Cinta dan Benci Karena Allah

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu..

Dari Umamah radhiallahu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang cinta karena Allah, benci karena Allah, memberi dan tidak memberi karena Allah, sungguh telah sempurnalah imannya.”
(Hadits shahih riwayat Abu Daud dan Diyaauddin al-Maqdisi. Lihat Shahiihul Jaami’ no 5960)

IMG-20160203-WA0014

Penjelasan Hadits
Hadits ini menunjukkan keutamaan mencintai karena Allah. Bahkan telah ada pula keutamaan orang yang saling mencintai karena Allah, yaitu termasuk salah satu dari 7 golongan yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat. Sebagaimana dimasukkan dalam hadits Abu Hurairah;
“Ada 7 golongan yang dinaungi oleh Allah dalam naunganNya pada hari dimana tidak ada naungan selain naunganNya…dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah..” [Muttafaqun ‘alaih]

Hadits diatas juga menunjukkan di antara tanda sempurnanya iman seseorang adalah membenci sesuatu karena Allah, seperti membenci kekufuran dan orang-orang kafir, namun kebencian kita kepada mereka tidak serta merta membuat kita berlaku dzalim dan bengis kepada mereka, serta membenci kemaksiatan dan ahli maksiat ketika mereka sedang bermaksiat. Allah telah menguji para sahabat dan menyebutkan bahwa mereka adalah orang-orang yang lurus (rasyid) karena mereka memiliki sifat ini. Sebagaimana firman Allah,
“..dan Allah menjadikan kalian benci terhadap kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan. Mereka itulah orang-orang yang lurus.” [49:7]

Dan diantara tanda kesempurnaan iman seseorang adalah memberi dan menahan karena Allah, seperti memberikan zakat pada orang yang berhak dari 8 golongan mustahiq, dan tidak memberikan jabatan kepada orang yang meminta jabatan.

Dan barangsiapa yang di dalam dirinya terkumpul 4 perangai ini, maka itu merupakan tanda kesempurnaan imannya. Dan barangsiapa yang tidak ada dalam dirinya salah satu perangai dari 4 sifat tersebut atau bahkan tidak ada sama sekali menunjukkan kurangnya atau tidak sempurnanya iman orang tersebut.

Wallahu ta’ala a’lam

Ustadz Varian Lc hafidzahullah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s