Keutamaan Surat Al Kahfi

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu..

Dari Abu Darda radhiallahu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang hapal sepuluh ayat awal surat Al Kahfi maka akan terjaga dari fitnah Dajjal.”
(Hadits shahih riwayat Muslim, Abu Daud, An Nasa’i, Ahmad)

IMG-20160124-WA0000

Penjelasan Hadits
Hadits diatas menjelaskan keutamaan surat Al Kahfi, khususnya menghapal dan memahami makna sepuluh ayat pertama surat Al Kahfi, yaitu terjaga dari fitnah Dajjal. Hal ini diperkuat dengan riwayat lain, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapapun diantara kalian yang menjumpai Dajjal, maka bacakan permulaan surat Al Kahfi kepadanya.” (H.R. Muslim 2937),
“..karena bacaan tersebut akan menjaganya dari fitnah Dajjal.” (H.R. Abu Dawud 4321)

Makna yang terkandung dalam permulaan surat Al Kahfi merupakan benteng kokoh bagi seorang mukmin dalam menghadapi Dajjal. Karena di dalamnya terdapat kisah Ashabul Kahfi yang mengalami fitnah (ujian) dalam agama mereka.

Di kampungnya, mereka (Ashabul Kahfi) dipaksa untuk mengikuti agama nenek moyang mereka. Bila tidak, mereka akan dibunuh. Lalu mereka memutuskan untuk melarikan diri keluar dari kampungnya demi menjaga keimanan yang ada di dalam hati mereka.

Allah mengarahkan mereka agar masuk ke dalam suatu gua dan berlindung disana. Dan disitulah Allah menjaga diri dan agama mereka karena mereka berusaha menjaga kemurnian agama Allah dari praktek syirik yang dilakukan oleh kaumnya.

Demikian pula bagi seseorang yang nantinya akan bertemu Dajjal, ia tidak perlu khawatir akan keselamatan dirinya saat berjuang menegakkan agama Allah di hadapan Dajjal. Yakinlah bahwa Allah akan melindunginya dan menjaganya dari kejahatan dan makar Dajjal.

Secara umum terdapat 4 ujian (fitnah) yang diterangkan dalam surat Al Kahfi, yaitu fitnah agama, fitnah harta, fitnah ilmu, dan fitnah kedudukan dan kekuasaaan. Dari keempat fitnah tersebut, maka fitnah agama merupakan fitnah terbesar bagi seorang hamba karena benar tidaknya suatu agama akan menentukan keselamatan pemeluknya di dunia dan akhirat. Dan lagi, dalam diri Dajjal terkumpul 4 fitnah tersebut. Sehingga, sesiapa yang agamanya lemah, pasti akan tertipu oleh bujuk rayu Dajjal.

Meski Dajjal yang dimaksud dalam hadits ini adalah Dajjal besar yang akan muncul saat mendekati hari kiamat. Namun, hal itu bukan berarti kita lengah terhadap Dajjal kecil (yang mengaku sebagai Nabi) yang terus muncul hingga kemunculan Dajjal besar. Tentunya dengan mempelajari dan memahami isi surat Al Kahfi, kita bisa terjaga dari fitnah Dajjal tersebut.

Semoga Allah melindungi kita dari fitnah Dajjal, makhluk yang banyak menyesatkan manusia dari jalan yang benar. Aaminn.

Ustadz Ridwan Arifin, Lc hafidzahullah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s