Seperti Ka’ab bin Malik dan dua orang sholih lainnya, Murarah bin Rabi’ah Al-Amiri dan Hilal bin Umayah al Waqifi, yang dijadikanNya dunia yang teramat lapang ini menjadi begitu sempitnya karena sebab yang tak bisa dibilang kecil. Lari dari medan pertempuran.

Diakuilah kesalahannya. Dimulailah pertaubatannya. Dibakarlah ujian keyakinannya. Dikuatkan hatinya.

Hingga akhirnya, tepat 50 hari 50 malam,
Allah turunkan kalamNya, Rasulullah tersenyum padanya dengan wajah secemerlang bulan purnama, dan kelak jannah pun menantinya.

“dan terhadap tiga orang yang ditinggalkan. Hingga ketika bumi terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah (pula) terasa sempit bagi mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat berlari dari (siksaan) Allah, melainkan kepadaNya saja, kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang.” {9:118}

Allah~Rasulullah~Jannah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s