Pulang, Yuk…

Ada yang rindu pulang??
Hidup ini untuk apalagi kalau bukan untuk pulang ke haribaan Ar Rahman. Tujuan utama kita dihadirkan di alam dunia ini adalah untuk menyiapkan diri agar bisa pulang kembali ke langit dengan selamat. Mereka yang sudah menyadari hakikat hidup ini, ia akan selalu berusaha untuk memastikan bahwa apapun yang dilakukan selama hidup ini hanyalah untuk kepulangannya ke akhirat.

Lalu, bagaimana cara kita memastikan bahwa kita bisa selamat sampai di tujuan?? apa ukurannya??
Tanda kita telah sampai di tujuan adalah sebelum ajal datang merenggut, kita telah sampai di ‘tempat’ perjanjian antara kita dengan sang penjemput…malaikat maut. Kita telah siap menunggu malaikat maut datang. Malaikat maut akan tersenyum bahagia manakala saat ia datang menjemput, kita dalam kondisi sudah berada di ‘tempat’ perjanjian antara kita dengannya.

Bagaimana bisa malaikat maut tersenyum??
Senyum malaikat maut tersebut dilukiskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Bukhari bahwa jika ada seorang sholih yang akan meninggal maka sebelum malaikat maut turun mencabut nyawanya, akan didahului dengan turunnya malaikat rahmat dengan wajah yang sangat rupawan dan bau yang sangat harum. Malaikat-malaikat rahmat ini akan mengelilingi orang yang akan meninggal tersebut. Jumlahnya, tak akan habis sepanjang mata memandang. Baru setelah itu akan turun malaikat maut dengan senyumnya yang juga rupawan kemudian mencabut ruh orang tadi dengan halus dan lembut lalu memasukkannya ke dalam sebuah wadah. Ruh tersebut kemudian dibawa naik ke atas dan selama perjalanan ke atas, ruh tersebut terus menerus menebarkan bau harum.

Dimanakah tempat perjanjian itu??
“.. Jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Muslim.” [3:102]
Seorang muslim berarti seorang yang tunduk/pasrah sebagai buah dari bertasbih kepada Rabbnya. Ketundukan atau kepasrahan ini disebut Istislam yang merupakan tempat perjanjian antara kita dengan sang penjemput.

Lalu, bagaimana cara agar bisa sampai ke stasiun Istislam tersebut??
Istislam hanya akan dirasakan oleh setiap jiwa yang telah terisi oleh 3 kemuliaan:
1. Ta’dhim
Yaitu perasaan hati yang memandang besar segala urusan yang ada kaitannya dengan Allah dan memandang kecil segala urusan yang tidak ada kaitannya dengan Allah.

2. Yaqin
Yaitu perasaan hati yang tidak ragu sedikit pun atas segala sesuatu yang datangnya dari Allah. Yang datang dari Allah ini wujudnya ada 2, yaitu:

    a. Hukum-hukum yang ada dalam Al Qur’an
    Bukti yaqin adalah menerima dan mengamalkan.

    b. Peristiwa atau kejadian
    Bukti yaqin adalah ridho.

3. Ridho
Yaitu perasaan hati yang lapang dan tenang dengan semua kenyataan hidup yang harus dihadapi sepahit apapun.

Jika ketiga-tiganya telah ada dalam jiwa, maka telah sampailah kita pada tempat perjanjian. Tinggal menunggu dengan tenang datangnya sang penjemput yang bisa datang kapan saja..

Abi Syatori hafidzahullah
Darush Shalihat

Pulang, yuk…
Ketemu Allah,
Bareng Rasulullah,
Di Jannah…
Kangen rumah, kan…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s