Meet & Greet Ramadhan 1437 H

Persiapan utama menghadapi Ramadhan adalah dengan persiapan hati. ~Syarif Ja’far Baraja

Rahmat Allah turun setiap hari untuk makhluknya, mendatangkan ketenangan, kebahagiaan, dan kenikmatan bagi siapa saja yang beruntung mendapatkannya. Tak ada penghalang antara makhlukNya dan rahmatNya selain dosa..

Penyakit yang tak kunjung sembuh, kesulitan hidup, kegelisahan, kekhawatiran, dan segala sesuatu yang membuat tidak tenangnya hidup adalah akibat terhalangnya rahmatNya masuk ke dalam hati. Kebaikan yang dipunya tak mampu mengimbangi keburukan yang terlalu banyak. Hingga, kejatuhan sebagai gantinya..

Untuk setiap keluhan atas panas atau hujan, satu titik hitam..
Untuk setiap keluhan atas tingkah laku manusia meski hanya terlintas dalam hati, satu titik hitam…
Untuk setiap keluhan atas setiap kejadian yang Ia berikan, satu titik hitam..
Untuk setiap pendengaran-penglihatan-akal-hati yang kurang terjaga, satu titik hitam..
Untuk setiap riya’-ujub-sum’ah-takabur, satu titik hitam..

Titik-titik kecil itu berkumpul menjadi besar dan menghitamkan hati. Menghalau cahaya dan menyisakan kegelapan. Menjadi beban yang yang memperberat langkah untuk melakukan ketaatan kepadaNya…

Hasan al Bashri ketika merasa gelisah akan terus beristighfar sampai hatinya tenang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sehari selalu meminta ampun pada Rabbnya lebih dari 70 kali. Apalagi yang harus ditunggu jika dosa diri ini lebih besar dari manusia-manusia pilihanNya selain bertaubat dan kembali kepadaNya dengan penuh penghinaan diri…

“A compulsory step in preparation for Ramadhan is sincere repetance & abundance istighfar. This will open the heart to Allah’s love & proximity..” ~Muhammad Ameer

La haula wala quwata illa billah. Tak ada daya upaya selain dariNya. Maka, Rasulullah selalu membacanya 2 kali dalam sehari,

“Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan..”

Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Maha Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.”

Doa yang menunjukkan penyerahan kendali penuh hidup beliau pada Rabbnya karena tak mungkin sebuah kejadian bahkan kebaikan sekalipun terjadi tanpa pertolonganNya. Jika kekasihNya saja harus meminta padaNya agar dimudahkan dalam melakukan ketaatan, apalagi diri yang penuh dosa. Bukankah harus lebih banyak meminta??

“Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di bumi (tanpa) mengindahkan kebenaran dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan).”

Sebuah ayat yang disengaja olehNya agar terbaca pada pandangan pertama oleh diri hari ini. Dan, semua ayatNya selalu menunjuk pada yang membacanya meski ada subyek pelaku yang disebutkan di dalamnya…
Allahu Ghaffar…

Mohon Maaf untuk Segala Khilaf

Semoga Allah panjangkan nyawa hingga sampai pada bulan penuh ampunan, menghapus setiap titik dosa, membersihkan hati, dan mengkaruniakan cahaya ke dalamnya. Cahaya yang memperingan langkah kita menuju jalan ketaatan kepadaNya. Jalan yang akan mendatangkan sakinah dalam hidup kita..
Dan, semoga barakahNya selalu meliputi semesta…

Purifying The Heart || Welcoming Ramadhan || Pursuing Lailatul Qadr

Monjali
25 Sya’ban 1437 H
Yang masih sangat terseok mengharapkan cintaNya…

Advertisements

4 comments on “Meet & Greet Ramadhan 1437 H

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s