Ciri Orang Beriman

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu..

Dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua perangai yang dicintai Allah, yaitu kelembutan dan kehati-hatian.”
(Hadits shahih riwayat Muslim dan At Tirmidzi)

IMG-20160128-WA0010

Penjelasan Hadits
Diantara ciri orang beriman adalah ia sangat mencintai Allah, Rabb yang telah membimbingnya ke jalan yang benar, sebagaimana firmanNya,
“Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” [2:165]

Dan seseorang yang beriman, ia akan berusaha melakukan hal-hal yang bisa membuat Allah cinta kepadanya. Sebagaimana hadits di atas, Allah amat menyukai sifat al-hilm (santun) dan al-anah (tidak tergesa-gesa). Bahkan Allah menamai diriNya dengan al Halim dan memuji para nabiNya dengan sifat al-hilm yang mereka miliki.

Allah Ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap, dan sungguh jika keduanya akan lenyap, tidak ada seorang pun yang dapat menahannya keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” [35:41]
“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.” [9:114]
Maka, hal itu menunjukkan keutamaan sekaligus anjuran agar bersifat al-hilm dan al-anah.

Terkait hadits yang menjadi pembahasan kita kali ini, terdapat riwayat lain berisi pertanyaan sahabat al Asyaj Abdul Qais radhiallahu’anhu kepada Rasulullah. Al Asyjaj bertanya,
“Apakah sifat al-hilm dan an-anah (yang ada pada diriku) merupakan tabiat asliku atau akibat usahaku untuk bersifat demikian?”
Beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,
“Bahkan, hal itu merupakan sifat aslimu.”
Kemudian ia bersyukur sambil berucap hamdalah. (Shahih Ibnu Hibban no 7203)

Dari sini, kita bisa mengenal bahwa sifat terpuji yang dimiliki oleh seseorang bersumber dari 2 hal, ada yang merupakan tabiat asli (bawaan lahir) dan ada yang merupakan muktasab (hasil usaha) yaitu setelah melatih diri untuk bersifat terpuji.

Sifat al-hilm merupakan sifat terpuji yang mencakup beberapa sifat seperti sabar, memaafkan, mengendalikan diri, dan lemah lembut. Begitu juga dengan al-anah yang berarti tidak tergesa-gesa, menahan emosi saat marah atau ditimpa keburukan, dan mendasari setiap tindakannya dengan akal sehat. Disamping itu, al-anah merupakan kebalikan dari sifat al-‘ajalah (tergesa-gesa) yang tercela. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Bersikap tenang berasal dari Allah, sedangkan ketergesaan berasal dari setan.” (Shahihul Jami no 3011)

Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah kepada kita semua untuk bisa bersikap al-hilm dan al-anah, serta sikap terpuji lainnya yang Allah cintai dan ridhoi.

Ustadz Ridwan Arifin Lc Hafidzahullah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s