Dibukanya Pintu Rahmat, Dibelenggunya Syaitan, & Dikuncinya Pintu-Pintu Naar

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu..

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila telah datang bulan Ramadhan, dibukakan pintu-pintu rahmat dan ditutup pintu-pintu neraka, serta syaitan-syaitan dibelenggu.”
(Hadits shahih riwayat an Nasai. Lihat Shahiihul Jaami’ no 471)

IMG-20160225-WA0018

Penjelasan Hadits
Hadits ini menunjukkan kebolehan untuk menyebutkan nama Ramadhan bersendirian tanpa didahului kata “bulan”, sekaligus menampik pendapat sebagian ulama yang berpendapat bahwa hal itu makruh dengan dalih Ramadhan adalah salah satu nama Asmaul Husna.

Dalam sebagian riwayat,
“..maka akan dibukakan baginya pintu-pintu surga…”
hadits ini menunjukkan bahwa surga memiliki beberapa pintu, 8 pintu, yang salah satunya pintu yang hanya boleh dimasuki oleh ahli puasa yang bernama pintu Ar Rayyan sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits,
“..barangsiapa yang termasuk ahli puasa maka akan dipanggil (masuk surga) dari pintu Ar Rayyan…”

Para ulama berbeda pendapat dalam memahami hadits ini pada bagian,
“..dibukakan pintu-pintu rahmat/pintu-pintu surga..dikunci pintu-pintu neraka..”
Sebagian ulama memahaminya bahwa itu sesuai zahir lafaz hadits tersebut bahwa pintu-pintu surga benar-benar dibuka begitu pula pintu-pintu jahanam benar-benar dikunci pada bulan Ramadhan. Sebagian ulama ada yang menafsirkan bahwa maksudnya adalah Allah membuka pintu-pintu kebaikan bagi hamba-hambaNya dan memberi taufiq agar melakukan ketaatan yang merupakan sebab masuk surga, dan Allah menutup pintu-pintu kejahatan pada bulan Ramadhan sehingga manusia tidak lagi memiliki keinginan untuk bermaksiat yang dapat mengantarkan mereka ke neraka.

Adapun pertanyaan untuk lafaz,
“..syaitan-syaitan akan dibelenggu…”
namun, mengapa masih ada orang yang bermaksiat pada bulan Ramadhan?
Bisa dijawab dengan beberapa jawaban,
1- Syaitan-syaitan dibelenggu bagi orang-orang yang menjalankan puasa dengan benar terpenuhi rukun-rukun puasa, wajib-wajibnya, serta syarat-syaratnya bahkan juga menjalankan sunnah-sunnah puasa. Atau..
2- Yang dibelenggu tidaklah semua syaitan, tapi hanya syaitan-syaitan yang durhaka atau para pembesarnya.

Wallahu ta’ala a’lam

Ustadz Ridwan Arifin Lc hafidzahullah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s