Barokah-kah??

Bukan barokah namanya jika apa yang kita lakukan hanya semakin menjauhkan diri kita denganNya.
Bukan barokah namanya jika kegiatan yang kita ikuti hanya semakin membuat hak-hakNya terabaikan.

Saat kondisi seperti inilah kita harus bertanya,
“Untuk apa kau hidup di dunia??”
Jika pun pertanyaan itu terlalu jauh, bisalah kita ganti dengan,
“Untuk apa kau melakukannya??”
Karena intinya sama. Niat.

Saat ada ketidakseimbangan, yang harus diteliti pertama kali adalah hati. Akar dari segala tindak tanduk perilaku dalam kehidupan. Bolehlah saat awal niat sudah tertata apik. Mencoba menghubungkan apa yang akan dijalani dengan tujuan utama kehidupan sebelum akhirnya berkata ‘Ok, I am in’. Tapi, hati tetaplah hati. Qalb yang mudah terbolak-balik. Bahkan mungkin, saat langkah awal menetapkan niat pun sudah tercemar hawa nafsu yang kita sendiri coba untuk tutupi.

Saat semua prioritas hidup kita terbolak-balik, saat itulah kita perlu diam sejenak. Kembali membersihkan hati. Memotong niat yang gelap dengan pisau keikhlasan.

Hanya generalisasi dari sebuah scene kehidupan.

Advertisements

5 comments on “Barokah-kah??

  1. Yang ini keren bung. Saya baru belajar nulis, barusan buat blog. Sy tumben maen ke blognya. Jdi pengen nulis tentang refleksi buat diri sendiri. Mohon masukannya nantii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s