PenjagaanNya untuk Yang Sedang Menjaga

“Ibu sehat kan. Biasanya kalo kecapekan ibu jadi sakit.” katanya dalam sebuah perjalanan sore
“Sehat insya allah..” jawabku pendek sambil membayangkan ibu yang loading pekerjaan rumahnya bertambah
“Biasanya memang begitu kok. Orang yang sedang menjaga orang lain biasanya malah lebih sehat karena semangatnya untuk terus bertahan agar tidak terkapar.” tambahnya yang sudah menganggap orang tuaku layaknya orang tuanya sendiri
“Ya, semoga..” sahutku masih sambil memegang kendali motor

“..tapi, bukannya fisik mempunyai limit. Sebesar apapun semangatnya, ada saat fisik tak mampu mensejajarinya.”
otak negatifku kembali bekerja
“Hei, tenanglah, bukankah sudah kau titipkan mereka pada Sebaik-baik Penjaga. Ia yang akan menjaga mereka sebaik mereka menjagamu. Tidak, bahkan mungkin lebih baik lagi. Percayalah..” selinting suara optimisme berhembus

“Ya, aku percaya padaNya. Melebihi rasa percayaku pada diri sendiri untuk menjaga mereka..” aku menghembuskan nafas panjang, tersenyum, dan menambah kecepatan motor agar bisa segera sampai menemui keduanya..

Robbighfirlii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

Advertisements

3 comments on “PenjagaanNya untuk Yang Sedang Menjaga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s