Ruhnya Para Syuhada

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu..

Dari Ka’ab bin Malik radhiallahu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya ruh para syuhada berada di dalam burung hijau yang makan dari buah-buahan surga.”
(Hadits shahih riwayat at-Tirmidzi. Lihat Shahiihul Jaami’ no 1559)

IMG-20160214-WA0041

Penjelasan Hadits
Diantara ciri-ciri orang bertakwa adalah beriman kepada perkara ghaib, sebagaimana firman Allah yang artinya,
“Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib..” [2:2-3]

Mereka beriman bahwa perkara ghaib yang Allah sebutkan itu benar adanya karena hanya Dia-lah yang mengetahui hakikat perkara ghaib tersebut, sebagaimana firmanNya yang artinya,
“Katakanlah, tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah.” [16:65]

Ruh merupakan perkara ghaib yang wajib diyakini. Dan pengetahuan kita tentang ruh baru sebatas apa yang Allah beritakan kepada kita melalui RasulNya shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti hadits diatas (berita kenikmatan yang dirasakan oleh ruh para syuhada di alam barzakh). Sehingga, dilarang bagi siapapun untuk asal bicara (tanpa dalil) dalam urusan ruh, dan perkara ghaib lainnya karena hal itu termasuk sikap lancang terhadap Allah dan RasulNya.

Para syuhada adalah kaum mukmin yang kedudukannya di bawah Nabi dan Shiddiqin, sebagaimana firman Allah yang artinya,
“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan RasulNya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang sholih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” [4:69]

Dan buah dari surga yang mereka nikmati di alam barzakh tidak lain merupakan hasil upaya mereka dalam berjuang (berperang) menegakkan kalimatullah (la ilaha illallah) di dunia sampai akhirnya mereka meninggal dunia diatasnya. Mereka amat menikmati pemberian Allah tersebut sampai-sampai mereka meminta kepada Allah agar ruh mereka dikembalikan ke jasadnya untuk kembali berjuang menegakkan kalimatullah di dunia (dengan harapan memperoleh kenikmatan akhirat yang lebih dari apa yang mereka rasakan saat ini).

Dalam hadits ini, terdapat pelajaran bahwa surga telah diciptakan oleh Allah ta’ala begitu pula dengan neraka. Dan hal ini sebagai sanggahan bagi mereka yang menganggap bahwa keduanya belum diciptakan.

Kita memohon kepada Allah agar memberikan kita hidayah untuk tetap berada diatas jalan orang-orang yang Allah berikan kenikmatan seperti para Nabi, Shiddiqin, Syuhada, Shalihin. Dan kita berlindung kepadaNya dari ajakan orang-orang yang Allah murkai lagi sesat.

Wallahu ta’ala a’lam

Ustadz Ridwan Arifin lc hafidzahullah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s