Perintahkanlah Anak-Anak Kalian Sholat Ketika Usia Tujuh Tahun

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu..

Dari Abdullah bin ‘Amr radhiallahu’anhuma, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk sholat saat ketika mereka berumur 7 tahun, (jika enggan) pukullah mereka saat mereka berumur sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.”
(Hadits hasan riwayat Abu Daud, al-Hakim dan Ahmad. Lihat Shahiihul Jaami’ no 5878)

Penjelasan Hadits
Sholat memiliki kedudukan yang mulia karena ia merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat’ain. Sholat juga merupakan shilah (sarana penghubung) antara Allah dengan hambaNya. Di dalam sholat, seseorang sedang bermunajat dengan Rabb-Nya, memujiNya, mengagungkanNya, mensucikanNya dari segala hal yang mengurangi keagunganNya, dan berdoa kepadaNya. Sehingga tidak heran bila sholat 5 waktu diwajibkan atas setiap muslim dan muslimah. Bahkan, saat sakit dan dalam keadaan perang pun, sholat tetap harus ditegakkan.

Dalam hadits diatas, anak-anak yang berusia 7 tahun harus diajari ilmu sholat. Caranya adalah dengan praktek langsung bagaimana tata cara sholat yang sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Benar, teks hadits hanya menyebutkan agar si anak diperintah sholat. Namun, bagaimana dia sholat jika belum pernah mempelajarinya atau diajarkan caranya? Ibarat dia diperintahkan membeli garam ke warung, sedangkan dia belum pernah melihat garam dan tidak tahu letak warungnya.

Nah, pada masa inilah dan selama 3 tahun ke depan, si anak dibelaki ilmu sholat dan prakteknya. Tentunya, orang tua memiliki andil paling besar pada masa ini, selain para guru dan masyarakat. Lalu, setelah usianya 10 tahun dan masih meninggalkan sholat maka si anak boleh dipukul dengan pukulan yang ditujukan untuk mendidik (bukan pukulan yang melukai badan apalagi wajah). Dan, bukan berarti pukulan akan menyelesaikan masalah, para orang tua/wali tetap harus membimbingnya agar senantiasa mendirikan sholat dan memperingatkannya dari akibat buruk meninggalkan sholat.

Dalam hadits diatas juga diperintahkan perintah memisahkan tempat tidur anak-anak. Selain meminimalisir kemungkinan terjadinya hal-hal negatif saat tidur berbarengan (apalagi putra dan putri), juga untuk melatih mental dan keberanian si anak.

Demikianlah petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para orang tua yang telah dikaruniai anak. Hendaknya para orang tua senantiasa mendekatkan diri mereka kepada Allah, yaitu dengan iman dan amal sholih, sambil mengajak semua anggota keluarga untuk melakukan hal yang sama. Allah Ta’ala berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” [66:6]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Masing-masing dari kalian adalah pemimpin. Dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.” [HR al Bukhari dan Muslim]

Perlu diketahui bahwa para orang tua, guru, dan masyarakat, dari merekalah seorang anak akan mencontoh. Bila mereka buruk, maka jangan salahkan orang lain bila si anak menjadi buruk. Dan bila mereka baik, maka pahala kebaikannya tidak akan berkurang, dan bahkan ditambah baik sebab perilaku mereka.

Semoga Allah menjadikan generasi penerus kita sebagai generasi yang beriman dan beramal sholih.

Wallahu ta’ala a’lam..

Ustadz Ridwan Arifin Lac hafidzahullah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s