Epik 2

Di dalam istana,
“Baginda, Baginda juga harus memperhatikan kondisi rakyat Baginda. Serangan kerajaan es dan api memang biasanya tak akan lama tapi itu sudah cukup untuk membuat rakyat trauma. Bukankah Tuhan yang Baginda agungkan itu pun menyuruh kita berusaha.” kata Penasihat pada si Baginda

Ternyata si Komandan tidak berdiam diri saja. Ia tahu rajanya sedang labil maka ia datangi Penasihat Kerajaan. Memintanya menasihati Baginda Raja. Pantaslah ia dipilih sebagai Komandan Pasukan.

“Benar Penasihat. Tapi, stok misil sudah habis dan untuk mendapatkannya lagi harus menempuh perjalanan yang tidak dekat lagipula ini sudah malam dan besok libur nasional. Aku ragu kita bisa mendapatkannya.” ujar Baginda

“Bijaklah Baginda. Masih ada hal-hal kecil disekeliling kita yang bisa kita gunakan. Berpikirlah..” nasihat terakhir sang Penasihat sebelum meninggalkan kediaman raja.

Tak berapa lama,
“Panggil Komandan Pasukan Putih..!!” perintah Baginda Raja pada pengawal pribadinya
“Siap Baginda..” sahut pengawal pribadi setengah membungkuk

Komandan Pasukan Putih masuk ke kediaman Baginda Raja. Melapor dan mulai berdiri tegak menunggu perintah Baginda yang duduk di atas kursi istana.
“Pola serang mereka selalu sama. Kerajaan es akan menyerang terlebih dulu. Siapkan sebanyak-banyaknya tungku. Panaskan air di parit pertahanan. Untuk sementara itu akan mengalahkan mereka. Setelah itu kerajaan api akan datang. Kumpulkan sebanyak-banyaknya karung dari rakyat. Isi dengan pasir. Letakkan mengelilingi benteng pertahanan. Pastikan karung pasir selalu dalam kondisi basah. Kita coba datangkan misil kembali jika kondisi sudah memungkinkan. Laksanakan..” sahut Baginda Raja
“Siap Baginda..” jawab si Komandan Pasukan Putih..

Apa yang terjadi selanjutnya..??
…..
Biasanya peran utama akan memenangkan peperangan. Kalo tidak, anak-anak yang membaca akan ber “yaaa” kecewa :mrgreen:

[FIN]

Advertisements

2 comments on “Epik 2

  1. Saya juga lebih menyukai happy ending. Setiap kali membaca ceeita perasaan saya seolah mengenal tokoh utama secara subyektif ha ha ha…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s