Dari Klaten ke Ponorogo Lalu Jombang

“Klaten masih tergolong mudah Mbak. Jalan sudah beraspal jadi perjalanan menuju SD nya pun tak terlalu susah.” kata Mas videogafer selesai men-shoot testimoni Bapak Kepala Sekolah. Tangannya masih mengutak-utik kamera di atas tripodnya.

Aku yang berencana segera kembali ke basecamp, urung melakukannya.

“Iya ya Mas. Fasilitas SD nya pun sudah tergolong bagus.” sambungku.

“Yang paling mengerikan itu di Ponorogo Mbak. Jalan ke SD masih berbatu. Aspal hanya di jalan bawah. Selebihnya ya itu, tanah sama batu thok.” lanjutnya. Jam terbang beliau sebagai relawan memang sudah termasuk tinggi. Beberapa daerah mungkin sudah beliau kunjungi.

“Dari jalan berbatu ke sekolah kira-kira berapa jam itu Mas?” tanyaku penasaran.

“Ya, satu setengah jam-an ada lah Mbak..” jawabnya

“Heik..itu sama dengan perjalanan dari rumah ke Yogya.” batinku

“Hemm…panjang juga ya Mas jalan kurang layak pakenya.” sahutku

“Satu relawan bahkan sampai menangis karena tak kuat fisiknya mendaki sampai tempat tujuan. Sampai ke SD, tepar ia. Tapi untungnya, kemarin pas acara di sana lagi gak hujan. Kalo hujan lebih susah lagi aksesnya. Tanah becek, motor gak akan bisa lewat. Guru yang mau mengajar biasanya menitipkan motor di jalan bawah lalu ke atasnya, ya jalan kaki. Adek-adek yang sekolah di sana biasanya berangkat dari rumah itu pukul 5 pagi. Benar-benar perjuangan.” si Mas bercerita panjang.

Aku hanya bisa khusyuk mendengarkan.

“Kalo di Jombang, di kelas satu nya cuma ada 1 murid Mbak. Jadi udah kayak privat aja itu guru sama murid.” beliau berganti cerita.

“Kenapa gak digabung ke sekolah yang lain aja itu muridnya Mas??” tanyaku.

“Sampai ujian semester memang masih sendiri karena emang udah cocok juga sama gurunya. Baru pas ujian semester kemarin, anaknya digabung ke sekolah lain dan untungnya cocok juga. Jadi ya lanjut sampai sekarang di SD yang lain.” jawabnya

“Jadi, kelas 1 di SD itu kosong Mas. Gak ada murid??” tanyaku lagi.

“Ya otomatis…” jawabnya

Aku terdiam. Pembicaraan berganti. Si Mas videografer mulai bercerita tentang ia dan kamera-kameranya..

Ada, masih ada banyak cerita kehidupan. Mungkin sesekali kau perlu ikut Kak Maria berkelana sebentar ke pedalaman Asmat. Melihat satu dua realita yang mungkin mengenaskan. Menuliskannya dan menyodorkannya pada mereka yang katanya bertanggung jawab mencerdaskan bangsa.

Advertisements
By Isnaini Posted in Story

5 comments on “Dari Klaten ke Ponorogo Lalu Jombang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s