Fitrah Manusia dalam Al Qur’an

Dalam proses penciptaannya, manusia dibuat dengan sari pati tanah yang berbau busuk kemudian Allah meniupkan roh-Nya ke dalam diri manusia tersebut. Karena proses itulah, maka manusia mempunyai dualisme sifat. Sifat tanah dan sifat Ilahiah.

Dulu, saya pernah menulis tentang Sifat Dasar Manusia dalam Al Qur’an yang isinya adalah kecenderungan manusia dengan sifat tanah-nya. Dan, alhamdulillah, kali ini saya menemukan sifat tandingannya yaitu sifat Ilahiah-nya tanpa harus ngoprek Al Qur’an karena bahan ini saya dapat dari bukunya Tauhid Nur Azhar, Mengenal Allah lewat Alam Sains dan Teknologi.

Tidak kurang dari 11 karakter fitrah insaniah yang disebutkan dalam Al Qur’an. Setiap manusia, siapapun, dan dimanapun berada memiliki ke-11 karakter tersebut. Isi ayatnya lihat sendiri di Al Qur’an ya..sekalian baca tafsirnya satu persatu juga boleh ๐Ÿ™‚
1. Dikarunia rezeki yang tak terhingga
Lihat di QS Ali Imran [3]:37 dan Saba’ [34]: 24.

2. Memiliki kecenderungan hanif, lurus, dan mencintai kebaikan
Lihat di QS An Nahl [16]: 120.

3. Dikaruniai akal pikiran dan kecerdasan yang bersifat multidimensional
Lihat di QS Al Baqarah [2]: 164 dan 269.

4. Diciptakan secara proporsional dengan sistematika adaptasi dan koordinasi sempurna
Lihat di QS Al Infithar [82]: 7-8.

5. Dikarunia piranti dasar untuk bertahan hidup dan respon defensif terhadap kondisi yang membahayakan
Lihat di QS As Sajdah [32]: 9.

6. Senantiasa ‘dibimbing’ untuk menuju jalan yang lurus, bahkan diberi modal instrumen kebenaran absolut dalam bentuk Roh Mustaqil (ada yang tahu??)
Lihat di QS Al Baqarah [2]: 142 dan 132.

7. Dikarunia kemampuan asosiatif (pembentukan hubungan), perseptif (kesadaran yang tajam), dan korelatif (hubungan timbal balik) yang ada dalam kemampuan analitik
Lihat QS Al Baqarah [2]: 31-33.

8. Dikaruniai reseptivitas, kepekaan terhadap lingkungan internal dan eksternal, yang disertai dengan kemampuan mengurai tanda atau simbol
Lihat di QS Ali Imran [3]: 190-191.

9. Dikaruniai cinta, takut, dan ingatan serta mekanisme lupa
Lihat di QS An Nur [24]: 52; Ali Imran [3]: 103; Al Kahfi [18]: 7; Al Baqarah [2]: 152.

10. Dikaruniai kemampuan mengekspresikan diri dan berkomunikasi
Lihat di QS Al Baqarah [2]: 31-33 dan Ar Rahman [55]: 4.

11. Dikaruniai kemampuan empatif untuk menumbuhsuburkan kasih sayang semesta atau rahmatan lil ‘alamin
Lihat di QS Al Anbiya [21]: 107 dan Maryam [19]: 96.

Lalu, apa untungnya kita mengetahui fitrah-fitrah diri kita??
Setidaknya, kita jadi tahu bahwa pada dasarnya manusia itu berpembawaan hanif, cenderung kepada kebaikan, keindahan, dan kebenaran. Dengan menyadari hal tersebut, seharusnya tertanam dalam pikiran kita bahwa seburuk-buruknya manusia, insya allah, bisa diajak ke arah kebaikan. Dan, tak ada hak bagi kita untuk menghakimi seseorang, yang masih hidup, dengan label-label keburukan karena bisa saja suatu saat fitrah kebaikan dalam dirinya kembali memenangkan pertempuran atas sifat tanahnya.
Seperti Khalid bin Walid yang pada awalnya begitu gigih memerangi Rasulullah. Mengalahkan kaum muslimin dalam Perang Uhud. Hingga Allah berikan hidayah dalam hatinya. Membangunkan ruh Illahi dalam dirinya untuk mengalahkan sifat tanahnya. Pada akhirnya, beliau menjadi seorang Pedang Allah yang pasukannya berhasil kaum muslimin menaklukkan Syam. Wallahu’alam..
Setidaknya, kita jadi tahu dengan ruh Ilahiah yang Allah tiupkan pada diri manusia, manusia dapat memiliki derajat yang lebih tinggi dari malaikat. Meski fisiknya berada di bumi, tapi jiwa dan ruhnya bisa bebas menembus dimensi-dimensi langit yang nyaris tiada berbatas.
Setidaknya, kita jadi tahu bahwa dengan ruh Ilahiah yang Allah tiupkan pada diri manusia, manusia mendapat tugas untuk berakhlak dengan akhlak Allah (takhalluq bi akhlaqillah). Maksudnya??
Kita, manusia, karena pengaruh dari ruh Ilahiah tersebut dapat meneladani nama-nama Allah (Asmaul Husna) dengan cara menjadikan nama-nama Allah tersebut sebagai model dan proyeksi kita dalam bertingkah laku sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas kita sebagai manusia. Nangkep kan maksudnya..

Lalu, apa hikmahnya Allah memberi kita sifat ‘dualisme’ tanah dan ilahiah sekaligus dalam satu tubuh??
Mungkin, Allah ingin menguji kesungguhan kita dalam mengoptimalkan tombol ‘pengaktifan’ potensi kebaikan yang ada dalam diri dan ‘menonaktifkan’ potensi keburukannya hingga kita bisa senantiasa berada di jalan kemuliaan. Tombol ‘pengaktifan’ kebaikan dan ‘penonaktifan’ keburukan sudah Allah jelaskan dalam Al Qur’an. Cari sendiri ya… ๐Ÿ™‚

Wallahu ta’ala a’lam…

Advertisements

6 comments on “Fitrah Manusia dalam Al Qur’an

  1. Menarik sekali pembahasannya.

    Ada baiknya memang untuk memberikan kesempatan seseorang untuk berubah. Karena seseorang yang hampir membunuh Rasulullah pun kini terbaring (secara terhormat) di sebelah makam beliau.
    Coba tebak siapa dia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s