Keberkahan Waktu, Lagi..??

Sebuah link masuk ke message wa.

Aku membuka lalu membacanya. Kisah seorang pemuda yang menjadi pemulung untuk membiayai sekolahnya sampai jenjang sarjana. Kuliah dari pagi sampai sore dan dari sore sampai dini hari bertualang mencari sampah. Tidur hanya 2-3 jam setiap harinya. Sampai akhirnya, kisahnya diketahui publik dan akhirnya dia mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang pasca di salah satu perguruan tinggi ternama di Bandung.

“Wah, Masnya jenius ya..” jawabku padanya, yang mengirimiku message
“ehm…mungkin lebih ke arah waktunya yang berkah sih Mbak kalo menurutku.” balasnya
Aku tertegun sejenak membaca balasannya.
1,2,3 detik…
Aku pun lalu tersenyum sambil mengetikkan beberapa baris kata untuk pengingatannya..

24 jam yang akan ditanya setiap detiknya,
24 jam dimana yang satu dapat menghasilkan karya, sedang disini hanya bisa bertepuk tangan melihat karya mereka,
24 jam dimana yang satu bisa mengurus ribuan manusia, sedang disini mengurus diri sendiri pun tak bisa,
24 jam dimana yang satu bisa menghapal beberapa ayat-ayatNya, sedang disini hanya bisa berkata ‘kapan bisa seperti mereka..’
24 jam yang berjalan setiap harinya dan memendekkan sumbu kehidupan manusia..

Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Jakal
Waktu teduh
23 Rajab 1437 H

| purifying the heart | welcoming ramadhan | pursuing lailatul qadr |

[image]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s