Ciri Wanita Penghuni Surga

IMG-20151228-WA0003

Tentunya untuk menjadi penghuni surga bukanlah perkara mudah, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengisyaratkan hal ini dalam haditsnya. Beliau bersabda,
“Bahwasanya surga itu diliputi/dipagari dengan perkara-perkara yang dibenci.”
Artinya, seseorang jika hendak masuk surga, dia harus melewati hal-hal yang bertentangan dengan hawa nafsunya, yang ia benci, yang bertentangan dengan egonya (sifat egoisnya).

Ada satu sifat yang disebutkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diantara sifat penghuni surga.
Dari Sahabat Ka’ab bin ‘Ujrah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Dan istri-istri kalian yang akan masuk surga yaitu yang berusaha meraih kecintaan suami (penyayang), yang subur (mudah beranak banyak), serta senantiasa kembali kepada suaminya dan meletakkan tangannya di tangan suaminya dan berkata: ‘Wahai suamiku, aku tidak bisa tidur nyenyak sampai engkau maafkan aku (ridho kepadaku)’.” [H.R AN Nasai dalam As Sunan Al Akubra 5/361, Ath Thabrani dalam Al Ausath 6/11, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani karena syawahidnya (ASh Shabihah 1/578 no 287)]

Al Wadud
Yaitu seorang wanita yang berusaha meraih kecintaan suaminya. Dia berusaha dengan sifat dan akhlak mulia, dengan ramah dan tutur kata yang indah. Berusaha berpenampilan menarik untuk meraih kecintaan suaminya.

Al Walud
Yaitu wanita yang subur yang memberikan keturunan kepada suaminya.

Al Auud ‘ala Zawjiha
Yaitu seorang wanita yang senantiasa kembali kepada suaminya. Inilah penghuni surga. Kelihatannya ini sifat yang sepele namun sesungguhnya tidak demikian.
Kenapa??
Karena banyak wanita atau sebagian wanita tidak mudah untuk meminta maaf kepada suaminya, meskipun terkadang dia yang salah.
Kenapa??
Karena egonya yang dikedepankan.
Dan iblis/syaitan datang membisikkan kepadanya untuk tidak meminta maaf kepada suaminya, padahal dia tahu dia yang salah. Bahkan terkadang dia ingin suaminya yang meminta maaf. Dan ini adalah benih-benih yang bisa menimbulkan kerusakan dalam rumah tangga dan menghancurkan rumah tangga yang selama ini dibangun. Oleh karenanya, seorang wanita harus mengalahkan egonya dan jika dia bersalah maka segera datang kepada suaminya.

Maka inilah yang disebut wanita penghuni surga.

Jangan pernah malu jika Anda bersalah. Jika Anda bersalah maka segeralah datang kepada suami dan meminta maaf. Ini merupakan bentuk menjalankan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jadilah Anda penghuni surga..!!
Kalahkan ego Anda..!!
Terapkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Syaitan dan iblis ingin agar Anda berpisah dengan suami Anda. Bila tidak berpisah, iblis ingin kehidupan rumah tangga Anda dan suami dalam kondisi ruwet/semrawut, tidak ada kebahagiaan, tidak ada mawadah dan rahmah. Inilah yang diinginkan iblis. Bayangkan jika Anda tidak meminta maaf, maka api permusuhan berhari-hari akan menyala antara Anda dan suami.

Selain itu, berilah udzur pada suami. Suami mungkin melakukan kesalahan di suatu hari, namun suami punya ego sehingga enggan untuk meminta maaf. Bila dia minta maaf kepada istrinya seakan-akan harga dirinya akan jatuh, padahal tidak..!!

Suami yang sejati adalah yang mau mengakui kesalahan. Apalagi mengakui kesalahan di hadapan istrinya, yaitu seorang wanita yang sayang kepadanya, yang menghabiskan waktunya berkhidmad pada suaminya. Maka, seorang suami yang sejati akan berani meminta maaf kepada istrinya.

Namun, kalau seorang istri memiliki (menghadapi) model suami yang tidak mau meminta maaf, maka hendaknya dia berusaha memahami kondisi suaminya. Karena terkadang sebagian suami merasa berat jika mengucapkan minta maaf kepada istri. Namun, terkadang suami mempunyai cara lain untuk meminta maaf. Misal, terjadi keributan dan suami merasa bersalah, sang suami kemudian mengatakan,
“Ayo, malam ini kita makan di restoran.”
Sudah..!!

Cukup (bagi) seorang istri jika suaminya mengajak makan malam di restoran berarti maksudnya dia mengatakan,
“Saya minta maaf, saya salah.”
Jangan kita tunggu suami harus mengungkapkan minta maaf dengan lisannya. Ini tidak mudah bagi setiap suami.

Dengan demikian, hendaknya seorang istri memahami karakter suami yang cara meminta maafnya terkadang tidak dengan lisan tetapi dengan sikap. Dengan demikian, berumah tangga akan mudah dan berjalan dengan penuh mawadah dan rahmah. Setiap ada kesalahan dan setiap ada keretakan akan mudah untuk segera dikembalikan dan diperbaiki.

Semoga kita semua merasakan kehidupan rumah tangga yang penuh mawadah dan rahmah dan diberkahi oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Maka, jadilah seorang wanita yang mudah meminta maaf..!!
Jadilah penghuni surga..!!

Ustadz Firanda Andirja, MA hafidzahullah

~0~

“Meraih surga lewat jalan suami bukanlah hal yang mudah.” itu kata Teh Ninih
“Bersabarlah sebentar sampai saat kematian datang.” itu nasihat Ustadz Khalid Basalamah
Sabar itu baik, tapi bukankah syukur itu lebih melapangkan..??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s