Pengajaran dengan Hikmah

Pernah membayangkan dalam kondisi seperti apa Lukman mengajari berbagai macam hikmah untuk anaknya??
Saya belum pernah membayangkan dan belum terbayang sampai mendapat cerita dari Ustadz Hanan Attaki hafidzahullahu.

Lukman adalah seorang budak hitam berbibir tebal dari wilayah Habasyah (Afrika) yang sholih. Beliau hidup di zaman setelah Nabi Musa ‘alaihi sallam. Tugas seorang budak adalah bekerja hingga tak ada waktu khusus untuk beliau memberikan pengajaran untuk anaknya. Setiap kali Lukman dan anaknya berjalan, saat itulah Lukman menjelaskan hikmah yang terserak di jalanan. Dari setiap apa yang mereka lewati dan lihat, setiap pengalaman hidup yang mereka alami, selalu ada hikmah yang bisa Lukman ajarkan pada anaknya. Hikmah yang selalu menjadikan mereka semakin taat kepada Allah. Pintar kan Lukman…cerdas. Kesemua-muanya bisa dihubungkan dengan Allah 🙂

Bagaimana cara beliau mengajari anaknya, begini contohnya:
Di pasar
Ketika melihat orang-orang sibuk melakukan perdagangan,
“Wahai anakku, maukah engkau kuberi tahu perdagangan apa yang tak mungkin rugi?? Kamu lihat mereka?? Diantara mereka itu ada yang untung dan ada yang rugi. Mau tau perdagangan yang tak mungkin rugi??” kata Lukman pada anaknya
“Apa wahai Ayah??” sahut anaknya antusias
Kata Lukman,
“Berdaganglah dengan Allah maka engkau tidak akan pernah rugi”

Di jalan
Ketika melihat ayam jantan berkokok,
“Wahai anakku, janganlah engkau lebih lemah daripada ayam jantan ini. Dia sudah bangun dan bersuara sementara engkau masih tidur berarti engkau lebih lemah daripada ayam jantan tersebut.”

Lewat jalan lagi
Melihat keledai,
“Wahai anakku, ketahuilah bahwa seburuk-buruknya suara adalah suara keledai.” kata Lukman
“Kenapa suara keledai Yah yang jelek??” tanya anaknya
“Karena keledai adalah simbol hewan yang paling bodoh. Maka Allah katakan dalam surah Al Jumuah (ayat 5) seperti keledai yang membawa kitab-kitab. Dia membawa banyak kitab tapi gak ngerti apa-apa saking bodohnya keledai. Kalo bodoh saja trus diem, itu gak apa-apa. Tapi ini udah bodoh suaranya kenceng. Jadi anakku, kita ini bukan ulama. Kita ini gak punya banyak ilmu. Maka janganlah kamu suka mendebat para ulama padahal kamu tidak punya ilmu karena itu seperti keledai dan keledai itu seburuk-buruk suara.” jawab Lukman, bijak. as always..

Di ladang
Ketika melihat biji-bijian,
“Wahai anakku, seandainya ada perbuatan yang sekecil biji sawi tersimpan di dalam perut bumi atau di langit ketujuh atau di dalam batu yang besar, Allah Maha Mengetahui dan akan menghisabnya.” nasihat beliau pada anaknya

Jadi, terbayangkah bagaimana kelak mengajari si kiddos dengan hikmah??
Ajak jalan ke hutan,
Ajak jalan ke gunung,
Ajak jalan ke pantai,
Ajak jalan ke sawah,
Ajak jalan ke mall,
Ajak jalan ke apartemen,
Ajak mblusuk ke pasar tradisional,
Ajak stargazing,
Ajak melihat banyak hal…

Untuk setiap tempat, untuk setiap pengalaman, untuk setiap peristiwa, ada banyakkk hikmah yang bisa diambil. Temukan dan ajarkan pada mereka…
Terkadang, mungkin, perlu sebuah proses penelusuran yang panjang untuk akhirnya bisa merujuk sampai pada keberadaan dzatNya.
Tapi, bukankah Rasulullah selalu menggunakan sebuah kalimat yang singkat dan jelas untuk menjawab setiap pertanyaan..??
Dan terkadang anak-anak itu akan bertanya banyakkk dan runtut sampai kau kewalahan menjawabnya dan akhirnya kau hanya bisa berkata “Nyerah deh..gak tau”

And now, you realize that there’s still so much more to learn..ne kid..
Moga Allah berikan cahaya hikmahNya..

Yang masih jadi pertanyaan, ini bisa diterapkan setelah si kiddos umur berapa tahun??

Jadi lagi,
kapan bisa ngajari si kiddos-nya Nuri??
*Nggelar sajadah, sujud panjang, dan berucap
“Ya Allah, tolong dijawab pertanyaannya. Saya juga pengen tahu jawabannya..”
#plakk #cukup #gaPenting

[image]

Advertisements

2 comments on “Pengajaran dengan Hikmah

  1. Kisah Luqman dan Ali Imran memang inspiring. Mereka adalah orang-orang biasa yang namanya disebut bahkan dijadikan nama surah dalam alquran, serta dua-duanya menjadi teladan dalam dunia parenting…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s