integral lipat 3). nah, biar pada lebih enak untuk memahami logika dibalik terbentuknya angka-angka tersebut maka sastra bisa dipakai untuk menjelaskan runtutan proses penciptaan sebuah persamaan. bisa dengan analogi atau pemanfaatan langsung persamaan matematis dalam dunia nyata. karena biasanya orang lebih menyukai keindahan bahasa sastra yang njelimet tapi merasuk di rasa daripada sebuah tatanan simbol dan angka yang kemungkinan besar hanya nangkring di kepala :mrgreen:

      kalo pak dosen bilang, ambil masalah dari dunia nyata – bawa ke dunia analisis – hasilnya jelaskan dengan bahasa manusia.. πŸ˜€

      tapi sebenarnya juga, ini hanya ide yang spontan aja..gak ada preliminary risetnya..abstrak..bagaimana contohnya, saya juga masih bingung…ehehe. cmiiw..

      • S teh anget aja heheh
        Sepertinya belum ada Teh, oia kayanya dulu aku pernah liat broadcast Pertamina University lagi nyari dosen..
        Waaa dosen matakuliah apa Teh?

      • Ooo, Teh coba aja main ke sini, silaturahim sama Bu Dida (Dekan FRI, kalau mengepalai fakultas dekan kan ya Teh? Heheh) soalnya ada juga dosen2 LB yang sebenernya pengusaha dlsb tapi disela2 waktunya jadi dosen

        Semester kemarin pernah ngobrol sama salah satunya, beliau presentasi di depan Bu Dida, terus diterima ngajar..

      • Wahh…nice info Nenden..thanks (^^)b

        Lebih suka jadi dosen LB. fleksibel..hehe. tapi sepertinya nyari di lokal sekitar rumah dulu. gak tega ninggal ortu… πŸ˜€

      • Sami-sami Tehhh..
        Waaa mantap, berbirul walidain πŸ™‚
        Ditunggu kabar bahagianya heheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s