No Idea to Make A Tittle

Motor kudera agak kencang meski di perempatan lampu lalu lintas. Mumpung lampu masih hijau sebelum kembali terjebak macet. Aku tak punya banyak waktu untuk menikmati perjalanan. Orang rumah sudah menunggu.

Di tengah-tengah usaha keluar dari kerumunan mobil-mobil besar, aku melihatnya. Bapak-bapak penjual..ehmm, entahlah apa yang dijual. Kilasan pertama aku hanya melihat semacam wadah hitam besar yang digenggam erat si bapak pedagang. Tak jelas benar kelihatan apa yang ada di dalamnya. Lalu, aku mencoba melihat wajahnya, sekilas kedua. Seraut wajah yang ceria bukan wajah-wajah penuh beban jalanan seperti yang biasa kulihat. Hanya sekilas lalu aku menambah kecepatan lagi. Depan lengang. Kerumunan mobil sudah berhasil kulewati.

Masih dengan motor yang kudera kencang, aku teringat bapak penjual bakso bakar yang kutemui di tempat wisata beberapa hari yang lalu. Bapak dengan wajah yang berekspresi hampir sama dengan bapak yang baru saja kulihat.
“Bahagia ya Pak tinggal disini..” kata temanku pada si bapak
“Bahagia terus Mbak. Rame bahagia, gak rame ya senyum aja..” jawabnya sambil tertawa

Kuhembuskan napas perlahan. Mencoba meraba lalu bertanya,
“Hei, apa yang kau khawatirkan?? Beban hidup mereka lebih besar tapi hati mereka mampu menerimanya dengan sangat ringan..”
Hatiku pun berbalik 180 derajat. Mencoba membuat ringan yang sebelumnya terasa sedikit sesak.

Sisa perjalanan, meski masih dengan kecepatan yang kencang, aku berusaha menikmatinya. Rupa jalanan. Langit biru bersaput putihnya awan, hijaunya pohon tetumbuhan di pinggir-pinggir jalan, kupu-kupu yang masih terbang berkeliaran, beraneka ekspresi dan pekerjaan manusia di jalanan. Tak selalu tapi, alam memang selalu punya cara untuk menenangkan..

Dan untuk mereka-mereka yang telah mengajarkan banyak hal di jalanan, kurasa tak kan ada ruginya jika mengambil sedikit waktu untuk mendoakan mereka. Hanya butuh tak sampai 2 menit untuk berdoa dalam hati,
“Ya allah, lancarkan dan berkahi rezeki mereka. Berikan hidayah ke dalam hati mereka.”
Bukankah doa rahasia untuk saudara adalah sebuah doa yang mujarab..?? Malaikat pun akan mendoakan doa yang sama untuk si pendoa…

…dan ingatlah, bahwa penghiburan allah itu selalu jauh lebih besar
ひろじゃない、ね。。:)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s