Nak, Yuk Sholat [1]

Salah satu kewajiban orang tua kepada anak adalah mengajarkan agama sejak mereka masih kecil. Memerintahkan apa yang Allah perintahkan dan mencegah mereka dari apa yang Allah larang, sebagaimana firmanNya,
“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari (siksa) neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” [66:6]

Salah satu perintah yang paling penting dalam agama ini adalah sholat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersanda dalam hadits Mu’adz bin Jabal,
“Pokok agama ini adalah Islam dan tiangnya adalah sholat.” [Arbain Nawawi: 29]
Sholat merupakan ibadah yang sangat agung dalam agama Islam. Banyak sekali dalil Al Qur’an dan Sunnah yang menjelaskan kedudukan sholat yang sangat tinggi dalam Islam. Rasulullah bersabda yang artinya,
“Perjanjian antara kita dan mereka (orang munafiq) adalah sholat. Barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia telah kafir.”
Oleh karena itu, Allah dan rasulNya secara terang-terangan memerintahkan setiap orang tua untuk menyuruh anaknya mengerjakan sholat. Allah berfirman,
“Dan perintahkanlah keluargamu untuk mendirikan sholat dan bersabarlah (dalam mengerjakannya), Kami tidak meminta rizki darimu (tetapi) Kamilah yang memberimu rezeki.” [20:132]
Rasulullah bersabda,
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk sholat ketika berusia 7 tahun dan pukullah mereka (jika tidak sholat) pada umur 10 tahun.”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan,
“Barangsiapa yang memiliki budak kecil atau anak yatim atau anak laki-laki dan tidak memerintahkan sholat, maka ia dihukum apabila tidak memerintahkan anak kecilnya (untuk sholat), dengan hukuman yang keras karena ia telah bermaksiat kepada Allah dan RasulNya.”

Pada prakteknya, memerintahkan anak untuk mendirikan sholat bukanlah hal yang mudah sebab anak bukanlah robot yang selalu menuruti perintah kita atau adonan yang dapat kita bentuk-bentuk semau kita. Anak tetaplah manusia dengan sifat dasar dan watak yang berbeda-beda serta mudah terpengaruh oleh lingkungan.

Perlakuan pada anak yang satu tidak bisa serta merta diterapkan pada anak yang lain. Karena itu, bukanlah jaminan apabila seorang anak senantiasa melihat orang tuanya mengerjakan sholat kemudian ia juga akan rajin mengerjakan sholat. Akan tetapi, tergantung bagaimana orang tua itu memerintahkan anaknya untuk sholat. Memerintahkan anak untuk sholat membutuhkan:
~ Azzam yang kuat
~ Ketelatenan
~ Ilmu dan seni berinteraksi dengan anak
Bentakan dan pukulan tidak akan menyelesaikan masalah dan tidak akan membuat anak mencintai sholat. Sebaliknya, hanya membuat anak terpaksa menjalankan sholat.

Setelah semua itu, selanjutnya adalah bersabar. Bersabar ketika anak tidak serta merta mengerjakan sholat, bersabar dengan kebandelan anak, juga bersabar untuk istiqamah untuk memerintah. Bersabar karena kita sedang meniti di jalan Allah. Bersabar karena beberapa hal berikut:
Pertama, Allah dan Rasulnya lah yang memerintahkan kita untuk melaksananakan hal ini.
Kedua, Anak-anak adalah amanah dari Allah yang wajib kita jaga. Bila Ia yang telah memberi amanah menyuruh kita untuk memerintahkan anak-anak kita sholat, maka sudahkah kita memelihara amanah apabila kita mengabaikan hal tersebut?
Ketiga, Sholat adalah penghubung antara hamba dan Rabbnya. Maka, bagaimana kita akan merasa aman terhadap anak kita sepeninggal kita nanti jika ia tidak menjaga hubungan antara dirinya dan Rabbnya?
Keempat, Jika kita merasa takut akan kesengsaraan anak kita di dunia, maka tidakkah kita takut akan kesengsaraan mereka di akhirat? Tidakkah kita merasa ngeri jika mereka dimasukkan ke neraka Saqar yang khusus diperuntukkan bagi orang-orang yang meninggalkan sholat?
Kelima, Sholat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Maka, apabila kita ingin anak kita terhindar dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, yang paling penting kita lakukan adalah memerintahkan mereka untuk mendirikan sholat.

Selain itu, sepantasnya kita banyak mencari ilmu tentang cara-cara mengajarkan sholat kepada anak. Baik dengan membaca atau banyak bertanya kepada orang-orang yang berhasil mendidik anak mereka. Tanpa ilmu, kita akan terjebak dalam kesulitan, yang bisa jadi membuat kita putus asa di tengah jalan atau mengambil tindakan yang tidak tepat. Sebaliknya, dengan ilmu, suatu usaha menjadi lebih mudah dan lebih cepat, biidznillah.

Beberapa hal yang dapat memudahkan kita dalam mendidik anak melaksanakan sholat adalah:
Pertama, Semakin dini kita memulai memerintahkan sholat, maka akan semakin mudah.
Kedua, Memerintahkan sholat dimulai sejak anak pertama, karena anak pertama inilah yang akan menjadi contoh bagi adik-adiknya. Bila anak pertama mengerjakan hal-hal yang akan menjadi contoh bagi adik-adiknya. Bila anak pertama mengerjakan hal-hal yang kita perintahkan, maka adik-adiknya cenderung melakukan hal yang sama.
Ketiga, Mengingat pahala yang akan kita dapat dari Allah karena selain kita akan mendapat pahala mengajari mereka sholat, kita juga akan senantiasa mendapatkan pahala sholat mereka tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Seperti sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Barangsiapa mengajak orang kepada kebaikan, ia akan mendapat pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka (orang yang mengamalkan itu) sedikitpun.” [HR Muslim 2674]
Keempat, Merendahkan diri di hadapan Allah dan selalu memintaNya dalam melaksanakan hal ini, serta tidak menyandarkan keberhasilan pada usaha kita dengan memperbanyak doa,
“Ya Allah, jadikan aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan sholat. Ya Rabb kami, perkenankanlah doaku.” [14:40]
Kelima, Menyebutkan nama-namaNya yang baik dan sifat-sifatNya yang tinggi ketika berdo’a agar anak kita mendirikan sholat terutama dengan nama Yaa Dzal Jalaali wal Ikraam karena sesungguhnya Rasulullah bersabda yang artinya,
“Perbanyaklah berdoa dengan Yaa Dzal Jalaali wal Ikraam.” [HR Tirmidzi 3525]
Keenam, Jangan berputus asa dari rahmat Allah, ingatlah bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan pertolongan Allah akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Dia yang menjadikan anak kita dari tidak ada dan menyempurnakan bentuk dan rupanya. Dia juga lah yang akan menjadikan mereka manusia-manusia sholih yang mendirikan sholat, selama kita senantiasa berjihad di jalanNya…

Disarikan dari kutaib berjudul “Kaifa Nuhabbibus Sholah li Abnaainaa”

Ummu Sholih

[Bagian 2] [Bagian 3]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s