Intensitas

Bekasi, Ramadhan bertahun yang lalu…

Matahari cerah. Bus jemputan datang. Selalu tak ada sisa tempat duduk dekat jendela. Tentu saja, ini kan bukan tempat  pemberhentian pertama..

Sayap kanan kalau tak salah waktu itu aku dapat tempat duduknya. Bus mulai berjalan. Hape kecil kukeluarkan. Sarapan berita di pagi hari.

Belum lama berjalan, bus terhenti. Lampu merah di depan. Panjang dan lama. Biasa, kemacetan kota strategis pinggir metropolitan. Matahari masih bersinar cerah. Aku sapukan mata keluar jendela.

Disana, di pinggir sungai kalimalang dekat jembatan pemberhentian depan MM, aku melihatnya. Seorang wanita dengan mushaf al qur’an di tangan. Matanya mengawasi padatnya jalanan kalimalang. Mulutnya seperti terus bergumam. Bermuroja’ah mungkin atau menghapal ayat-ayatNya yang baru…

Satu dua kali aku melihatnya setiap kali melintas di tempat yang sama. Sampai akhirnya aku tak lagi mempedulikannya. Tenggelam bersama berita-berita dunia.

Rumah, 3 sya’ban 1437 H
Coba, temukan maknanya.
Berita-al qur’an-intensitas…

Advertisements

4 comments on “Intensitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s