Tunaikanlah Amanah

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu..

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tunaikanlah amanah dari orang yang telah memberikanmu kepercayaan, dan janganlah engkau membalas orang yang telah mengkhianatimu.”
(Hadits shahih riwayat Abu Daud, at-Tirmidzi, al-Hakim, al-Bukhari dalam Tarikhnya. Lihat Shahiihul Jaami’ no 240)

IMG-20160203-WA0001

Penjelasan Hadits
Dalam berinteraksi dengan sesama manusia, suatu amanah (kepercayaan) merupakan nilai plus dari sekedar perkenalan. Kelanggengan suatu perkenalan amat bergantung pada kepercayaan masing-masing pihak dalam berinteraksi. Seiring berjalannya waktu dan krisis akhlak yang terjadi, amanah amat sulit diperoleh. Tidak sedikit orang yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan kepercayaan tersebut. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa sangat sedikit orang yang menilai amanah sebagai suatu tanggung jawab besar -dari pemberi amanah- yang wajib ditunaikan oleh orang yang diberikan amanah tersebut. Dan sebagai seorang muslim yang taat kepada Allah dan RasulNya selayaknya kita melihat tuntuan Islam dalam memelihara suatu amanah.

Memelihara amanah merupakan salah satu diantara ciri-ciri orang yang beruntung. Allah Ta’ala berfirman,
“Dan (sungguh beruntung) orang-orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya,” [23:8]
Dan, seseorang yang diberikan amanah maka ia wajib menunaikan amanah dengan sebenar-benarnya. Allah Ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.” [4:58]
Dan, bila ia sering mengabaikan amanah yang telah diberikan, maka dirinya -dikhawatirkan- terkena penyakit kemunafikan. Rasulullah bersabda,
“Ciri orang munafik ada 3; dusta dalam berbicara, ingkar atas janji, dan khianat terhadap kepercayaan yang diberikan.” [HR al-bukhari dan Muslim]

Dalam hadits -pembahasan- diatas, selain diperintahkan untuk menunaikan amanah, kita juga dibimbing untuk tidak membalas pengkhianatan orang yang berbuat khianat kepada kita. Karena khianat adalah akhlak tercela dan ia tetap tercela dalam setiap kondisi dan waktu. Bahkan, khianat menjadi sebab pelakunya tidak mendapatkan hidayah dari Allah. Allah Ta’ala berfirman,
“Dan bahwasanya Allah tidak meridhoi tipu daya orang-orang yang berkhianat.” [12:52]

Semoga Allah senantiasa memberikan taufikNya kepada kita semua agar diberi kemudahan dalam menunaikan amanah yang sedang kita pikul masing-masing, khususnya amanah ketaatan kepada Allah dan RasulNya, berbakti kepada orang tua, mengayomi keluarga, menyayangi kerabat, menjaga rahasia-rahasia yang dipercayakan kepada kita, dan amanah lainnya.

Wallahu ta’ala a’lam

Ustadz Ridwan Arifin Lc hafidzahullah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s